Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perjalanan Motherhood Angel Pieters yang Mengubah Segalanya
Angel Pieters dalam sesi intimate sharing bertajuk “Merawat Diri, Merawat Jiwa”, bagian dari rangkaian Thank You Mom Club di LovLov pada Sabtu (8/8/2026) (dok. BListed))
  • Angel Pieters merilis versi baru “Separuh Hidupmu” bersama Neida dan Wizzy, memaknai lagu itu sebagai pesan cinta ibu untuk anaknya dalam acara Thank You Mom Club.
  • Menjadi ibu dan kelahiran Caspar mendorong Angel menghadapi ketakutan kehilangan identitas, sekaligus menemukan inspirasi untuk pertama kali menulis lirik serta mengomposisi lagu sendiri.
  • Angel menggambarkan postpartum sebagai fase emosional berat, lalu memilih merawat diri dan keluar dari pikiran negatif agar hadir sebagai versi terbaik bagi anak, suami, dan keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Angel Pieters merilis versi terbaru dari lagu “Separuh Hidupmu” bersama Neida dan Wizzy. Lagu yang penuh lirik romantis ini justru punya makna baru dari Angel, tentang pesan cinta seorang ibu kepada anaknya. Ia membagikan kisah personal di balik lagu ini dalam sebuah sesi intimate sharing bertajuk “Merawat Diri, Merawat Jiwa”, bagian dari rangkaian 'Thank You Mom Club' yang dilaksanakan di LovLov, PIK.

Buat sebagian besar perempuan, transisi menjadi ibu membawa rasa takut dan cemas akan kehilangan diri sendiri. Tak terkecuali dengan Angel Pieters ketika menjadi seorang ibu, ia merasakan cinta sekaligus perubahan yang luar biasa dalam kehidupannya. Namun, kehadiran anaknya yang membuat Angel melalui perjalanan yang membawanya pulang ke versi paling utuh dari dirinya sendiri.


1. Cintanya ke anak menjadi sumber inspirasi Angel dalam berkarya

Angel Pieters dalam sesi intimate sharing bertajuk “Merawat Diri, Merawat Jiwa”, bagian dari rangkaian Thank You Mom Club di LovLov pada Sabtu (8/8/2026) (dok. BListed)

Bagi Angel Pieters, menjadi ibu bukan sekadar membawanya ke peran baru tetapi juga menjadi titik balik perjalanan bermusiknya. Dalam sesi intimate sharing yang digelar pada Sabtu (8/8/2026), Angel mengaku baru menemukan keseriusan sesungguhnya dalam bernyanyi saat ia memiliki seorang anak. Sebagaimana realita menjadi ibu baru, Angel sempat dihantui rasa takut dan cemas. 

"Pada saat aku hamil Caspar, aku ketakutan entering the motherhood era scares me a lot. Aku takut kehilangan mimpi. Aku takut kehilangan identitas diriku. Aku takut karena aku merasa aku punya banyak trauma yang belum selesai dengan diriku. Apakah aku bisa membesarkan anak ini secara utuh ketika diriku sendiri belum utuh?" ungkap Angel.

Nyatanya, ketakutan itu yang menjadi kekuatannya dalam berkarya. Setelah Caspar Arsyanendra Wisesa lahir, Angel seperti melihat dunia baru dengan perspektif yang berbeda. Setelah 18 tahun berkarier, untuk pertama kalinya ia bisa membuat lagunya sendiri.

“Untuk pertama kalinya aku bisa menulis lirik sendiri. I can compose my own song. Itu inspirasinya adalah cintaku terhadap anakku sendiri. Aku tidak mengarang-ngarang itu," tuturnya.


2. Angel sempat melewati masa postpartum yang tidak mudah

Angel Pieters dalam sesi intimate sharing bertajuk “Merawat Diri, Merawat Jiwa”, bagian dari rangkaian Thank You Mom Club di LovLov pada Sabtu (8/8/2026) (IDN Times/Adyaning Raras)

Menurutnya masa postpartum adalah fase yang mengerikan dan cukup berat secara emosional. Angel menggambarkan momen ini seperti menyebrangi jembatan yang mengerikan. Pilihannya cuma dua, yaitu gagal atau berhasil.

“Antara kamu bisa menuju ke arah yang lebih baik atau kamu bisa looping. Kamu bisa berputar dalam pikiran yang negatif. Tapi waktu aku punya anak itu adalah awakening moment buatku. Di situlah aku memutuskan aku gak mau stay di pemikiranku yang negatif,” ceritanya.

Angel merasa ia tidak bisa stuck berada di lingkar pemikirannya sendiri. Untuk itu, ia berusaha melakukan banyak hal untuk mengembalikan semangat dan kepercayaan dirinya.

“Aku justru merasa balik ke diriku sendiri itu sekarang, dari aku melahirkan anakku. Aku rasa semua ibu-ibu merasakan hal yang sama,” katanya setelah tiga tahun sejak momen melahirkan Caspar.


3. Berperan sebagai ibu adalah karier tersendiri

Angel Pieters dalam sesi intimate sharing bertajuk “Merawat Diri, Merawat Jiwa”, bagian dari rangkaian Thank You Mom Club di LovLov pada Sabtu (8/8/2026) (IDN Times/Adyaning Raras)

“Being a mom is already a career itself,” tegasnya.

Buat Angel, ibu bukan sekadar peran biasa melainkan juga profesi dengan tanggung jawab penuh. Seorang ibu punya tanggung jawab yang besar terhadap dirinya sendiri, keluarga, dan anaknya.

Setelah menikah dan punya anak, Angel merasakan sendiri bagaimana ia harus menikmati perjalanan sebagai ibu tanpa melupakan dirinya sendiri. Kuncinya adalah hadir sepenuhnya untuk diri sendiri.

“Buat aku apa sih greatest job sebagai seorang ibu, seorang ibu tugas terbaiknya adalah menjadi versi terbaik dari dirinya bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk anak, suami, dan keluarga. Itu adalah salah satu turning point,” katanya.


Penting bagi Angel untuk merawat dirinya sendiri terlebih dulu. Setelah sudah merasa utuh, ia merasa punya value yang lebih banyak untuk diajarkan kepada anak. 

"Menjadi ibu itu mengubah banyak hal dalam hidup aku, termasuk cara aku bermusik. Tapi satu hal yang aku pelajari, menjadi ibu gak berarti aku harus berhenti jadi diri sendiri atau berhenti berkarya. Justru lewat merawat diri, aku belajar merawat jiwa aku juga supaya aku bisa hadir sebagai versi terbaik dari diri aku, buat anak dan keluarga aku," tutup Angel Pieters.


Curated For You

Editorial Team

Related Article