Perasaan bersalah sebagai working parents sering muncul tanpa disadari, terutama ketika waktu bersama anak terasa terbatas sementara tanggung jawab pekerjaan tidak bisa ditinggalkan. Banyak orang tua merasa kehadirannya belum cukup, meskipun secara waktu dan energi sudah berusaha semaksimal mungkin. Di titik tertentu, rasa ini tidak lagi sekadar emosi sesaat, tapi mulai memengaruhi cara mengambil keputusan sehari-hari.
Masalahnya, rasa bersalah yang berlebihan tidak selalu berdampak positif. Alih-alih memperbaiki kualitas hubungan dengan anak, kondisi ini justru bisa menggeser fokus dari kebutuhan anak ke upaya meredakan perasaan tidak enak dalam diri sendiri. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda guilty jadi working parents sejak awal.
