Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tips Membujuk Diri supaya Gak Jadi Beli Barang Mewah, Solutif!

ilustrasi kegiatan belanja (pexels.com/Alexandra Maria)
ilustrasi kegiatan belanja (pexels.com/Alexandra Maria)

Siapa sih enggak tergoda dengan barang mewah yang tawarkan sejuta benefit. Mulai dari kualitas tinggi hingga merek ternama yang tawarkan validitas akan kelas sosial tinggi. Memang gak ada salahnya kalau mau beli luxury brand, jika memang dengan tujuan sekaligus anggaran dana yang jelas.

Namun, jika tidak butuh, terlebih selalu dipaksakan untuk bisa selalu membeli barang mewah. Tentu bukan tak mungkin siklus keuanganmu jadi gak sehat, finansial jadi buntung di akhir. Sebagai bahan pertimbangan, berikut sederet cara halus yang bisa kamu terapkan supaya gak jadi beli barang mewah.

1. Ubah mindset terkait penyesalan

ilustrasi penggunaan kartu kredit (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi penggunaan kartu kredit (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Istilah lebih baik dibeli daripada menyesal di akhir, bikin penasaran, apalagi pas balik stoknya sudah habis, dan sejenisnya. Istilah tersebut terasa gak asing, alhasil jadi dalih untuk gak apa-apa beli barang mewah ini dan itu tanpa pengendalian dana secara khusus.

Sebaliknya, kalau dalam hatimu sejujurnya sadar akan borosnya beli barang mewah. Maka, coba ubah mindset dari yang awalnya lebih baik beli daripada menyesal, jadi lebih baik gak beli dariapada menyesal.

Ya, lebih baik gak beli daripada menyesal di akhir saat saldo rekening terkuras habis begitu saja. Bukankah sejujurnya dari pengalaman masa lalu itu ada sebuah penyesalan seusai belanja barang mewah saat melihat mahalnya biaya yang harus dibayarkan? Coba jawab dengan jujur.

2. Cari celah disfungsional produk

ilustrasi kegiatan belanja (pexels.com/Vlad Deep)
ilustrasi kegiatan belanja (pexels.com/Vlad Deep)

Cara halus yang ampuh buat mensugesti dirimu sendiri ialah dengan mencari celah akan disfungsional barang mewah yang hendak kamu beli. Misalnya saja jika model celana yang kamu beli itu cocoknya buat orang dengan tinggi tertentu, pastinya gak akan bagus look-nya saat kamu kenakan.

Memangnya mau sudah beli mahal-mahal, eh tapi malah gagal tampil stylish? Gak fashionable OOTD-nya saat kamu kenakan, lho. Coba tanamkan hal semacam itu terkait disfungsional produk yang mau kamu beli, ya.

Bisa juga mungkin produknya sudah fungsional, tapi tetap carilah celah yang membuatmu batal membelinya. Misalnya saja secara fungsi kamu itu cocok dengan model celananya, tapi secara estetika kamu termasuk cewek kue, eh yang ada hanya warna-warna untuk cewek bumi.

Intinya, cari celah yang bisa menjadikanmu berat hati untuk membeli barang mewah terkait, ya. Jadikan celah tersebut sebagai pertimbangan khusus kalau sebenarnya yang kamu hendak beli itu gak worth it dipakai, gak sepadan dengan harganya yang mahal .

3. Subtitusi ke produk terkait yang lebih murah sekaligus berkualitas

ilustrasi pengelolaan keuangan (pexels.com/Ahsanjaya)
ilustrasi pengelolaan keuangan (pexels.com/Ahsanjaya)

Temukan barang mewah yang kamu incar versi produk lain yang serupa secara fungsi, tapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Kalau kamu bijak secara finansial, tentu gak mau keluar banyak uang untuk beli produk tertentu saat ada yang versi murahnya, ya.

Punya fungsi yang sama, sama-sama berkualitas, hanya saja kalah saing secara merek, produk itulah yang kamu butuhkan. Hemat secara biaya iya, berpuas hati bisa memakai barangnya juga iya. Definisi win-win solution bukan? Coba perhitungkan versi perbandingan dengan barang mewah yang tengah jadi incaranmu.

4. Sedari awal sisihkan dana untuk tabungan non likuid

ilustrasi pengelolaan keuangan (pexels.com/Robert Lens)
ilustrasi pengelolaan keuangan (pexels.com/Robert Lens)

Puncaknya, kamu bisa coba untuk sedari awal lebihan gaji bulanan bisa dialihkan ke dana tabungan yang non likuid. Dengan dana yang non likuid tentu gak mudah untuk dicairkan menjadi uang tunai, kamu gak ada celah untuk bayar barang mewah incaranmu.

Meski terasa memaksa, nyatanya kalau terlanjur gak ada dananya, terlanjur buat modal investasi, pun gak bisa dicairkan menjadi uang tunai. Tentu kamu gak ada pilihan lain selain gak jadi beli barang mewah incaranmu itu.

Pada akhirnya, baiknya memang ada budgeting khusus terkait keinginan beli barang mewah, ya. Tentunya, saat dana mencukupi, tak apa beli, terlebih akan kebutuhan beli barang mewah berkualitas yang nilainya produktif.

Tapi, jika sekadar keinginan ini dan itu yang tanpa batas, di luar kendali dan kemampuan finansial akan dana yang disiapkan. Maka, jangan ragu untuk tidak lagi pakai cara halus, melainkan disiplinkan diri supaya keuanganmu gak buntung di masa depan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us