Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Working Parents Bisa Tetap Dekat dengan Anak, Ini 5 Tipsnya

Working Parents Bisa Tetap Dekat dengan Anak, Ini 5 Tipsnya
ilustrasi orang tua yang membangun bonding dengan anaknya (pexels.com/Arina Krasnikova)
Intinya Sih
  • Artikel membahas tantangan working parents yang sering kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, namun tetap bisa menjaga kedekatan dengan anak melalui langkah sederhana.
  • Lima tips utama diberikan, seperti memanfaatkan quality time singkat, membuat rutinitas bersama, mengurangi distraksi gadget, melibatkan anak dalam aktivitas harian, dan mendengarkan tanpa menghakimi.
  • Fokus utama artikel adalah pentingnya konsistensi perhatian kecil untuk memperkuat bonding emosional antara orang tua bekerja dan anak di tengah kesibukan modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjadi working parents sering kali membuat waktu bersama anak terasa sangat terbatas. Rutinitas kerja yang padat, perjalanan panjang, hingga tugas rumah tangga membuat banyak orang tua merasa kesulitan membagi fokus antara pekerjaan dan keluarga.

Tidak sedikit yang akhirnya merasa bersalah karena jarang memiliki quality time bersama anak. Tapi, jangan khawatir, dengan langkah sederhana, working parents tetap bisa menjaga hubungan yang hangat dan dekat dengan anak. Berikut lima tips yang bisa diterapkan!

1. Manfaatkan waktu untuk quality time bersama anak

orang tua yang bermain dengan anaknya
ilustrasi orang tua yang bermain dengan anaknya (pexels.com/Arina Krasnikova)

Banyak working parents berpikir bonding harus dilakukan dengan waktu yang lama, padahal momen singkat juga bisa sangat berarti bagi anak. Waktu seperti sarapan bersama, mengantar sekolah, atau menemani anak sebelum tidur dapat menjadi kesempatan membangun kedekatan emosional.

Cukup hadir secara penuh saat bersama anak. Hindari terlalu fokus pada ponsel atau pekerjaan ketika sedang berbicara dengan mereka. Perhatian sederhana seperti mendengarkan cerita anak dapat membuat mereka merasa dihargai dan diperhatikan.

2. Buat rutinitas khusus bersama anak

membacakan buku cerita untuk anak
ilustrasi membacakan buku cerita untuk anak (pexels.com/Lina Kivaka)

Rutinitas kecil yang dilakukan secara konsisten membantu anak merasa lebih dekat dengan orang tua. Misalnya membaca buku bersama setiap malam, menonton film di akhir pekan, atau memasak sederhana bersama di rumah.

Aktivitas rutin seperti ini menciptakan rasa aman dan kebersamaan bagi anak. Meski terlihat sederhana, momen yang dilakukan berulang dapat menjadi kenangan berharga yang memperkuat bonding antara working parents dan anak.

3. Kurangi distraksi gadget saat bersama anak

orang tua yang bermain dengan anaknya
ilustrasi orang tua yang bermain dengan anaknya (pexels.com/Gustavo Fring)

Salah satu tantangan parenting modern adalah distraksi gadget, baik pada anak maupun orang tua. Banyak anak merasa diabaikan ketika orang tua tetap sibuk membalas chat atau membuka laptop saat sedang bersama mereka.

Karena itu, cobalah membuat waktu bebas gadget saat quality time keluarga berlangsung. Dengan komunikasi yang lebih fokus dan hangat, anak akan merasa lebih diperhatikan. Kebiasaan ini juga membantu membangun hubungan yang lebih sehat di dalam keluarga.

4. Libatkan anak dalam aktivitas sehari-hari

ibu dan anak yang sedang membuat kue
ilustrasi ibu dan anak yang sedang membuat kue (pexels.com/Gustavo Fring)

Working parents sering merasa tidak punya cukup waktu bermain bersama anak. Padahal, bonding bisa dibangun melalui aktivitas sederhana sehari-hari, seperti berbelanja, merapikan rumah, atau menyiapkan makanan bersama.

Melibatkan anak dalam kegiatan kecil membuat mereka merasa menjadi bagian penting dalam keluarga. Selain mempererat hubungan, cara ini juga membantu anak belajar tanggung jawab dan kerja sama sejak dini.

5. Dengarkan anak tanpa menghakimi

orang tua yang bermain dengan anaknya
ilustrasi orang tua yang bermain dengan anaknya (pexels.com/Jonathan Borba)

Anak membutuhkan orang tua yang mau mendengarkan, bukan hanya memberi nasihat. Saat anak bercerita tentang sekolah, teman, atau perasaannya, berikan respons yang tenang dan tidak langsung menyalahkan.

Kebiasaan mendengarkan dengan empati membantu anak merasa nyaman untuk terbuka kepada orang tua. Dalam jangka panjang, hubungan yang dibangun dengan komunikasi positif akan membuat bonding antara working parents dan anak menjadi lebih kuat.

Kesibukan kerja memang menjadi tantangan bagi banyak orang tua modern, tetapi bukan berarti hubungan dengan anak harus merenggang. Dengan perhatian kecil yang dilakukan secara konsisten, working parents tetap dapat membangun kedekatan emosional yang hangat dan bermakna. Selamat mencoba tips di atas dan semoga berhasil!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More