Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Profesi Paling Dibutuhkan 5 Tahun Mendatang Berdasarkan WEF, Favorit!

Profesi Paling Dibutuhkan 5 Tahun Mendatang Berdasarkan WEF, Favorit!
ilustrasi kerja di luar negeri (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Laporan World Economic Forum memprediksi sekitar 22% pekerjaan global akan berubah antara 2025–2030, dengan munculnya jutaan profesi baru dan pergeseran besar di berbagai sektor.
  • Bidang yang paling dibutuhkan mencakup tenaga garis depan, kesehatan dan perawatan, pendidikan, teknologi digital serta kecerdasan buatan, hingga energi terbarukan dan lingkungan.
  • Perubahan ini menuntut pekerja untuk terus belajar, beradaptasi dengan teknologi, serta mengembangkan keterampilan baru agar tetap relevan di pasar kerja masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dunia kerja sedang berada di fase perubahan besar. Teknologi berkembang cepat, kondisi ekonomi global tidak selalu stabil, dan kebutuhan manusia ikut bergeser seiring perubahan gaya hidup serta demografi. Akibatnya, banyak jenis pekerjaan akan berubah bentuk, sementara profesi baru justru semakin dibutuhkan.

Menurut laporan The Future of Jobs Report 2025 yang dirilis World Economic Forum, periode 2025–2030 akan menjadi masa krusial bagi pasar tenaga kerja global. Sekitar 22 persen pekerjaan diperkirakan mengalami perubahan dengan jutaan pekerjaan baru muncul dan sebagian lainnya tergeser. Berikut bidang profesi yang diproyeksikan paling dibutuhkan dalam lima tahun ke depan!

1. Tenaga Kerja Garis Depan (Frontline Workers)

Ilustrasi kerja
Ilustrasi kerja (pexels.com/EqualStock IN)

Pekerjaan garis depan diperkirakan mencatat pertumbuhan terbesar secara jumlah. Profesi ini mencakup pekerja pertanian, pengemudi logistik dan pengantaran, tenaga konstruksi, pekerja manufaktur makanan, hingga tenaga penjualan ritel. Peran mereka sangat vital karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Meskipun otomatisasi terus berkembang, banyak tugas di sektor ini masih membutuhkan kehadiran manusia. Ketahanan fisik, kecepatan respons, dan interaksi langsung membuat profesi garis depan sulit tergantikan sepenuhnya oleh teknologi.

2. Tenaga Kesehatan dan Profesi Perawatan

Ilustrasi dokter melihat jam
Ilustrasi dokter melihat jam (Pexels.com/RDNE Stock project)

Peningkatan usia harapan hidup mendorong lonjakan kebutuhan tenaga kesehatan. Profesi seperti perawat profesional, asisten perawatan lansia, tenaga kesehatan masyarakat, serta pekerja sosial diprediksi semakin dibutuhkan, terutama di negara dengan populasi menua.

Selain layanan medis, sektor perawatan juga mencakup dukungan emosional dan sosial yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin. Inilah yang membuat profesi di bidang kesehatan tetap relevan dan memiliki prospek jangka panjang.

3. Tenaga Pendidik dan Profesional Pendidikan

Ilustrasi kerja
Ilustrasi kerja (pexels.com/RDNE Stock project)

Pertumbuhan penduduk usia belajar di berbagai negara meningkatkan kebutuhan akan guru dan tenaga pendidik. Profesi seperti guru sekolah menengah, dosen, instruktur vokasi, dan pendidik berbasis keterampilan akan semakin dibutuhkan.

Peran pendidik tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk pola pikir, karakter, dan kemampuan adaptasi generasi masa depan. Di tengah perubahan teknologi, pendidikan justru menjadi kunci utama menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.

4. Spesialis Teknologi Digital dan Kecerdasan Buatan

Ilustrasi AI
Ilustrasi AI (pexels.com/ThisIsEngineering)

Bidang teknologi menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat secara persentase. Profesi seperti spesialis AI dan machine learning, analis big data, pengembang perangkat lunak, serta insinyur fintech semakin dicari oleh berbagai industri.

Hampir semua sektor kini bergantung pada teknologi digital untuk efisiensi dan inovasi. Akibatnya, tenaga kerja dengan kemampuan teknis dan literasi digital tinggi akan memiliki peluang karier yang sangat luas.

5. Profesional Energi Terbarukan dan Lingkungan

Ilustrasi kerja
Ilustrasi kerja (pexels.com/Gustavo Fring)

Transisi menuju ekonomi hijau menciptakan banyak peluang kerja baru. Profesi seperti insinyur energi terbarukan, ahli lingkungan, spesialis kendaraan listrik, serta konsultan keberlanjutan diproyeksikan tumbuh pesat.

Kesadaran global terhadap perubahan iklim membuat sektor ini menjadi investasi jangka panjang. Profesi di bidang energi hijau tidak hanya relevan secara ekonomi, tetapi juga berdampak besar bagi masa depan lingkungan.

Perubahan dunia kerja adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Namun dengan memahami arah profesi yang paling dibutuhkan, kita bisa menyiapkan diri lebih baik. Kunci utamanya adalah terus belajar, beradaptasi, dan berani mengembangkan keterampilan baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More