Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Kata-kata Hebat yang Bisa Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak

7 Kata-kata Hebat yang Bisa Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak
ilustrasi parenting orangtua (freepik.com/freepik)

Setiap anak membutuhkan dukungan untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Menariknya, rasa percaya diri tidak selalu dibangun lewat hadiah besar atau pencapaian luar biasa, tetapi juga dari kata-kata sederhana yang mereka dengar setiap hari di rumah. Ucapan positif dari orangtua bisa membuat anak merasa dihargai, didengar, dan yakin pada kemampuan dirinya sendiri.

Karena itu, penting bagi orangtua untuk lebih sadar dalam memilih kalimat saat berbicara dengan anak. Berikut kata-kata hebat yang dapat meningkatkan kepercayaan diri anak.

1. “Papa/Mama percaya sama kamu.”

ilustrasi parenting (pexels.com/Tatiana Syrikova)
ilustrasi parenting (pexels.com/Tatiana Syrikova)

Kata-kata ini hanya membutuhkan beberapa detik untuk diucapkan, tetapi bisa berdampak seumur hidup pada seseorang. Menurut psikolog Dr. Danielle Roeske, Psy.D., MS, kata-kata ini sangat 'sakti' untuk membuat anak merasa yakin dengan dirinya sendiri.

"Ketika seorang anak mendengar bahwa orangtua mempercayainya, hal itu memperkuat keyakinan anak bahwa mereka mampu, dipercaya, dan dihargai, yang dapat memengaruhi hubungan dan pengalamannya di masa depan,” jelas Dr. Danielle Roeske, Psy.D., MS, dikutip dari Parade.

Sementara Dr. Denitrea Vaughan, Psy.D., LPC-S, seorang psikolog yang berspesialisasi dalam konseling keluarga dan harga diri, menciptakan ruang aman membantu anak tumbuh dengan emosional yang matang saat dewasa. Semua itu bisa dimulai dari rumah.

“Ini menunjukkan empati dan menciptakan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan emosi mereka (dan) berbagi pengalaman mereka,” jelas Dr. Vaughan.

2. “Papa/Mama bangga dengan usaha kerasmu.”

Ilustrasi parenting orangtua(pexels.com/Agung Pandit Wiguna)
Ilustrasi parenting orangtua(pexels.com/Agung Pandit Wiguna)

Ketika anak bisa mencapai sesuatu dan mendapatkan pujian seperti "anak pintar", "kamu hebat", ini bukanlah hal yang sepenuhnya buruk. Tapi, lebih menekankan usaha atau proses daripada hasil bisa lebih bermanfaat. Pendekatan ini membantu anak melihat nilai dalam perjalanan dan proses pembelajaran.

“Memberi label pada anak berdasarkan kemampuan mereka dapat berdampak negatif pada motivasi dan ketekunan mereka-seperti, ‘kamu pintar’ (atau) ‘kamu atlet hebat’-karena mereka melihat ini sebagai kemampuan statis yang tidak dapat diubah, jadi mengapa harus berusaha keras?” jelas Dr. Leslie Taylor, Ph.D., psikolog anak dikutip dari Parade.

3. “Tidak apa-apa membuat kesalahan.”

ilustrasi parenting (Pexels.com/Julia M Cameron)
ilustrasi parenting (Pexels.com/Julia M Cameron)

Seorang anak mungkin merasa agak sedih setelah melakukan kesalahan. Tetapi ingat bahwa kita semua juga membuat kesalahan. Jadi orangtua perlu menekankan bahwa membuat kesalahan bukanlah tanda kegagalan atau kemunduran.

“Ini menormalkan potensi kemunduran dan mengurangi rasa takut akan kesempurnaan, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan diri dengan mengajarkan anak-anak bahwa kesalahan adalah kesempatan untuk berkembang,” kata Dr. Danielle Roeske.

4. “Apa yang bisa Papa/Mama lakukan untuk mendukungmu?”

ilustrasi parenting (pexels.com/Tatiana Syrikova)
ilustrasi parenting (pexels.com/Tatiana Syrikova)

Pertanyaan sederhana ini dapat menanamkan hal penting pada anak-anak. Mereka bisa merenungkan perasaannya. Ketika anak mendapatkan dukungan dari orangtuanya, mereka bisa merasa berdaya dan membantumu dalam menyelesaikan tantangan.

“Dengan menanyakan apa yang mereka butuhkan, hal itu memungkinkan anak untuk merenungkan pikiran dan perasaan mereka,” kata Dr. Brett A. Biller, Psy.D., direktur kesehatanmental di Audrey Hepburn Children’s House, Hackensack University Medical Center.

“Anak-anak sering merasa berdaya ketika mereka terlibat dan mendapat dukungan dalam menyelesaikan masalah,” lanjutnya.

5. “Mari kita selesaikan ini bersama-sama.”

ilustrasi parenting (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi parenting (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kata-kata ini mendorong kerja sama tim, dan bisa mewujudkan impian orangtua untuk membesarkan anak yang percaya diri. Penting untuk menekankan pada anak bahwa mereka tidak sendiri. Terlebih ketika mereka sedang menghadapi masa sulit.

“Membiarkan anak tahu bahwa mereka tidak sendirian meningkatkan kepercayaan diri mereka,” kata Dr. Biller.

“Secara bersamaan, pemecahan masalah bersama anak memberikan contoh bagi anak tentang bagaimana memproses pikiran dan perasaan mereka, mengembangkan solusi untuk masalah, dan memilih pilihan terbaik,” lanjutnya.

6. “Papa/Mama mendengarkan.”

ilustrasi parenting (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi parenting (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Ketika anak-anak merasa didengarkan, mereka sering merasa divalidasi. Hal ini menjadi sebuah kunci penting dalam membangun kepercayaan diri anak. Itulah kenapa validasi perlu ditanamkan pada anak sejak dini.

“‘Aku mendengarkan’ memvalidasi emosi mereka, meningkatkan kepercayaan, dan memperkuat komunikasi terbuka, yang pada akhirnya menambah kematangan emosional dan sosial mereka,” kata Dr. Denitrea Vaughan.

7. “Papa/Mama senang menghabiskan waktu bersamamu.”

ilustrasi parenting (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi parenting (pexels.com/Kampus Production)

Kalimat ini bisa membangkitkan semua perasaan. Anak bisa merasa bahwa orangtua mereka selalu hadir. Anak pun akan merasa aman ketika berada dan memunculkan hubungan yang saling memiliki.

“Ini memperkuat nilai kehadiran mereka dan ikatan orangtua-anak, menumbuhkan rasa aman, rasa memiliki, hubungan yang sehat, dan kematangan emosional,” Dr. Vaughan menjelaskan.

Pada akhirnya, anak akan lebih mudah berkembang ketika mereka tumbuh di lingkungan yang penuh dukungan dan penghargaan. Kepercayaan diri anak dibangun sedikit demi sedikit melalui kebiasaan sehari-hari, termasuk dari cara orangtua berbicara kepada mereka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Menikmati Boredom yang Justru Bisa Memicu Kreativitasmu

11 Mei 2026, 08:48 WIBLife