Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ancaman Overfishing, WWF Ingatkan Pentingnya Seafood Berkelanjutan

Ancaman Overfishing, WWF Ingatkan Pentingnya Seafood Berkelanjutan
ilustrasi orang menyantap seafood (pexels.com/极星 贝)
Intinya Sih
  • WWF menyoroti ancaman overfishing yang membuat 90% sumber daya perikanan dunia telah dieksploitasi, mendorong pentingnya konsumsi seafood berkelanjutan untuk menjaga ekosistem laut.
  • Sustainable seafood adalah hasil tangkapan atau budidaya laut yang meminimalkan dampak lingkungan dan sosial, dengan sertifikasi seperti MSC sebagai penanda praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab.
  • WWF Indonesia merilis panduan seafood dengan sistem warna: hijau untuk pilihan aman, kuning untuk dipertimbangkan, dan merah untuk dihindari demi menjaga kelestarian laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Hari Laut Sedunia atau World Oceans Day diperingati setiap tanggal 8 Juni. Tentunya, momen ini gak sekadar peringatan saja, melainkan pengingat bagi kita semua untuk melestarikan dan menjaga laut. Adanya peringatan Hari Laut Sedunia diharapkan mampu meningkatkan kesadaran manusia terkait kondisi laut bumi, termasuk bagi para pecinta kuliner seafood. Isu overfishing, kerusakan terumbu karang, dan limbah plastik di laut tentu menjadi masalah nyata yang terus mengancam bumi kita.

Lantas, apakah mencintai laut berarti kita berhenti mengonsumsi hidangan laut? Jawabannya gak harus kok. Belakangan ini, muncul istilah sustainable seafood atau hidangan laut berkelanjutan. Biar makin jelas bagaimana menikmati hidangan laut tanpa merusak ekosistem laut, yuk simak penjelasan berikut!

1. Apa itu sustainable seafood?

ilustrasi orang menjual hasil tangkapan laut
ilustrasi orang menjual hasil tangkapan laut (pexels.com/Nhà văn)

Seafood jadi hidangan yang digemari dan dinikmati oleh banyak orang. Di sisi lain, overfishing atau eksploitasi sumber daya laut masih jadi masalah sekaligus ancaman besar laut kita. Dilansir laman Yayasan TAKA, berdasarkan laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO), hampir sekitar 90 persen sumber daya perikanan global saat ini telah dieksploitasi hingga batas maksimal. Ini berarti hanya tersisa 10 persen stok ikan dunia yang statusnya masih aman dan belum mengalami tekanan penangkapan. Tren penurunan stok ikan dunia yang statusnya aman ini nyatanya terus terjadi sejak tahun 1974.

Kondisi inilah yang melahirkan pergerakan sustainable seafood. Sustainable seafood adalah makanan laut yang ditangkap atau dibudidayakan dengan meminimalkan dampak lingkungan serta sosial. Sustainable seafood dapat mencegah overfishing dan meminimalkan dampak negatif terhadap habitat di laut.

2. Cara mengenali hidangan laut yang berkelanjutan

ilustrasi orang menyantap seafood
ilustrasi orang menyantap seafood (pexels.com/Alina Skazka)

Lantas, bagaimana cara kita mengenali seafood yang kita konsumsi termasuk sustainable seafood? Bagaimana suatu produk bisa menyandang predikat itu? Salah satu tolok ukurnya adalah sertifikasi dari lembaga global, seperti halnya Marine Stewardship Council (MSC). Menurut MSC, ada tiga aspek yang menunjukkan bahwa aktivitas penangkapan ikan itu dikatakan berkelanjutan. Tiga aspek itu ialah berasal dari populasi, punya dampak minimal terhadap lingkungan laut, dan berada di area manajemen yang efektif, responsif, dan bertanggung jawab. Sertifikat ini membuat hasil tangkapan bisa dilabeli, sehingga konsumen seafood pun dapat mengetahui mana seafood yang sudah tersertifikasi dan mana yang belum.

Selain mengetahui dari label hasil sertifikasi, sebagai konsumen yang cerdas, kamu juga bisa mengetahui seafood yang berkelanjutan dengan membaca pedoman seafood yang telah diterbitkan oleh sejumlah lembaga seperti Monterey Bay Aquarium Seafood Watch, Ocean Wise, Audubon G.U.L.F., EDF Seafood Selector, WWF Seafood Guides. Di Indonesia sendiri, panduan sustainable seafood telah diterbitkan oleh WWF Indonesia.

WWF Indonesia mengeluarkan seafood guide sebagai panduan untuk kamu mengonsumsi hidangan laut ramah lingkungan. Isinya berupa seafood yang perlu kamu hindari, bisa kamu pertimbangkan, serta pilihan terbaik untuk dikonsumsi. Ada dua kategori produk seafood, yaitu tangkapan alam (wild catch) dan budidaya (aquaculture).

3. Panduan seafood WWF Indonesia

ilustrasi orang menyantap seafood
ilustrasi orang menyantap seafood (pexels.com/Daniel Andraski)

Dalam panduan seafood yang diluncurkan oleh WWF Indonesia, makanan laut dikelompokkan menggunakan sistem warna.

  • Kategori hijau adalah daftar seafood yang paling direkomendasikan untuk dikonsumsi. Ini berarti populasinya melimpah dan ditangkap dengan alat yang ramah lingkungan tanpa merusak terumbu karang. Selain itu, seafood kategori ini juga dibudidayakan dengan metode tepat tanpa merusak ekosistem. Beberapa pilihan terbaik seperti ikan cakalang yang ditangkap di wilayah Indonesia Timur, serta ikan bandeng dan udang windu yang dibudidayakan secara tradisional.
  • Kategori kuning merupakan seafood yang perlu kamu pertimbangkan. Seafood di kelompok ini populasinya mulai mengalami tekanan di alam atau metode budidaya serta penangkapannya berdampak buruk bagi lingkungan. Contohnya ialah udang vaname hasil budidaya semi intensif hingga intensif dan bandeng budidaya semi intensif.
  • Terakhir, kategori merah, yakni seafood yang perlu kamu hindari. Kategori ini merupakan peringatan keras untuk gak dikonsumsi. Makanan laut yang masuk ke daftar merah biasanya bersumber dari spesies yang dilindungi, hampir punah, atau ditangkap dengan metode yang merusak lingkungan. Contoh seafood kategori ini seperti hiu, telur ikan, dan tuna sirip biru.

Jadi, untuk melestarikan laut, kamu gak perlu berhenti mengonsumsi seafood, ya. Kita bisa tetap kok mengonsumsinya dan menikmati kelezatannya dengan panduan yang tersedia. Yuk, jadikan momentum Hari Laut Sedunia ini sebagai momentum untuk kita memilih hidangan laut secara bijak demi kelestarian laut di bumi!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More