Denny Sumargo menjaga putrinya (dok. Youtube The Sumargo)
Bagi Denny, pengalaman menjadi seorang ayah membuatnya semakin memahami bahwa parenting bukan sesuatu yang memiliki rumus pasti. Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, sementara orang tua pun harus terus belajar dan beradaptasi. Di usia 44 tahun, Denny semakin memahami bahwa peran sebagai ayah tidak berhenti pada memenuhi kebutuhan anak secara materi. Ada proses untuk hadir, memperhatikan, mendengarkan, sekaligus memahami apa yang dibutuhkan anak dan pasangan dalam keseharian.
Pengalaman tersebut juga membuat Denny semakin menghargai peran Olivia sebagai ibu. Kelelahan fisik, perubahan emosi, hingga banyaknya keputusan yang harus dibuat setiap hari menjadi bagian dari realitas yang mungkin tidak selalu terlihat dari luar.
Dari sinilah semangat “Gue Baru Ngeh” menjadi relevan dengan pengalaman banyak orang tua. Ada banyak hal dalam parenting yang baru terasa penting setelah seseorang mengalaminya sendiri. Apa yang dahulu dianggap sepele bisa berubah menjadi perhatian utama ketika menyangkut kesehatan dan kenyamanan anak.
Melalui kolaborasi keluarga Denny Sumargo bersama Mustela, Interlac, Motherlove, dan Molagi dalam campaign “Gue Baru Ngeh”, pesan tersebut dibawa lebih dekat dengan realitas para orang tua: bahwa menjadi orang tua adalah sebuah perjalanan untuk terus belajar, semakin peduli, dan semakin sadar bahwa setiap pilihan yang dibuat hari ini dapat menjadi bagian dari upaya memberikan yang terbaik bagi keluarga.
Karena pada akhirnya, menjadi orang tua bukan tentang siapa yang paling banyak melakukan. Bukan pula tentang ayah “membantu” ibu. Parenting adalah peran bersama—dan terkadang, semuanya memang dimulai dari satu kesadaran sederhana: “Gue baru ngeh.” (WEB/TAMA)