Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Sumber Kekecewaan Anak di Hari Ulang Tahunnya

anak kecewa
ilustrasi anak kecewa (pexels.com/Ivan S)
Intinya sih...
  • Kehadiran orangtua sangat penting dalam setiap momen berharga anak. Anak melihat di setiap acara ultah kawan-kawannya, orangtua mereka selalu ada. Malah orangtua yang pertama menyambut setiap tamu yang tiba.
  • Ada anak yang agak masa bodoh terkait ulang tahun. Ultahnya diperingati atau tidak terserah orangtua saja. Akan tetapi, ada pula anak yang telah membayangkan konsep pesta tertentu.
  • Sumber kekecewaan anak sebenarnya berpangkal pada janji yang tidak ditepati. Hadiah ulang tahun selalu terasa begitu spes
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak anak, acara perayaan ulang tahun biasanya dianggap penting. Sebab hampir semua temannya setiap ulang tahun juga dirayakan. Anak melihat hal tersebut tentu menjadi ingin ultahnya juga diperingati.

Soal tempat mungkin bukan hal terpenting untuknya. Asalkan ada acara di rumah khusus buat memperingati ulang tahun anak, dia sudah senang. Namun, ada beberapa hal yang bisa mengubah rasa gembiranya menjadi kesedihan bahkan kemarahan.

Ternyata sekadar perayaan buat menyenangkan hatinya juga gak cukup. Ada hal-hal lain yang perlu dipahami oleh orang dewasa terutama orangtua. Anak kadang tak bisa mengemukakan masalahnya dengan jelas. Tahu-tahu ia murung, menangis, bahkan tantrum di tengah atau setelah pesta ulang tahun selesai. Berikut ini sumber kekecewaan anak di hari ulang tahunnya.

1. Orangtua malah gak hadir

ulang tahun
ilustrasi ulang tahun (pexels.com/Vlada Karpovich)

Kehadiran orangtua sangat penting dalam setiap momen berharga anak. Jangan menganggap urusan begini bisa diwakili pengasuh anak atau kakek dan neneknya. Terpenting kamu serta pasangan sebagai orangtua sudah membayar semua biaya perayaan ultah.

Acaranya juga dibuat semeriah mungkin. Kalian menggelar acara yang melebihi ekspektasi anak. Harapannya, itu menggantikan ketidakhadiran kalian. Padahal, buat anak justru kehadiran orangtua yang utama.

Walaupun kakek, nenek, dan pengasuh setiap hari juga bersama anak; dia tahu kalian tidak sama. Anak melihat di setiap acara ultah kawan-kawannya, orangtua mereka selalu ada. Malah orangtua yang pertama menyambut setiap tamu yang tiba.

Itu memperlihatkan kasih sayang yang besar. Sebaliknya, ketiadaan kalian bikin anak cemas dan berpikir ke mana-mana. Jangan-jangan kalian gak sungguh-sungguh menyayanginya.

2. Konsep acara beda dengan keinginannya

ulang tahun
ilustrasi ulang tahun (pexels.com/Kampus Production)

Ada anak yang agak masa bodoh terkait ulang tahun. Ultahnya diperingati atau tidak terserah orangtua saja. Bila pun ulang tahunnya akan dirayakan, soal konsep acara juga sepenuhnya mengikuti pertimbangan orangtua.

Pokoknya, anak cuma tahu beres. Dia siap meniup lilin ulang tahunnya dan menerima hadiah. Akan tetapi, ada pula anak yang telah membayangkan konsep pesta tertentu. Misal, harus ada badut dengan kostum karakter kesukaannya.

Atau, ia menginginkan semua orang yang hadir berpakaian layaknya pangeran dan putri dalam buku dongeng. Sampai beberapa jam bahkan menit sebelum acara, anak masih yakin konsepnya bakal persis dengan keinginannya. Ketika ternyata gak ada badut atau tamu-tamunya berpakaian bebas, bisa-bisa dia mengambek dan tidak mau keluar kamar.

3. Juga hadiah lain dari yang dijanjikan

ulang tahun
ilustrasi ulang tahun (pexels.com/Ivan S)

Sumber kekecewaan anak sebenarnya berpangkal pada janji yang tidak ditepati. Hadiah ulang tahun selalu terasa begitu spesial. Terlebih kamu dan pasangan sudah menjanjikan sesuatu. Begitu janji terlontar, anak gak membayangkan kemungkinan lain terkait hadiahnya.

Ketika waktu membuka hadiah tiba dan ternyata isinya beda, drama pun dimulai. Anak kecewa bukan main. Meski hadiah orangtua juga bagus bahkan mungkin lebih mahal dari keinginan anak, fokusnya tetap pada janji.

Apalagi benda di dalam kotak tak pernah diinginkannya. Contoh, anak sedang sangat menginginkan sepatu roda dan kalian berjanji memberikannya di hari ulang tahun. Namun, isi kado kalian malah tas sekolah keren bermerek terkenal yang mahal. Anak tetap kecewa. Kalian pun bisa kecewa melihat reaksi anak yang seperti tidak bersyukur.

4. Sahabat tidak datang

ulang tahun
ilustrasi ulang tahun (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Anak juga punya sahabat. Malah persahabatan semasa anak-anak biasanya lebih lengket. Anak sempat menginginkan hanya sahabat-sahabatnya yang diundang ke acara ulang tahunnya. Kawan-kawan lain tidak usah.

Namun, kamu dan pasangan memberinya pengertian bahwa sikap membeda-bedakan kawan begitu tidak baik. Sahabat maupun teman biasa harus tetap diundang. Supaya anak memiliki lebih banyak kawan.

Juga biar teman-temannya yang lain tidak merasa cemburu. Akan tetapi, tetap anak dapat bermuram durja kalau sahabat kentalnya di kelas malah gak datang. Satu sahabat yang tak memenuhi undangan seakan-akan menghapus seluruh kebahagiaan anak di hari ulang tahunnya.

5. Akhir yang tidak menyenangkan

ulang tahun
ilustrasi ulang tahun (pexels.com/Ivan S)

Pesta ulang tahun mungkin berjalan baik di awal sampai pertengahan acara. Masalah yang bikin suasana hati anak menjadi jelek baru di akhir acara. Seperti ada beberapa temannya yang ribut sendiri sampai bertengkar atau menjatuhkan banyak hidangan.

Atau, beberapa orangtua buru-buru mengajak kawan-kawannya pulang dengan berbagai alasan. Pesta ulang tahunnya sudah sepi tamu sebelum benar-benar selesai. Anak ingin menangis dan tak lagi bersemangat melanjutkan acara.

Mungkin kamu serta pasangan yang harus mengakhiri acara. Anak sudah telanjur gak mood. Dia cuma mau digendong sambil menyembunyikan wajahnya. Bila anak dinasihati dan dibujuk di tempat takutnya malah tambah kesal.

Memang tidak selalu mudah menebak dan menjaga suasana hati anak. Apalagi terkait acara yang sangat spesial buatnya. Beda harapan sedikit saja dia dapat sebal. Orangtua mesti mengerti sumber kekecewaan anak di hari ulang tahunnya dan mengobrolkan soal pesta ulang tahun ini secara terbuka serta detail dengan anak. Supaya gak ada kesalahpahaman yang mengecewakannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

Jobdesk Event Staff Pemula: Tugas, Syarat, dan Gajinya

08 Feb 2026, 20:03 WIBLife