Kamu mungkin pernah sedang capek-capeknya sama pekerjaan atau tugas kampus, terus ada teman dengan mudahnya bilang, "udah, positive thinking saja"? Rasanya pasti ingin banget teriak karena emosi yang lagi kamu rasain seolah-olah dianulir begitu saja, kan? Nah, belakangan ini, tak sedikit literatur modern dan buku psikologi terbaru mulai terang-terangan menggugat budaya 'harus positif' yang selama ini sering mengurung kamu dalam rasa bersalah.
Literatur-literatur modern saat ini justru membawa pesan yang sangat melegakan, yaitu menormalisasi rasa marah menjadi langkah tepat agar tetap waras di dunia saat ini. Bayangkan, deh, kalau kamu terus-terusan menekan emosi dan memendam kekesalan demi divalidasi sebagai si "paling sabar", ujung-ujungnya malah bakal menjadi bom waktu buat kesehatan mentalmu sendiri. Inilah empat sebab mewajarkan rasa marah di masa kini adalah hal yang wajar.
