Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Manfaat Kemarahan yang Jarang Disadari, Apa Saja?

4 min read
4 Manfaat Kemarahan yang Jarang Disadari, Apa Saja?
ilustrasi wanita dengan ekspresi marah (pexels.com/Pavel Danilyuk)
  • Kemarahan yang dikelola secara sadar dapat menjadi pendorong untuk memperjuangkan kebutuhan atau keinginan, seperti meminta kejelasan peluang promosi kepada atasan.
  • Menyampaikan kemarahan dengan pengertian dan kepedulian membantu pasangan memahami masalah, membuka komunikasi, serta mencari solusi bersama dalam hubungan.
  • Kemarahan dapat memberi wawasan tentang diri sendiri dan memperkuat posisi saat negosiasi, terutama bila disampaikan secara beralasan, hati-hati, dan tidak disembunyikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dari semua emosi yang manusia miliki, amarah mungkin emosi yang paling banyak orang sulit hadapi. Tentu saja, sebab rasa amarah adalah emosi yang identik bisa memicu berbagai masalah datang. Emosi ini sangat tidak nyaman dan bagi sebagian orang dapat memicu lebih banyak pergulatan batin daripada jenis emosi lainnya.

Ada orang yang merasa lebih mudah untuk menepis atau memendam rasa marah demi terhindari dari konflik. Adapula yang lebih berani mengekspresikan rasa marah, sebab itu  cara mereka untuk melindungi diri dari rasa sakit atau perlakukan tidak adil dari orang lain. Ada juga orang-orang yang terkadang memendam amarah, terkadang bisa meluapkan rasa marah secara tiba-tiba.

Jika kamu dibesarkan oleh orang tua yang memiliki toleransi rendah terhadap perasaan anaknya, kamu  mungkin terbiasa menepis amarah, bahkan merasa tak perlu  merasakannya. Padahal, semakin kuat kamu memendam rasa marah, semakin kuat pula ledakannya saat emosi tersebut akhirnya meletus. Lantas, bagaimana mengekspresi emosi marah bisa menjadi kekuatan untukmu?

  1. 1. Kemarahan dapat menjadi motivator kuat untuk melangkah maju

    saat amarah berubah jadi kekuatan diri
    ilustrasi karyawan sedang marah (pexels.com/Yan Krukau)

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang diperlihatkan gambar orang sedang marah, lebih terpancing untuk melihat gambar berikut yang menyertainya. Kemarahan ibarat tenaga pendorong yang memacu kamu untuk mengupayakan apa yang kamu butuhkan atau inginkan. Emosi ini seakan memberi pesan berteriak “Lakukanlah!”.

    Contohnya, tanpa menunjukkan rasa marah, kamu adalah karyawan lama yang berdedikasi di perusahaan hanya berdiam diri saat melihat karyawan muda naik jabatan lebih dahulu. Tapi, saat berani menunjukkan rasa marah akan kekecewaan, kamu akan langsung bertanya pada supervisor terkait mengenai alasan kamu belum naik jabatan. Dengan begitu, supervisor pun mulai mempertimbangkan promosimu.

  2. 2. Kemarahan dapat memperkuat hubungan kamu

    saat amarah berubah jadi kekuatan diri
    potret pasangan sedang berdebat (pexels.com/RDNE Stock project)

    Dalam penelitian lain, menyembunyikan kemarahan dalam hubungan yang intim bisa berdampak buruk. Saat kamu menyembunyikan kemarahan dari pasangan, kamu mungkin melewatkan penyampaian pesan penting yang sebenarnya sangat perlu pasangan dengar. Tentu saja, cara penyampaiannya perlu hati-hati, tetap perlu disampaikan dengan penuh rasa pengertian dan kepedulian terhadap pasangan.

    Contoh, saat kamu marah melihat pasangan tidak bisa menyimpan barang-barang miliknya dengan benar dan membuat rumah berantakan. Pasanganmu menyimpan hampir seluruh barang di dalam ruang penyimpanan sudut hingga penuh. Padahal, kamu ingin menggunakan ruang itu sebagai ruang kerja. 

    Kalo kamu memilih memendam amarah, pasangan tak akan tahu itu kebiasaan buruk yang mengganggu. Tapi, jika kamu bilang kau  kesah, jelaskan ruangannya akan lebih baik dimanfaatkan. Setelah perdebatan sengit pun kamu dan pasangan bisa menemukan solusi terbaiknya.

  3. 3. Kemarahan dapat membantu kamu lebih memahami diri sendiri

    saat amarah berubah jadi kekuatan diri
    ilustrasi karyawan sedang marah (pexels.com/Yan Krukau)

    Dalam penelitian lain, orang-orang ditanya mengenai dampak dari luapan kemarahan yang baru saja dialami. Lima puluh persen menyatakan bahwa kemarahan  tersebut  berujung pada hasil yang positif. Ada banyak yang mengatakan  bahwa marah secara meluap telah memberi mereka wawasan mengenai  kekurangan diri sendiri.

    Kemarahan dapat membantu kamu untuk melihat diri sendiri dengan lebih jelas, serta memotivasi perubahan diri. Saat kamu memilih untuk menyatakan seberapa kesal dirimu terhadap suatu situasi dan sampai di puncak emosi. Namun, setelah membiarkan dirimu memproses semua emosi,  beberapa waktu kemudian kamu bisa muncul dengan sudut pandang baru, menyadari kesalahan diri penyebab amarah ini.

  4. 4. Kemarahan dapat membantu kamu dalam negosiasi

    saat amarah berubah jadi kekuatan diri
    potret dua orang karyawan sedang berdebat (pexels.com/Antoni Shkraba)

    Dalam sebuah studi mengenai negosiasi, orang-orang cenderung memberikan konsesi lebih besar dan mengajukan lebih sedikit tuntutan kepada pihak yang menunjukkan daripada yang tidak. Artinya, kemarahan sebenarnya bisa membuat posisi kamu tampak lebih kuat. Terutama, saat rasa marah tersebut disampaikan secara beralasan, penuh pertimbangan, dan berhati-hati.

    Saat kamu mengetahui dirimu marah dan memilih untuk tidak berusaha menyembunyikannya. Kamu justru bisa berpikir bagaimana rasa marah tersebut seharusnya diatasi. Kamu mungkin akan lebih berani maju dan menjelaskan kepada orang  terkait alasan kamu merasa marah. Komunikasi tersebut dapat secara terduga membantu kamu  mengatasi  permasalahan, demikian masalah selesai.

    Jadi, sekarang berhentilah untuk mengatakan “Stop!” setiap kali kamu merasa ingin marah. Sekarang, mulailah pandang kemarahan ini sebagai emosi  yang bermanfaat, bukan sesuatu yang perlu dihindari. Perhatikan kemarahanmu dan perhatikan pada momen seperti apa biasanya muncul. 

    Lalu, coba dengarkan pesan yang dibawa amarah, kelola secara sadar, biarkan amarah memotivasi dan memberi kamu energi. Kemarahan jika dikelola dengan cara yang tepat dapat menjadi sebuah kekuatan. Jadi, saat kamu berusaha keras meredam amarahmu, sebenarnya  kamu  sedang meredam kekuatanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More