Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Buku Healing Karya Andreas Kurniawan, Pulihkan Inner Child

3 Buku Healing Karya Andreas Kurniawan, Pulihkan Inner Child
ilustrasi orang membaca buku (pexels.com/Mikhail Nilov)
Intinya Sih
  • Andreas Kurniawan, psikiater, menghadirkan buku healing dengan gaya hangat, empatik, humoris, dan dekat dengan pengalaman anak muda.
  • Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring membahas pengalaman kehilangan melalui refleksi sederhana, mengajak pembaca memaknai duka dan mengenal diri.
  • Dua buku lainnya mengulas tekanan ekspektasi sosial, burnout, serta inner child dan reparenting, melalui narasi ringan yang berangkat dari kisah-kisah dekat pembaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi pencinta buku bertema healing atau self-development, nama Andreas Kurniawan barangkali sudah gak asing lagi didengar. Penulis yang seorang psikiater ini giat membagikan edukasi seputar kesehatan mental lewat gaya penulisan maupun siniarnya yang hangat, penuh empati, humor, dan relatable dengan anak muda.

Buku pertamanya, Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring sukses mencuri perhatian banyak pembaca karena menyajikan topik grief (duka) dengan sudut pandang yang membumi dan menyentuh. Gak berhenti sampai di sana, Andreas pun menerbitkan buku-buku lainnya yang diharapkan bisa membantu seseorang merawat diri serta berdamai dengan masa lalunya. Berikut 3 rekomendasi buku healing karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ!

1. Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring

cover buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring
cover buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring (www.gramedia.com)

Ini adalah buku pertama Andreas yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama di tahun 2023 dengan tebal 212 halaman. Buku ini berkisah tentang proses bagaimana Andreas memaknai kehilangan besar dalam hidupnya. Sebagai seorang psikiater, membantu menyembuhkan pasien yang tengah berduka dengan keilmuan yang dimilikinya tentu bukan hal yang asing.

Namun, saat duka itu hadir dalam kehidupannya sendiri, teori-teori itu lantas diuji secara nyata. Lewat analogi sederhana seperti aktivitas mencuci piring, penulis mengajak pembaca menyelami proses grief (duka) dengan amat membumi. Andreas menuliskan pengalaman personalnya dengan gaya naratif dan santai, diselingi dark humor, dan refleksi yang relatable dengan kehidupan sehari-hari.

Lewat hal-hal kecil yang sering terabaikan, Andreas mengingatkan bahwa hidup akan terus berjalan. Ia mengajak pembaca untuk melihat duka dari sisi yang lebih hangat, bukan sebagai beban, tetapi proses untuk kembali mengenal diri sendiri.

2. Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya

cover buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya
cover buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya (www.gramedia.com)

Kalau buku sebelumnya mengangkat tema tentang grief (duka), khususnya ketika seseorang menghadapi kehilangan, di buku ini, Andreas mengajak kita untuk menelusuri tema yang melekat dengan keseharian anak muda, yakni tentang lelahnya dikejar ekspektasi sosial bagi manusia dewasa. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama di tahun 2025 dengan tebal 224 halaman.

Lewat kisah seorang pasien bernama Lalin, pembaca diajak untuk merenungi hidup. Ketika Lalin mengatakan bahwa ia ingin menjadi pohon semangka di kehidupan berikutnya, bukan berarti ia ingin benar-benar menjadi pohon semangka, ya. Pohon semangka di sini adalah metafora dari keinginan untuk menjadi sederhana, bermanfaat, dan apa adanya.

Buku ini membahas tentang fenomena burnout, kecewa, stuck, dan perasaan terbebani oleh ekspektasi sosial. Kalau kamu sedang merasakan hal-hal itu, membaca buku ini seperti sedang memperoleh pelukan yang hangat dan mendamaikan. Kamu gak akan menemukan kalimat yang menggurui di sini, sebaliknya kamu justru akan merasa dipahami secara utuh.

3. Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero

cover buku Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero
cover buku Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero (www.tukubooksstore.id)

Ini adalah buku terbaru karya Andreas yang diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama tahun 2026 dengan tebal 272 halaman. Apakah kamu merasa menjalani hidup dengan menggunakan topeng? Kalau iya, wajar memang. Banyak orang merasa demikian, sadar atau tanpa sadar. Topeng itu kita gunakan untuk menampilkan versi diri yang lebih mudah diterima.

Buku ini mengangkat tema inner child, mengajak kamu memahami bagaimana pengalaman masa kecil membentuk diri kamu sekarang, termasuk membentuk responsmu terhadap suatu hal. Sama seperti dua buku sebelumnya, gaya bahasa yang disajikan Andreas di buku ini terbilang ringan kok. Cerita-cerita yang ada terasa nyata dan dekat dengan pembaca. Dari buku ini, kamu belajar untuk menerima kerentanan dan belajar reparenting, yakni menjadi sosok orang tua bagi dirimu sendiri.

Kalau kita cermati judulnya, dr. Andreas selalu memberi judul yang unik pada bukunya, ya. Setiap judul diawali dengan kata seorang yang bertindak sebagai subjek atau tokoh utama dalam cerita analogi yang dibawakannya. Pendekataan ini justru gak terasa kaku dan membuat pembaca bisa lebih mudah masuk ke dalam cerita. So, di antara 3 buku tersebut, ada yang sudah pernah kamu baca?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More