Keluarga seharusnya menjadi tempat untuk merasa aman, diterima, dan mendapat dukungan. Namun, pola hubungan yang terus diwarnai kontrol, persaingan, pengabaian, atau ketidakstabilan dapat menciptakan dinamika keluarga yang tidak sehat. Mengenali pola tersebut bisa menjadi langkah awal untuk memahami hubungan keluarga dengan lebih baik.
Tidak semua konflik dalam keluarga berarti hubungan tersebut toksik. Yang perlu diperhatikan adalah perilaku yang terus berulang dan membuat anggota keluarga merasa tertekan, tidak aman, tidak dihargai, atau kehilangan batas pribadi. Berikut dinamika keluarga toksik yang perlu kamu kenali.
