Seorang anak pulang sekolah dengan wajah murung. Bukan karena bertengkar dengan teman atau mendapat nilai jelek, melainkan karena sahabatnya baru saja punya adik bayi. Sepanjang perjalanan pulang, ia membayangkan betapa serunya punya teman bermain di rumah. Sampai akhirnya, ia memberanikan diri bertanya kepada ibunya, “Ma, kapan aku punya adik?”
Bagi orangtua, pertanyaan sederhana itu mungkin terdengar mudah dijawab. Namun, bagaimana jika keluarga memang tidak berencana menambah anak? Di satu sisi, orangtua ingin membuat si kecil bahagia. Di sisi lain, mereka juga harus menjelaskan bahwa tidak semua keinginan bisa terwujud. Situasi ini tentu bisa menjadi tantangan tersendiri, apalagi ketika anak terus menanyakan hal yang sama.
Lantas, bagaimana cara membantu anak menghadapi kekecewaan karena gak punya adik? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk memahami perasaan si kecil sekaligus membantunya melewati kekecewaan tersebut.
