Pola pikir anak tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh lingkungan terdekat, terutama keluarga. Orangtua memiliki peran besar dalam membentuk cara anak memahami dunia, termasuk dalam memandang perbedaan gender. Tanpa disadari, kebiasaan kecil dalam pola asuh bisa menanamkan nilai yang tidak sehat jika tidak diperhatikan dengan baik.
Seksisme sering kali tidak diajarkan secara langsung, tetapi muncul dari kebiasaan, ucapan, dan perlakuan sehari-hari yang dianggap biasa. Jika hal ini terus berulang, anak dapat tumbuh dengan pola pikir yang membatasi dirinya sendiri maupun orang lain berdasarkan gender. Oleh karena itu, penting untuk mengenali kesalahan-kesalahan orangtua yang bisa membentuk pola pikir seksis pada anak. Simak beberapa kesalahannya berikut ini!
