“Jangan dilempar!” seru seorang ibu ketika melihat anaknya menjatuhkan makanan ke lantai. Bukannya berhenti, si kecil malah mengambil potongan makanan lain dan kembali melemparkannya sambil tertawa. Pernah menghadapi situasi serupa dan bertanya-tanya kenapa anak justru semakin sulit diarahkan setelah berkali-kali dilarang?
Kata “jangan” memang sering menjadi respons spontan saat anak melakukan sesuatu yang dianggap salah. Namun, terlalu sering mendengarnya bisa membuat anak kurang peka terhadap kata tersebut. Alih-alih terus melarang, ada cara lain untuk membantu si kecil memahami perilaku yang diharapkan darinya. Berikut beberapa cara menegur anak tanpa harus selalu mengatakan “jangan”.
