Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bisa Latih Otak Biar Lebih Bahagia, Mulai Lakukan 8 Kebiasaan Ini

Bisa Latih Otak Biar Lebih Bahagia, Mulai Lakukan 8 Kebiasaan Ini
ilustrasi mahasiswa memakai earphone (pexels.com/charlottemay)
Intinya Sih
  • Penelitian The Big JOY Project menunjukkan kebahagiaan bisa dilatih lewat micro-habits yang memengaruhi sistem penghargaan otak, membuat kita lebih peka terhadap hal positif di sekitar.
  • Delapan kebiasaan sederhana seperti berbuat baik, mencari humor, menikmati alam, dan mengurangi waktu layar terbukti membantu menurunkan stres serta meningkatkan suasana hati.
  • Konsistensi dalam melakukan kebiasaan kecil ini melatih otak merespons hidup dengan lebih tenang dan bahagia tanpa perlu perubahan besar dalam rutinitas sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Merasa bahagia sering dianggap bergantung pada keadaan. Padahal, sains menunjukkan kebahagiaan bisa dilatih. Otak memiliki kemampuan beradaptasi melalui kebiasaan kecil yang dilakukan berulang. Inilah yang membuat perasaan positif bisa muncul lebih sering dari hari ke hari.

Dilansir Real Simple, riset dari The Big JOY Project menunjukkan, bahwa micro-habits berdampak langsung pada sistem penghargaan di otak. Kebiasaan kecil ini membuat kita lebih peka pada hal baik di sekitar dan jika dilakukan konsisten bisa membantu otak terbiasa merespons lebih positif. Yuk, kenali kebiasaan sederhana yang bisa membuatmu lebih mudah merasa bahagia.

1. Lakukan lima kebaikan kecil setiap hari

ilustrasi memasak bersama dengan keluarga
ilustrasi memasak bersama dengan keluarga (.pexels.com/augustderichelieu)

Berbuat baik kepada orang lain bukan hanya menyenangkan bagi mereka, tetapi juga bagi dirimu sendiri. Tindakan kecil seperti mengirim pesan lucu, membantu orang sekitar, atau memberi perhatian sederhana sudah cukup. Kebaikan kecil ini memicu rasa hangat yang mudah diingat oleh otak.

Saat perasaan positif itu muncul, otak akan terdorong untuk mengulanginya lagi. Tanpa sadar, kamu sedang membentuk kebiasaan bahagia lewat tindakan sederhana. Semakin sering dilakukan, semakin kuat efeknya.

2. Biasakan mencari hal lucu setiap hari

ilustrasi bermain handphone
ilustrasi bermain handphone (pexels.com/olly)

Humor membantu tubuh melepaskan hormon yang membuat perasaan lebih ringan. Cobalah setiap malam mengingat tiga hal lucu yang terjadi hari itu. Cara ini melatih otak untuk lebih peka pada sisi menyenangkan dalam hidup.

Kejadian lucu tidak harus besar atau istimewa. Hal receh yang membuatmu tersenyum pun sudah cukup. Yang penting, kamu membiasakan diri melihat hidup dari sisi yang lebih ringan.

3. Keluar rumah dan rasakan suasana sekitar

Ilustrasi jalan-jalan di taman
Ilustrasi jalan-jalan di taman (pexels.com/Mizuno K)

Paparan cahaya alami dan udara segar membantu menenangkan sistem saraf. Kamu tidak perlu pergi jauh, cukup berjalan sebentar di sekitar rumah. Perhatikan suara, aroma, dan pemandangan di sekitarmu dengan sadar.

Kebiasaan ini membantu menurunkan stres yang sering menumpuk tanpa disadari. Saat tubuh lebih rileks, suasana hati pun ikut membaik. Otak belajar mengaitkan momen di luar ruangan dengan perasaan tenang.

“Pergilah ke luar dan perhatikan pemandangan atau hijaunya lingkungan sekitar dengan membuka semua indramu dan bergerak dengan penuh kesadaran,” kata Elissa Epel, PhD, profesor dan wakil ketua Departemen Psikiatri University of California San Francisco, dikutip dari Real Simple.

4. Ubah cara pandang terhadap kejadian buruk

ilustrasi pelajar melakukan presentasi
ilustrasi pelajar melakukan presentasi (pexels.com/kampus)

Hal tidak menyenangkan pasti terjadi dan itu memang bagian dari hidup. Namun, kamu bisa melatih diri untuk melihat sisi yang lebih netral dari kejadian tersebut. Cara ini membantu emosi tidak terlalu lama terjebak dalam rasa kesal.

Kamu juga tidak perlu memaksakan diri untuk langsung berpikir positif. Cukup tanyakan pada diri sendiri, apakah situasi ini masih bisa ditoleransi dan apakah akan berlalu? Pola pikir seperti ini membantu otak menjadi lebih tangguh saat menghadapi stres.

5. Dengarkan kabar baik dari orang lain dengan sungguh-sungguh

ilustrasi memeriksa handphone
ilustrasi memeriksa handphone (pexels.com/olly)

Sering kali kita lebih fokus pada cerita masalah daripada kabar baik. Padahal, mendengarkan cerita menyenangkan dari orang lain bisa ikut menularkan emosi positif. Ini juga memperkuat hubungan sosial yang penting bagi kebahagiaan.

Saat seseorang bercerita hal baik, beri perhatian penuh tanpa terdistraksi. Tunjukkan bahwa kamu ikut senang dengan kabar tersebut. Kehangatan ini menciptakan rasa bahagia dua arah.

6. Tegaskan kembali nilai hidup yang kamu pegang

ilustrasi perempuan menulis to do list
ilustrasi perempuan menulis to do list (pexels.com/juditpeter)

Kebahagiaan sering terganggu ketika hidup tidak sejalan dengan nilai yang diyakini. Coba tuliskan empat nilai paling penting dalam hidupmu. Lalu, lihat apakah kamu sudah menjalaninya dalam keseharian.

Latihan ini membantu hidup terasa lebih terarah dan bermakna. Kamu juga jadi lebih mudah mengambil keputusan saat merasa bingung. Dari sini, rasa puas dan bahagia lebih mudah muncul.

“Urutkan empat nilai inti terpenting dan tulis penjelasan singkat tentang bagaimana nilai itu hadir dalam hidupmu,” kata Elissa Epel.

7. Ganti self-criticism dengan self-compassion

ilustrasi perempuan sedang memegang gelas
ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)

Saat menghadapi kesulitan, banyak orang justru menyalahkan diri sendiri. Padahal, bersikap lebih lembut pada diri bisa menurunkan tekanan emosional. Self-compassion membantu kamu menerima bahwa rasa sakit adalah bagian dari menjadi manusia.

Cobalah mengatakan pada diri sendiri, bahwa situasi ini memang menyakitkan dan kamu tidak sendirian. Akhiri dengan kalimat penguat yang menenangkan diri. Cara ini membantu otak merespons stres dengan lebih tenang.

8. Kurangi waktu dengan layar

ilustrasi bermain handphone
ilustrasi bermain handphone (pexels.com/yankrukov)

Terlalu lama menatap layar membuat kita mudah terdistraksi. Tanpa sadar, kita juga jadi sering membandingkan diri dengan orang lain. Mengurangi screen time membantu kamu kembali hadir sepenuhnya di dunia nyata.

Cobalah menjauh dari perangkat setidaknya 30 menit setiap hari. Gunakan waktu itu untuk aktivitas yang lebih bermakna. Kebiasaan ini membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan rasa bahagia.

Melatih otak agar lebih bahagia tidak membutuhkan perubahan besar, cukup kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten setiap hari. Dari langkah sederhana itulah rasa bahagia perlahan jadi lebih mudah kamu rasakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More