Lengan kecil itu tengah sibuk bermain dengan berbagai mainan, mulai dari dinosaurus hingga robot yang berserakan di sekitarnya. Namun, ketika kaki kecilnya mencoba melangkah untuk mengambil mainan yang berada sedikit jauh dari jangkauan, tubuhnya tampak limbung dan belum mampu menjaga keseimbangan hingga akhirnya terjatuh ke lantai. Wajahnya mulai sendu, lalu air mata bening keluar dari pelupuk mata. Si kecil menangis karena rasa sakit akibat terjatuh yang membuatnya merasa tidak nyaman.
Tak lama kemudian, sepasang tangan besar meraih tubuh kecil itu untuk direngkuh dan digendong ke dalam dekapan. Usapan lembut sang ibu ternyata belum cukup membuat tangisnya mereda. Ibu kemudian kembali menaruh anak di atas lantai dan mengajaknya bergerak. Untuk mengalihkan perhatiannya, ibu mencoba bergerak berputar hingga akhirnya gerakan tersebut diikuti oleh anak. Ibu juga mengajak anak melompat dan bergoyang sebagai bagian dari stimulasi gerak yang memberikan input vestibular, sehingga anak tidak hanya kembali tenang, tetapi juga mendapat kesempatan untuk mengenali gerakan tubuhnya.
