ilustrasi ibu duduk bersama dua anak (pexels.com/ellyfairytale)
Karakter Gen Alpha yang berani dan kritis gak muncul begitu saja. Ada beberapa kondisi yang dianggap ikut memengaruhi cara mereka tumbuh dan melihat dunia.
1. Pola asuh orangtua
Sebagian besar Gen Alpha dibesarkan oleh orangtua milenial yang cenderung melibatkan anak dalam pengambilan keputusan dan menjelaskan alasan di balik aturan. Mengutip Parents, Ryan Fedoroff, MEd, Wakil Presiden bidang Pembelajaran dan Pengembangan Newport Healthcare, mengatakan pola ini dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir mandiri dan memecahkan masalah sehingga mereka merasa lebih berdaya dan percaya diri.
“Orangtua ini biasanya gak menerapkan hierarki dalam rumah tangga atau otoritas yang keras kepada anak. Sebaliknya, mereka membiarkan anak terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan berusaha lebih memahami mereka,” ujar Fedoroff.
2. Sejak kecil sudah terpapar teknologi
Gen Alpha tumbuh bersama internet dan media sosial sehingga bisa mengetahui berbagai kejadian di belahan dunia lain melalui layar. Menurut Fedoroff, kondisi ini membuat mereka lebih mudah melihat persoalan sosial, termasuk ketidakadilan dan beragam pendapat.
“Internet dan media sosial telah menciptakan generasi yang bisa melihat apa pun kapan saja, termasuk ketidakadilan sosial dan influencer yang menyampaikan pendapat mereka tentang segala hal.”
Paparan tersebut dapat membuat anak merasa punya suara dan kesempatan menyampaikan pendapat. Teknologi juga memungkinkan mereka terhubung dengan orang dari berbagai latar belakang, yang menurut Loray dapat membantu mengembangkan empati atau feral empathy, yakni empati yang seolah gak bisa dijinakkan, tetapi dalam sisi positif.
“Mereka membela satu sama lain, membela keluarga mereka, bahkan membela orang asing karena mereka merasa sangat terhubung dengan orang lain,” ujar Loray.
3. Tumbuh di tengah berbagai peristiwa besar
Gen Alpha tumbuh di tengah berbagai peristiwa besar, salah satunya pandemi COVID-19. Di era internet, mereka juga lebih mudah terpapar isu global sejak usia muda, termasuk persoalan keadilan, kesetaraan, dan keberagaman.
Menurut Rinaldi, paparan tersebut mungkin mempercepat kedewasaan dan pemahaman Gen Alpha. Ia menilai generasi ini kemungkinan akan ikut mendefinisikan kembali sejumlah konsep tradisional dan ekspektasi masyarakat.
“Paparan terhadap isu global sejak usia muda mungkin mempercepat kedewasaan dan pemahaman mereka,” kata Rinaldi.