Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Parenting ala Violet Bridgerton, Single Mother yang Penuh Cinta

Parenting ala Violet Bridgerton, Single Mother yang Penuh Cinta
Still cut serial Bridgerton Season 4 (dok. Netflix/Bridgerton Season 4)
Intinya Sih
  • Violet Bridgerton membesarkan delapan anaknya seorang diri setelah suaminya meninggal, menghadapi tekanan sosial bangsawan dengan pola asuh penuh cinta dan pemahaman terhadap karakter tiap anak.
  • Ia menerapkan love-based parenting yang menyeimbangkan aturan keluarga dengan komunikasi terbuka, mendukung pilihan anak tanpa bersikap otoriter namun tetap menjaga nilai moral.
  • Sebagai single mother, Violet menunjukkan fleksibilitas dan kecerdasan emosional tinggi, mengajarkan kejujuran, keteguhan prinsip, serta empati agar anak-anak tumbuh bijak dan berintegritas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Violet Bridgerton adalah ibu dari keluarga Bridgerton yang terpaksa mendidik 8 anaknya seorang diri setelah sang suami meninggal. Tentunya, membesarkan putra-putri bangsawan dengan tuntutan masyarakat yang tinggi mendorong ia melakukan pola parenting berbeda. Ia harus menyesuaikan karakter masing-masing anak dengan kebutuhan mereka tanpa melanggar standar sosial yang ketat.

Meski Violet hanyalah karakter fiksi dalam serial Bridgerton, namun caranya mendidik dan mengasuh anak-anak dapat memberikan perspektif baru orangtua. Dari Violet, inilah parenting lessons yang bisa diikuti untuk mendidik anak, terutama bagi single mother.

1. Menerapkan loved-based parenting

cuplikan Bridgerton
cuplikan Bridgerton (dok. Netflix/Bridgerton)

Hidup sebagai seorang bangsawan menuntut Violet dan anak-anaknya untuk selalu tampil sempurna serta tidak melanggar etika moral di masyarakat. Dalam situasi ini, Violet berupaya untuk menyeimbangkan antara aturan yang ketat dengan keinginan anak-anaknya. Ia memimpin dengan cinta, memahami keinginan dan kebutuhan masing-masing anaknya, bukan mengontrol atau bersifat otoriter.

Hal ini terlihat ketika Benedict memilih Sophie Baek sebagai pasangannya, daripada terus menerus melawan kehendak anak keduanya, Violet justru berbalik untuk memberikan dukungan. Love-based parenting menerapkan komunikasi yang intens dan terbuka dengan seluruh anggota keluarga, namun di sisi lain mengarahkan dengan norma atau standar keluarga yang kuat.

2. Mendidik dengan pengasuhan yang fleksibel, namun punya batasan tegas

Still cut serial Bridgerton Season 4
Still cut serial Bridgerton Season 4 (dok. Netflix/Bridgerton Season 4)

Violet juga menunjukkan sikap yang demokratis dalam mendidik buah hatinya. Ia tidak menerapkan pengasuhan yang strict dengan aturan di masa lampau. Violet menyadari yang perlu dilakukannya adalah mendengarkan pendapat anak-anaknya, membangun komunikasi personal dengan mereka, namun di sisi lain juga menerapkan batasan yang konsisten.

Sebagai orangtua, Violet juga tidak menutup diri, ia cenderung learning by doing, sehingga pengasuhannya cukup fleksibel. Ia terbuka untuk berdiskusi dan tidak selalu terpaku pada kehendaknya, setelah memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari anak-anak. Inilah yang membuat ia menjalin kedekatan yang kuat dengan Anthony hingga Hyacinth.

3. Membentuk kecerdasan emosional dan berprinsip

Karakter Bridgerton - Fransesca Bridgerton
Karakter Bridgerton - Fransesca Bridgerton (instagram.com/bridgertonnetflix)

Membesarkan anak sebagai ibu tunggal tentu memberi tantangan tersendiri bagi Violet, terlebih dalam pengambilan keputusan. Namun, ia adalah sosok yang jujur dan tulus. Violet tak segan menampilkan perasaan lemah, kegagalan dan kerapuhan. Hal ini memberikan pemahaman bahwa Violet memiliki kecerdasan emosional yang baik, tidak mengesampingkan perasaan negatif.

Di sisi lain, dalam banyak keputusan Violet juga menunjukkan karakter yang teguh dan punya value tinggi. Kedua sisi diri Violet membuat anak-anak lebih bijaksana ketika menghadapi pilihan. Tidak gegabah, mempertimbangkan berbagai hal, serta jujur dengan diri sendiri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us