ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Anak belajar banyak hal dari apa yang mereka lihat setiap hari, terutama dari orangtua. Karena itu, cara paling efektif mengajarkan anak meminta maaf adalah dengan memberikan contoh secara langsung. Saat Lebaran, orangtua bisa menunjukkan bagaimana cara meminta maaf kepada kakek, nenek, atau anggota keluarga lain dengan sikap yang tulus dan sopan.
Ketika anak melihat orangtuanya melakukan hal tersebut, mereka akan lebih mudah meniru perilaku itu. Orangtua juga bisa menjelaskan secara sederhana bahwa meminta maaf adalah cara untuk memperbaiki hubungan dan menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Dengan contoh nyata, anak akan memahami bahwa meminta maaf adalah hal yang wajar dan penting dilakukan.
“Kita semua belajar dari apa yang orang lain lakukan daripada apa yang mereka katakan. Oleh karena itu, semakin penting bagi anak untuk melihat orangtua melakukan apa yang orangtua ajarkan dan khotbahkan,” kata Ellen Goldsmith, seorang pekerja sosial klinis yang berspesialisasi dalam menangani anak-anak dan remaja dikutip dari laman Todays Parent.
Selain itu, menurut Lindsey Pruett-Hornbaker, MA, seorang konsultan di bidang pelayanan sosial yang berfokus pada dukungan dan advokasi untuk anak-anak, keluarga, serta komunitas, dalam laman Public Broadcasting Service (PBS) Kids menjelaskan bahwa meminta maaf sebenarnya mengajarkan anak bertanggung jawab. Mereka akan belajar bahwa sebuah tindakan memiliki konsekuensi.
"Berbicara tentang bagaimana rasanya bertanggung jawab bisa membantu anak-anak kecil memahami mengapa permintaan maaf itu penting," jelasnya.