Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Jenis Pakaian yang Sebaiknya Jangan Dibeli Bekas Menurut Para Ahli

8 Jenis Pakaian yang Sebaiknya Jangan Dibeli Bekas Menurut Para Ahli
ilustrasi mencari barang thrift (pexels.com/cottonbro)
Share Article

Thrifting memang menyenangkan karena selalu ada kemungkinan menemukan pakaian bermerek, vintage, atau berkualitas dengan harga miring. Namun, harga murah bukan berarti semua barang di toko barang bekas layak dibawa pulang, terutama jika menyangkut kebersihan, kondisi bahan, dan biaya perbaikan.

Karena itu, sejumlah pakar secondhand menyarankan pembeli untuk lebih selektif dan tidak mudah tergoda oleh harga atau tampilan pakaian. Ada beberapa jenis pakaian yang sebaiknya dilewatkan karena berpotensi menimbulkan masalah setelah dibeli. Kira-kira apa saja jenis pakaian yang sebaiknya tidak dibeli bekas? Yuk, cek artikel berikut!

  1. 1. Lingerie atau pakaian dalam

    ilustrasi bra
    ilustrasi bra (pexels.com/leeloothefirst)

    Lingerie menjadi salah satu barang yang sebaiknya dilewatkan ketika sedang thrifting karena kebersihannya sulit dipastikan. Pakaian dalam bersentuhan langsung dengan bagian tubuh yang sensitif sehingga standar higienitasnya tentu harus lebih tinggi dibandingkan pakaian biasa. Apalagi, bahan seperti renda dan sutra bisa lebih sulit disanitasi secara menyeluruh setelah digunakan orang lain.

    Jennifer Johnson, pendiri toko secondhand True Fashionistas, dikutip dari Martha Stewart, memilih untuk tidak membeli lingerie bekas meski harganya sangat murah. Menurutnya, pertimbangannya bukan soal model atau merek, melainkan risiko kebersihan yang tidak sebanding dengan uang yang dihemat. Karena itu, sebelum tergoda membeli lingerie dengan harga murah, sebaiknya tetap perhatikan faktor higienitasnya.

    “Lingerie bekas mungkin sulit untuk disanitasi dengan benar, terutama jika barang tersebut terbuat dari bahan renda atau sutra,” ujar Jennifer Johnson.

  2. 2. Pakaian fast fashion berbahan sintetis

    ilustrasi mencari baju thrift
    ilustrasi mencari pakaian thrift (pexels.com/cottonbro)

    Pakaian fast fashion cukup mudah ditemukan di toko thrift, tetapi tidak semuanya layak menjadi pilihan. Meski membeli pakaian bekas lebih berkelanjutan, Jenna Sondhelm, CEO Estate of Eclectic, dikutip dari Martha Stewart, menyarankan pembeli untuk mempertimbangkan pilihan lain. Menurutnya, toko thrift justru bisa dimanfaatkan untuk mencari pakaian berbahan katun, wol, dan linen yang cenderung lebih tahan lama.

    Serat alami cenderung lebih tahan lama, mudah dibersihkan, dan terlihat lebih berkualitas. Sebaliknya, bahan sintetis atau campurannya lebih mudah mengalami pilling dan belum tentu dirancang untuk pemakaian jangka panjang. Karena itu, saat thrifting, manfaatkan kesempatan untuk memilih pakaian dengan bahan yang lebih awet.

  3. 3. Sepatu vintage

    ilustrasi berbelanja sepatu (pexels.com/enginakyurt)
    ilustrasi berbelanja sepatu (pexels.com/enginakyurt)

    Sepatu vintage memang memiliki daya tarik tersendiri, terutama jika menemukan model klasik seperti Creepers atau kitten heels yang masih terlihat bagus. Masalahnya, kondisi bagian dalam sepatu sering kali tidak bisa dinilai hanya dari penampilan luarnya. Bantalan yang sudah aus dapat membuat sepatu tidak lagi pas, kurang nyaman, dan tidak memberikan dukungan yang cukup untuk kaki.

    Usia sepatu juga perlu diperhatikan karena material dapat mengalami kerusakan meskipun barang tersebut jarang dipakai. Sol bisa terbelah, sementara lem yang sudah menua dapat menjadi rapuh dan hancur ketika sepatu mulai digunakan. Jadi, sepatu vintage yang tampak sempurna di rak belum tentu aman atau nyaman setelah benar-benar dipakai.

    “Sepatu tersebut mungkin terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi ketika bantalan bagian dalamnya sudah aus, sepatu itu tidak lagi pas dengan baik dan terasa tidak memberikan dukungan yang cukup,” ujar Jacquelyn LaMar Berney, presiden VI Marketing & Branding, dikutip dari artikel Martha Stewart.

  4. 4. Baju renang bekas

    ilustrasi pakaian renang
    ilustrasi pakaian renang (pexels.com/karola-g)

    Baju renang termasuk pakaian yang sebaiknya dipertimbangkan dengan sangat hati-hati ketika ditemukan di toko thrift. Hal ini terutama berlaku untuk bagian bawah karena pakaian tersebut bersentuhan langsung dengan area tubuh yang sensitif. Selain persoalan kebersihan, pembeli juga sulit mengetahui secara pasti bagaimana barang tersebut dirawat dan digunakan oleh pemilik sebelumnya.

    Meski begitu, ada pengecualian untuk baju renang yang benar-benar baru dan label kebersihannya masih terpasang. Barang seperti ini kemungkinan lebih aman untuk dipertimbangkan, tetapi tetap sebaiknya dicuci sebelum digunakan. Jadi, jangan hanya tergoda oleh model atau harga murah tanpa memeriksa status barang dan kondisinya terlebih dahulu.

  5. 5. Jaket atau outerwear dengan lapisan dalam yang rusak

    ilustrasi leather jacket (freepik.com/waewkidja)
    ilustrasi leather jacket (freepik.com/waewkidja)

    Jaket kulit atau mantel dengan lapisan bagian dalam yang robek mungkin terlihat masih bagus dari luar. Namun, kerusakan pada bagian dalam dapat menjadi tempat bau dan bakteri terperangkap. Jika lapisan sudah mengelupas, robek, atau rusak parah, sebaiknya pikirkan lagi apakah barang tersebut benar-benar layak dibeli.

    Jacquelyn LaMar Berney menyarankan pembeli untuk melewatkan pakaian luar yang mengalami kerusakan pada lapisan internal. Ia juga menekankan pentingnya memeriksa apakah jaket atau mantel memiliki bau yang tidak sedap sebelum dibeli. Dengan pemeriksaan, kamu bisa menghindari pakaian yang ternyata jauh lebih bermasalah daripada yang terlihat di rak.

  6. 6. Celana dengan noda tersembunyi

    ilustrasi celana dilipat (unsplash.com/ohleighann)
    ilustrasi celana dilipat (unsplash.com/ohleighann)

    Celana bekas sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke keranjang hanya karena bagian luarnya terlihat bersih. Area seperti selangkangan, bagian dalam paha, dan jahitan perlu diperiksa karena noda atau kerusakan bisa tersembunyi ketika pakaian masih dalam posisi normal. Salah satu cara paling sederhana adalah membalik celana dan memeriksa seluruh bagian dalamnya sebelum membeli.

    Jennifer Johnson bahkan menyarankan pemeriksaan yang mungkin terasa sedikit canggung, tetapi justru penting dilakukan. Noda di area tersebut ternyata dapat ditemukan lebih sering daripada yang mungkin dibayangkan pembeli, sementara noda lama belum tentu mudah dihilangkan. Karena itu, kamu perlu memeriksa bagian dalam celana daripada menyesal telah membeli.

    “Saya tahu ini mungkin terdengar menjijikkan, tetapi periksa bagian selangkangan celana untuk memastikan tidak ada noda,” ujar Jennifer Johnson.

  7. 7. Sweater kasmir yang sudah mengalami pilling

    ilustrasi berbelanja baju thrift (pexels.com/cottonbro)
    ilustrasi berbelanja baju thrift (pexels.com/cottonbro)

    Kasmir merupakan bahan premium yang cukup menggoda untuk dibeli saat ditemukan dengan harga murah di toko barang bekas. Namun, pilling bukan sekadar masalah tampilan, melainkan bisa menjadi tanda bahwa serat kain mulai melemah akibat penggunaan berlebihan atau perawatan yang kurang tepat.

    Periksa terutama bagian ketiak yang sering mengalami gesekan dan rentan mengalami pilling. Jika gumpalan serat sudah banyak, sebaiknya jangan hanya tergiur label kasmir atau harga murah, tetapi pertimbangkan kondisi kain secara keseluruhan.

  8. 8. Pakaian yang membutuhkan banyak perubahan atau perbaikan

    ilustrasi pria dan wanita memilih pakaian bekas
    ilustrasi pria dan wanita memilih pakaian bekas (pexels.com/julia-m-cameron)

    Pakaian bekas dengan harga murah memang terlihat menguntungkan, tetapi jangan lupa menghitung biaya untuk membuatnya kembali layak dipakai. Celana yang perlu dipermak, gaun yang harus dipendekkan, atau pakaian dengan hiasan rusak bisa membutuhkan biaya tambahan yang akhirnya melebihi harga beli.

    Jenna Sondhelm bahkan pernah membeli gaun malam vintage berhias manik-manik yang hingga kini masih menunggu untuk dipendekkan. Pakaian dengan ornamen khusus juga membutuhkan tenaga ahli dan waktu pengerjaan lebih lama, sehingga jika kamy tidak yakin akan memperbaikinya, lebih baik tinggalkan barang tersebut.

    “Jadi, jika pakaian tersebut membutuhkan penyesuaian atau perbaikan, terkadang lebih baik melewatkannya karena biaya perbaikannya bisa lebih mahal daripada harga belinya,” ujar Jenna Sondhelm.

    Thrifting bisa menjadi cara seru untuk mendapatkan pakaian unik dengan harga terjangkau, tetapi jangan hanya tergoda tampilan atau label mereknya. Periksa kondisi, bahan, kebersihan, hingga biaya perbaikannya agar barang yang dibeli benar-benar layak dipakai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More