Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Cara Menumbuhkan Empati Anak dari Hal-Hal Kecil di Rumah
ilustrasi anak dan orangtua (pexels.com/Julia M Cameron)
  • Empati dibentuk melalui kebiasaan sehari-hari, dengan rumah sebagai tempat pertama anak belajar mengenal dan memahami orang lain.

  • Orangtua dapat mengenalkan emosi lewat permainan, bacaan, cerita, dan contoh kepedulian terhadap orang lain.

  • Mendengarkan kebutuhan anak tanpa menghakimi menjadi bagian penting dalam membangun hubungan positif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Empati anak dapat ditumbuhkan melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan di rumah.
  • Who?
    Orangtua dan anak, dengan pandangan dari psikolog Jeremy Sutton dan Roger Kallen.
  • Where?
    Di rumah, yang menjadi tempat pertama individu belajar mengenal dan memahami orang lain.
  • When?
    Dalam kebiasaan yang terjadi sehari-hari dan saat orangtua bersama anak.
  • Why?
    Karena empati dibentuk melalui hal-hal atau kebiasaan yang terjadi sehari-hari.
  • How?
    Dengan hadir sepenuhnya, mengajak anak bermain dan membaca, serta lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Empati anak bisa tumbuh di rumah. Orangtua dapat menemani anak tanpa sibuk dengan gadget, bermain, membaca, dan mengenalkan berbagai emosi. Orangtua juga perlu mendengarkan kebutuhan anak dengan sungguh-sungguh. Anak belajar dari apa yang dilakukan orangtuanya setiap hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebiasaan sederhana di rumah memberi ruang bagi anak untuk mengenal emosi dan memahami pengalaman orang lain. Kehadiran orangtua, kegiatan bermain dan membaca, serta kebiasaan mendengarkan dapat menjadi bagian dari hubungan positif. Proses ini juga menunjukkan bahwa membangun empati tidak selalu membutuhkan langkah besar, melainkan perhatian yang dilakukan secara konsisten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tidak banyak orang bisa menunjukkan sisi empati dalam dirinya. Nyatanya, memang empati bukan karakter atau sifat yang permanen ada dalam diri ini. Empati dibentuk melalui hal-hal atau kebiasaan yang terjadi sehari-hari.

Rumah menjadi tempat pertama di mana individu bisa belajar untuk mengenal orang lain, memahami, dan sebagainya. Ketika rutinitas itu dibangun, maka seseorang bisa menumbuhkan empati dalam dirinya. Kebiasaan apa saja yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu menumbuhkan empati?

1. Hadir sepenuhnya saat bersama anak

ilustrasi anak dan orangtua (pexels.com/Singkham)

Kalimat tersebut mungkin terdengar mudah atau simpel untuk dilakukan. Namun, tidak semua orang benar-benar bisa hadir seutuhnya saat mereka bersama orang lain, lho. Contohnya, tidak semua orang bisa menemani anak mereka bermain tanpa gadget. Tak jarang mereka ada di dekat anak, tapi sibuk dengan dunianya sendiri.

Psikolog dan dosen di University of Liverpool, Jeremy Sutton, mengatakan, "Hadirkan diri sepenuhnya saat berbicara dengan orang lain. Kenali topik-topik yang membuat mereka bersemangat, bahagia, atau sedih."

Jeremy Sutton menjelaskan bahwa sikap empati seseorang ditunjukkan melalui cara yang berbeda-beda sesuai tahapan perkembangan mereka. Bayi yang menangis termasuk cikal bakal empati. Balita menunjukkan sisi empati mereka dengan meminta maaf atau menunjukkan kepedulian terhadap orang.

"Dengan cara yang sangat nyata, mereka mulai 'mencoba' pengalaman orang lain, baik yang mereka lihat di TV, bersama teman-teman, atau dalam situasi keluarga," sambung Jeremy dalam PositivePsychology.com.

2. Ajak anak untuk bermain dan membaca

ilustrasi anak dan orangtua tiri (pexels.com/MART PRODUCTION)

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk menumbuhkan empati pada anak. Salah satunya dengan bermain dan membaca. Dua kegiatan ini merupakan bentuk awal anak mengenal berbagai emosi.

Jeremy menyarankan beberapa hal sebagai berikut:

  • Ajarkan anak nama-nama emosi

  • Kalau sedang membaca buku, tanya apa emosi yang sedang dirasakan oleh karakter dalam cerita itu

  • Biarkan anak-anak melihat kepedulian Anda terhadap kesejahteraan orang lain

  • Bacakan cerita kepada mereka dengan karakter dari berbagai latar belakang, dan diskusikan mengapa seseorang mungkin merasa seperti itu

3. Lebih banyak mendengar daripada berbicara

ilustrasi anak dan orangtua (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Empati gak hanya ditunjukkan melalui kata-kata, melainkan juga perilaku. Salah satunya adalah kemampuan mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Sebagai orangtua, kamu bisa belajar mendengarkan apa yang jadi kebutuhan anak.

"Setelah mendengarkan, tanyakan kebutuhan mereka, misalnya, 'Apa yang bisa aku lakukan untuk mendukungmu?', 'Apa yang kamu butuhkan dariku?' daripada langsung memberi saran atau solusi," kata Roger Kallen sebagai psikolog dan penulis, dalam laman pribadinya roggerkallen.com.

Orangtua yang berani memberikan apresiasi dan ikut merayakan kebahagiaan anak, sekecil apa pun itu, juga bentuk empati, lho. Kehadiran dan mendengarkan tanpa menghakimi adalah inti dari empati dan mungkin bagian terpenting dalam membangun hubungan positif.

Itu dia beberapa cara singkat bagaimana menumbuhkan empati dari hal-hal kecil di rumah. Ingat ya, anak akan meniru apa yang orang tuanya lakukan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article