Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Seberapa Sering Kamu Harus Potong Rambut? Simak Penjelasannya

Seberapa Sering Kamu Harus Potong Rambut? Simak Penjelasannya
ilustrasi potong rambut (pexels.com/Beyzanur K.)
Intinya Sih
  • Tidak ada waktu pasti untuk potong rambut karena frekuensinya tergantung pada kondisi, panjang, tekstur, dan kebutuhan spesifik tiap individu.
  • Memotong rambut secara rutin membantu menjaga kesehatan rambut, mencegah ujung bercabang, serta mempertahankan bentuk dan gaya yang diinginkan.
  • Ahli menyarankan interval potong berbeda: rambut pendek tiap 6 minggu, panjang sedang 6–12 minggu, dan disesuaikan lagi menurut tekstur seperti halus, tebal, atau keriting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tak sedikit perempuan yang ingin mempertahankan tatanan rambut mereka. Namun, seperti halnya kuku, rambut akan tumbuh seiring waktu dan itu bisa memengaruhi gaya rambut sebelumnya. Ketika berbicara tentang seberapa sering rambut harus dipotong, para ahli mengatakan bahwa tidak ada jawaban pasti mengenai pertanyaan tersebut. Sebab, semuanya, tergantung pada kondisi dan kebutuhan spesifik rambut setiap orang.

Menurut penata rambut selebritas dan duta global Dyson Beauty, Irinel de León, frekuensi rambut harus dipotong sangat bervariasi. Hal itu ditentukan oleh tekstur rambut, panjang rambut, serta seberapa sering kamu mewarnai rambut.

“Pada dasarnya, memotong rambut secara teratur memiliki banyak manfaat. Misalnya, bisa membantu meningkatkan pertumbuhan rambut, menciptakan ketebalan alami, dan mencegah rambut terlalu kering atau patah,” kata De León, dikutip dari Vogue. “Jadi, pastikan kamu mengunjungi salon pada waktu yang tepat,” imbuhnya.

Untuk mengetahui seberapa sering kamu harus memotong rambut, yuk simak penjelasan para ahli berikut ini!

1. Potong rambut vs. merapikan rambut

potong rambut
ilustrasi potong rambut (pexels.ocm/by Natallia)

Meskipun sebagian orang sering menggunakan kata “merapikan” dan “memotong” secara bergantian ketika berbicara tentang rambut, keduanya memiliki arti yang berbeda. De León menjelaskan bahwa merapikan berarti hanya memotong satu atau dua inci di ujung rambut dengan tujuan untuk mempertahankan bentuk rambut kamu saat ini.

Sementara, memotong berarti memangkas rambut lebih drastis, yaitu lebih dari dua hingga tiga inci. Memotong rambut biasanya melibatkan perubahan bentuk rambut secara menyeluruh. Misalnya, dari rambut panjang terurai menjadi potongan bob sebahu. Maka dari itu, kamu harus menggunakan istilah yang tepat karena akan menentukan hasil akhirnya.

2. Tanda-tanda kamu perlu potong rambut

potong rambut
ilustrasi potong rambut (pexels.com/Maria Geller)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa frekuensi potong rambut setiap orang berbeda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun, penata rambut seleb Paul Norton menyebutkan bahwa ada beberapa tanda jelas yang bisa menjadi indikator kalau sudah waktunya untuk memotong rambut.

“Dua faktor kunci yang perlu dipertimbangkan saat ingin memotong rambut, yakni 1) apakah kamu sudah tidak lagi bisa mendapatkan gaya rambut yang kamu inginkan dan 2) apakah ujung rambutmu terlihat rusak?” ujar Norton, dilansir Byrdie.

Jika kamu merasa setuju dengan kedua pertanyaan tersebut, gak ada salahnya mengunjungi salon agar rambutmu segera diperbaiki. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan tatanan rambut yang sesuai keinginan.

3. Frekuensi memotong rambut berdasarkan panjang rambut

potong rambut
ilustrasi potong rambut (pexels.com/Godwin Torres)

Jika dilihat berdasarkan panjang rambut, berikut frekuensi potong rambut yang direkomendasikan oleh ahli:

  • Rambut pendek: kenyataannya, semakin pendek rambut, semakin banyak perawatan yang dibutuhkan agar tetap sehat. Ini karena rambut pendek akan lebih terlihat jelas ketika mulai panjang dan itu bisa mengubah bentuk rambut secara menyeluruh. Menurut penata rambut seleb T. Cooper, dikutip dari Vogue, rambut pendek sering kali membutuhkan pemotongan yang lebih intens demi mempertahankan bentuk dan gayanya. Oleh karena itu, ia menyarankan agar memotong rambut minimal enam minggu sekali.
  • Rambut panjang sedang: jika kamu memiliki rambut panjang sedang dan ingin mempertahankannya, De León merekomendasikan untuk memotong rambut setiap 6 hingga 12 minggu.
  • Rambut panjang: Rodney Cutler, pemilik salon Cutler dan duta Redken, dalam laman Vogue, menuturkan bahwa frekuensi memotong rambut panjang ditentukan oleh seberapa sehat rambut tersebut sejak awal. Jika kamu rentan mengalami ujung rambut bercabang atau mudah kusut, ia menyarankan untuk melakukan pemotongan rambut setiap 8 hingga 10 minggu. Akan tetapi, bila rambutmu sehat dan kuat, sebaiknya potong rambut setiap 10 hingga 12 minggu sekali.

4. Frekuensi memotong rambut berdasarkan tekstur rambut

potong rambut
ilustrasi potong rambut (pexels.com/RDNE Stock project)

Jika dilihat berdasarkan tekstur rambut, berikut frekuensi potong rambut yang disarankan oleh ahli:

  • Rambut halus: tipe rambut halus biasanya mempunyai ciri khas tipis dan terlihat cepat rusak. Maka dari itu, De León menyarankan untuk memotong rambut halus setiap 4 sampai 5 minggu sekali untuk rambut halus pendek dan setiap 8 hingga 12 minggu untuk rambut halus panjang.
  • Rambut tebal: khusus rambut tebal, sebaiknya hindari memotong rambut terlalu sering jika tidak mengalami kerusakan parah. Cutler menyarankan bahwa 8 hingga 12 minggu sekali adalah waktu yang cukup untuk mengunjungi salon rambut.
  • Rambut keriting, bergelombang, dan bertekstur: bagi pemilik rambut keriting, bergelombang, dan bertekstur, memangkas rambut secara teratur setiap 6 hingga 8 minggu merupakan frekuensi yang ideal untuk menjaga bentuk ikal dan mencegah kerusakan.

Demikianlah penjelasan mengenai seberapa sering kamu harus memotong rambut. Pada intinya, tidak ada jawaban pasti mengenai waktu yang benar-benar tepat untuk memotong rambut karena hal itu dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari panjang rambut, tekstur rambut, hingga kebutuhan rambut itu sendiri. Jadi, pastikan kamu selalu merawat rambut dengan baik dan periksa kondisi rambutmu apakah sebaiknya perlu dipotong atau tidak, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More