Di era media sosial, kemunculan kidfluencer atau influencer anak semakin menjadi fenomena yang menarik perhatian. Dengan dukungan platform digital, anak-anak kini dapat menunjukkan bakat mereka dalam berbagai bidang, mulai dari menyanyi, menari, memasak, hingga membuat konten edukatif. Tak sedikit yang berhasil meraih popularitas dan bahkan penghasilan yang fantastis sejak usia dini.
Namun di balik sorotan kamera dan jumlah pengikut yang terus bertambah, muncul pertanyaan penting: apakah aktivitas tersebut benar-benar menjadi sarana pengembangan bakat anak, atau justru berpotensi mengarah pada eksploitasi? Untuk memahaminya lebih dalam, berikut lima fakta tentang fenomena kidfluencer yang perlu diketahui.
