ilustrasi anak ke salon (pexels.com/RDNE Stock project)
Memilih gaya rambut untuk anak harus disesuikan dengan usianya. Salah satu alasannya adalah supaya anak bisa diterima dengan mudah di lingkungan sosialnya dan penampilannya tidak terlalu mencolok. Kelompok usia anak yang berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda-beda pula terkait kemampuan perawatan diri, tingkat aktivitas, dan kesadaran sosial. Berikut Khamis Maiouf memberikan rekomendasi gaya rambut anak sesuai usianya:
Pada usia ini, anak memerlukan potongan rambut yang bisa tahan dengan aktivitas mereka, juga minim persiapan di pagi hari. Potongan cepak atau cenderung pendek untuk anak perempuan sangat direkomendasikan. Rambut juga sebaiknya tidak menutup mata agar tidak mengganggu gerak mereka.
Untuk anak usia Sekolah Menengah Pertama, biasanya memiliki aturan penampilan yang lebih ketat, tak terkecuali gaya rambut. Potongan populer meliputi potongan rambut bertekstur, potongan rambut bergradasi, dan potongan rambut berlapis sebahu yang menawarkan gaya tanpa berlebihan.
Pada usia ini, anak sudah lebih tahu gaya rambut seperti apa yang mereka mau. Namun tetap saja, orangtua mesti mengarahkan agar pilihan anak tidak menyalahi aturan di sekolah. Gaya rambut modern seperti fade, quiff, dan gaya rambut bertekstur panjang memungkinkan anak untuk berekpresi, namun tetap pada jalur yang tepat.
Intinya, tidak ada aturan pakem tentang seberapa sering anak harus pergi ke salon untuk memangkas rambutnya. Kebutuhan anak soal merapikan rambut mereka bisa berbeda satu sama lain. Orangtua dapat melihat tanda-tanda rambut anak harus segera dirapikan jika sudah terlalu panjang atau model potongannya tak terlihat lagi.
Memastikan anak memangkas dan merawat rambut serta kulit kepala, akan membantu menjaga kesehatannya dan membuat mereka tampil lebih percaya diri. Semoga informasi dari artikel ini bisa membantu, ya.