“Permainan ini menarik karena menunjukkan bahwa bahasa kedua mereka juga dimiliki oleh orang lain,” kata Monal Gajjar, terapis wicara dan Bahasa, dikutip dari BBC.
9 Ide Game Multibahasa untuk Balita, Belajar Bahasa Jadi Lebih Seru

- Artikel menyoroti pentingnya mengenalkan dua bahasa sejak dini melalui permainan sederhana agar anak belajar secara alami tanpa tekanan.
- Sembilan ide permainan seperti berbisik, telepon-teleponan, hingga kartu kata membantu anak memahami kosakata dan konteks bahasa dengan cara menyenangkan.
- Pendekatan bermain ini memperkuat bonding keluarga sekaligus meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta fleksibilitas berpikir anak dalam menggunakan dua bahasa.
Mengajarkan lebih dari satu bahasa ke balita sering kali terasa tricky, apalagi kalau anak cepat bosan. Padahal, di usia dini mereka justru lebih mudah menyerap bahasa selama prosesnya terasa menyenangkan dan tidak dipaksakan. Kuncinya bukan pada seberapa sering kamu mengajarkan, tapi bagaimana kamu membuat anak tertarik untuk ikut terlibat.
Salah satu cara paling efektif adalah lewat permainan sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Selain bikin bonding makin dekat, aktivitas ini juga membantu anak memahami bahasa secara alami melalui pengalaman langsung. Yuk, coba beberapa ide game multibahasa berikut ini!
1. Permainan berbisik

Kalau anak masih malu atau kurang percaya diri, permainan berbisik bisa jadi langkah awal yang nyaman. Kamu bisa membisikkan satu kata atau kalimat, lalu minta anak menyampaikannya kembali dalam bahasa lain ke boneka atau anggota keluarga. Cara ini membuat anak belajar tanpa merasa sedang diuji.
Selain melatih kemampuan mendengar, permainan ini juga membantu anak membiasakan diri dengan pengucapan kata dalam dua bahasa. Mereka akan belajar meniru intonasi dan pelafalan dengan cara yang santai. Lama-lama, rasa percaya diri anak dalam berbicara pun ikut meningkat.
2. Telepon-teleponan ala rumah

Pernah lihat anak pura-pura nelpon pakai tangan? Nah, kamu bisa manfaatkan momen ini jadi permainan multibahasa. Ajak anak ngobrol dari jarak jauh menggunakan dua bahasa berbeda seolah sedang benar-benar melakukan panggilan telepon.
Lewat permainan ini, anak belajar bagaimana bahasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Mereka juga akan lebih peka terhadap nada suara, ekspresi, dan cara merespons lawan bicara. Tanpa sadar, kemampuan komunikasinya akan berkembang lebih cepat.
3. Boneka yang hanya paham satu bahasa

Coba buat karakter boneka yang hanya mengerti satu bahasa, misalnya bahasa Inggris saja. Lalu, minta anak membantu menerjemahkan apa yang kamu katakan agar boneka tersebut bisa memahami. Ini bikin anak merasa punya peran penting dalam permainan.
Selain seru, game ini membantu anak memahami fungsi bahasa dalam komunikasi nyata. Mereka jadi tahu kapan harus menggunakan bahasa tertentu. Kemampuan berpikir fleksibel dan empati juga ikut terasah lewat aktivitas ini.
4. Lempar bola sambil belajar kata

Main lempar tangkap ternyata bisa jadi media belajar bahasa yang efektif, loh. Setiap kali kamu melempar bola, sebutkan satu kata dalam satu bahasa. Saat anak melempar balik, mereka menyebutkan arti kata tersebut dalam bahasa lain.
Aktivitas ini membuat anak belajar sambil bergerak, jadi gak mudah bosan. Mereka juga jadi terbiasa menghubungkan dua bahasa secara langsung. Bonusnya, motorik kasar anak juga ikut terlatih.
5. Kartu kata sederhana

Kamu gak perlu alat mahal untuk bikin permainan edukatif. Cukup siapkan kartu berisi kata dalam dua bahasa, lalu ajak anak mencocokkan pasangan katanya. Tambahkan gambar supaya lebih menarik dan mudah dipahami.
Permainan ini melatih daya ingat dan kemampuan visual anak. Mereka belajar mengenali pola dan hubungan antara dua bahasa. Dengan cara ini, kosakata anak bisa bertambah tanpa terasa seperti belajar.
6. Petak umpet kata di rumah

Bikin suasana belajar jadi lebih aktif dengan menyembunyikan kartu kata di berbagai sudut rumah. Tugas anak adalah mencari pasangan kata dalam bahasa lain berdasarkan petunjuk yang kamu berikan. Serasa main petualangan kecil di rumah!
Game ini melatih fokus dan kemampuan problem solving anak. Mereka juga jadi lebih mandiri dalam menemukan jawaban. Semakin sering dimainkan, anak akan semakin terbiasa menggunakan dua bahasa secara bersamaan.
7. Tebak benda di sekitar

Permainan “aku melihat sesuatu” atau I Spy bisa jadi cara seru untuk mengenalkan kosakata baru. Kamu cukup mendeskripsikan benda dalam satu bahasa, lalu minta anak menebaknya. Setelah itu, ulangi dalam bahasa lain.
Cara ini membantu anak mengaitkan kata dengan benda nyata di sekitar mereka. Jadi mereka tidak hanya hafal, tapi juga benar-benar paham maknanya. Permainan ini juga mudah dilakukan di mana saja, bahkan saat lagi di luar rumah.
8. Main rima biar makin peka bunyi

Kalau ingin melatih kepekaan anak terhadap bunyi bahasa, coba permainan rima. Sebutkan satu kata, lalu minta anak mencari kata lain dengan bunyi yang mirip. Gak harus selalu benar, yang penting anak berani mencoba.
Permainan ini membantu anak mengenali pola bunyi dalam bahasa. Mereka juga belajar mengontrol gerakan mulut saat mengucapkan kata. Ini penting untuk mendukung pelafalan yang lebih jelas.
“Bahasa bukan hanya tentang merangkai kata, tetapi juga tentang bunyi, pola, dan intonasi,” jelas Monal Gajjar.
9. Permainan sudut bahasa

Tempelkan simbol atau bendera negara di setiap sudut ruangan sesuai bahasa yang ingin dikenalkan. Saat musik diputar, anak bebas bergerak, dan ketika musik berhenti, mereka harus memilih satu sudut. Setelah itu, mereka menyebutkan nama benda sesuai bahasa di sudut tersebut.
Permainan ini bikin anak belajar sambil bergerak aktif. Mereka juga belajar menyesuaikan bahasa dengan konteks tertentu. Suasana yang seru membuat anak lebih antusias untuk ikut bermain.
Belajar bahasa gak harus selalu serius dan penuh aturan. Justru lewat permainan sederhana, anak bisa menyerap lebih banyak tanpa merasa terbebani. Yuk, mulai dari hal kecil di rumah untuk bantu si kecil tumbuh jadi anak yang percaya diri dalam berbahasa!