Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Manfaat Membangun Kebiasaan Introspeksi Diri, Naik Level!

ilustrasi seorang perempuan yang sedang berpikir (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi seorang perempuan yang sedang berpikir (pexels.com/Mikhail Nilov)

Setiap manusia pasti memiliki peluang untuk menciptakan kesalahan, tidak peduli apakah itu yang sifatnya disengaja mau pun diluar kehendak. Sayang, terkadang yang merasakan dampak buruk dari kekeliruan tersebut tidak hanya diri sendiri, tetapi juga orang lain, terutama yang sering melakukan interaksi. Oleh sebab itu, penting introspeksi diri.

Namun, pada kenyataannya, cukup banyak ditemukan kasus-kasus di mana seseorang tidak pernah bersedia untuk mengevaluasi diri karena dia merasa selalu benar. Akibatnya bisa fatal, seperti jadi musuh bagi banyak orang, hingga tersesat dalam situasi yang merugikan. Kalau sudah begini, pasti akan menimbulkan penyesalan, bukan?

Oleh sebab itu, jangan jadi manusia yang sombong dan ingin menang sendiri. Sebaliknya, belajarlah membangun kebiasaan untuk introspeksi diri. Jika kamu bersedia untuk melakukan hal ini secara rutin, maka bersiaplah merasakan beragam manfaat seperti yang disebutkan dalam rangkuman berikut ini.

1.Berkesempatan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu

ilustrasi seorang pria yang sedang merenung (pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi)
ilustrasi seorang pria yang sedang merenung (pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi)

Manusia selalu bisa berbuat salah, sekali pun itu bukan suatu kesengajaan. Namun, segala kekeliruan tersebut bisa menciptakan kerugian, baik bagi diri sendiri mau pun orang lain. Oleh sebab itu, diperlukan usaha untuk mencegah terjadinya hal-hal yang kurang baik di kemudian hari.

Guna mencapai tujuan itu, kamu harus rutin melakukan introspeksi diri. Melalui tindakan inilah, kamu bisa mengetahui daftar kesalahan apa saja yang sudah diperbuat, terutama yang tidak disadari. Dengan begini, kamu bisa meningkatkan kewaspadaan, sehingga tidak lagi mengulangi atau bahkan menciptakan kekeliruan lain di masa yang akan datang.

2.Mengembangkan kemampuan diri

ilustrasi fokus bekerja (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi fokus bekerja (pexels.com/Karolina Grabowska)

Selain mencegah terulangnya kesalahan di lain kesempatan, kebiasaan untuk introspeksi diri juga berguna untuk memperbaiki kelemahan yang dimiliki. Sebagai contoh, kamu sedang berusaha untuk meraih sesuatu yang penting. Ternyata, hasil yang diharapkan tidak kunjung terlihat meski merasa sudah melakukan segala cara yang terbaik.

Di momen seperti ini, kamu perlu mengevaluasi kinerja selama ini. Siapa tahu, ada hal-hal yang sebenarnya sudah tepat, hanya saja perlu ditingkatkan performanya agar mendapatkan hasil terbaik. Oleh sebab itu, membiasakan untuk introspeksi diri secara tidak langsung berkontribusi terhadap upaya untuk meningkatkan kualitas pribadi.

3.Tidak mudah menghakimi orang lain

ilustrasi seseorang yang sedang berpikir (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi seseorang yang sedang berpikir (pexels.com/Karolina Grabowska)

Salah satu peribahasa yang terkenal mengatakan, “Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak”. Ini memiliki makna yang dalam bahwa seseorang bisa dengan mudahnya mencari-cari kesalahan orang lain, meski begitu kecil, sedangkan tidak menyadari kekurangan diri sendiri yang sebenarnya sungguh nyata. Sayangnya, fenomena seperti ini sangat banyak terjadi di kalangan masyarakat. Semua merasa dirinya bagaikan hakim yang berhak mengadili orang lain.

Namun, kejadian buruk tersebut tentu dapat dihindari apabila kamu rutin melakukan introspeksi. Tindakan ini mengajarkan untuk lebih dulu melihat kepada diri sendiri ketika ada kesalahan, sehingga tidak dengan mudahnya menuduh orang lain yang melakukannya. Dengan begini, kamu akan memiliki kualitas pengendalian diri yang baik, sehingga tidak menimbulkan kekacauan yang bisa memperkeruh suasana.

Membangun kebiasaan untuk introspeksi diri merupakan tindakan yang bijaksana. Kamu akan semakin terlatih untuk sabar dan sadar dalam menghadapi segala sesuatu. Tidak hanya itu, kamu juga dapat mengembangkan kemampuan, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ratna Kurnia Ramadhani
EditorRatna Kurnia Ramadhani
Follow Us