Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Buku tentang Self-Compassion, Belajar Melawan Kebiasaan Kritik Diri!
ilustrasi wanita sedang membaca buku (unsplash.com/Vitaly Gariev)
  • Self-compassion penting untuk menghadapi kesalahan dan kesulitan tanpa terjebak kritik diri berlebihan, serta membantu memperlakukan diri sebaik memperlakukan teman.
  • Lima buku yang direkomendasikan membahas pengurangan kritik diri, pemulihan emosi, penerimaan rasa malu, mindfulness, dan hidup sepenuh hati melalui perspektif para penulisnya.
  • Pilihan buku mencakup teori, kisah personal, meditasi, hingga latihan bertahap berbasis program delapan minggu untuk membangun kebiasaan welas asih terhadap diri sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat berbicara tentang harga diri, banyak orang mengukurnya pada bentuk pencapaian. Namun, self-compassion atau belas kasih pada diri sendiri jangan sampai juga harus diukur dengan pencapaian. Memiliki self-compassion itu penting, khususnya saat kamu menghadapi kesalahan atau kesulitan. Menghindarkan kamu dari reaksi melalui kritik diri berlebih.

Kamu mungkin sering kali merasa lelah sebab terus-menerus menyalahkan diri sendiri saat menghadapi kegagalan. Untuk itu, buku yang membahas tentang pun semakin diincar. Mempelajari cara menerapkan belas kasih pada diri sendiri, self-compassion akan membuatmu  bisa memperlakukan diri sama baiknya seperti saat kamu memperlakukan teman. Berikut kumpulan rekomendasi buku tentang self-compassion yang bisa mulai kamu kepoin satu per satu!

1. Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself karya Kristin Neff

rekomendasi buku tentang self-compassion (amazon.com)

Buku ini diterbitkan oleh seorang profesor madya psikologi pendidikan di Universitas of Texas, di tahun 2011. Melalui buku ini, Kristin Neff ingin menyampaikan bahwa sudah saatnya kamu berhenti menyalahkan diri sendiri dan meninggalkan rasa tidak percaya diri. Di dalamnya terdapat rangkaian saran dari para ahli tentang membatasi kritik diri dan cara mengatasi dampak negatifnya.

Ternyata, semakin banyak psikolog yang beralih dari menekankan pentingnya self-esteem ke self-compassion, saat menangani pasien. Buku ini menawarkan berbagai latihan serta rencana tindakan untuk menghadapi berbagai pergulatan emosional yang menguras tenaga. Mulai dari kaitannya dalam pola asuh anak, penurunan berat badan, hingga tantangan di kehidupan sehari-hari lainnya.

2. The Mindful Path to Self-Compassion karya Christopher K. Germer

rekomendasi buku tentang self-compassion (amazon.com)

Christopher K. Germer, PhD, merupakan seorang psikolog klinis dan dosen psikiatri di Harvard Medical School. Ia ingin memandu pembaca dalam menghadapi hambatan emosional spesifik, seperti rasa malu dan ketakutan yang membuat kritik diri terus berlangsung secara otomatis. Menurut sang penulis, kritik diri kronis adalah pergulatan emosional yang bisa sangat melumpuhkan.

Pendekatannya berpusat pada penyembuhan emosional, seperti cara memulihkan pola  emosi yang merusak, bukan sekadar memaksakan diri untuk   bersusah payah melewatinya. Buku ini menawarkan panduan bijak untuk kamu atau siapa pun yang sedang menghadapi tantangan hidup setelah melewati masa-masa sulit  berkepanjangan. Kamu harus belajar menerima rasa malu, bukan melarikan diri darinya.

3. Radical Acceptance karya Tara Brach

rekomendasi buku tentang self-compassion (amazon.com)

Buku satu ini memadukan psikologi Barat dengan praktik mindfulness (kesadaran penuh) serta prinsip-prinsip Buddhis, seperti prinsip no attachment. Dibandingkan dengan rekomendasi buku lain di daftar ini, Brach lebih banyak mengandalkan strategi meditasi Timur. Kamu mungkin akan menyukai buku ini, karena pendekatannya lebih banyak hadir melalui pengalaman-pengalaman langsung.

Karya ini terasa lebih personal dalam perjalanan menuju self-compassion yang lebih baik. Sang penulis bercerita tentang pergulatan pribadinya melawan kebencian terhadap diri sendiri. Sebelum akhirnya ia  menemukan kedamaian batin melalui praktik-praktik yang ia lakukan. Pendekatan yang lebih personal membuat buku ini masih terasa relevan, meski sudah terbit lebih dari dua dekade lalu.

4. The Gifts of Imperfection karya Brené Brown

rekomendasi buku tentang self-compassion (amazon.com)

Penulis dikenal sangat pemberani dan memiliki sikap welas asih yang tinggi. Ia dikenal berkat penelitiannya tentang rasa malu dan kerentanan. Gagasannya, telah dipaparkan di berbagai tempat, mulai dari panggung TED hingga berbagai acara talk show lainnya. Dalam buku ini sendiri, ia tetap berpegang teguh pada landasan penelitiannya yang menekankan wawancara.

Brown mengaitkan harga diri dengan apa yang ia sebut hidup sepenuh hati atau wholehearted living. Konsep ini sangat bergantung pada sikap mencintai  diri sendiri yang tidak didasarkan pada ekspektasi tidak realistis mengenai sosok seperti apa kamu seharusnya. Ia menyisipkan kisah-kisah pribadi dari wawancara penelitiannya, sehingga buku ini terasa lebih seperti percakapan daripada kajian ilmiah.

5. The Mindful Self-Compassion Workbook karya Kristin Neff dan Christopher K. Germer

rekomendasi buku tentang self-compassion (amazon.com)

Buku ini disusun berdasarkan “Mindful Self-Compassion”, sebuah program pelatihan selama 8 minggu yang kedua penulis kembangkan bersama di tahun 2010. Alih-alih sekadar memaparkan gagasan, Kristin Neff menyajikan latihan-latihan praktis yang  dapat kamu praktikkan secara bertahap dari minggu ke minggu. Buku ini akan mengajarkanmu untuk memberikan dukungan penuh perhatian kepada diri sendiri.

Perilaku belas kasih yang mungkin biasanya hanya kamu berikan pada sahabat. Lalu, kamu diminta mengganti kebiasaan lama yang suka mengkritik diri sendiri dengan dorongan semangat yang terstruktur. Buku ini dapat menjadi panduan orisinal dan praktis untuk menumbuhkan welas asih terhadap diri sendiri. Penerapan langkah-langkah lanjutan mengenai cara welas asih yang lebih dari sekadar teori.

Kalau kamu sedang berjuang dengan masalah sering mengkritik diri sendiri hingga sulit memberikan kasih sayang lebih terhadap diri. Kamu bisa mulai memahami self-compassion melalui buku-buku yang membahas teori ini dengan detail. Selain itu, ada banyak pilihan buku yang bisa kamu sesuaikan, apa kamu lebih suka yang mengajarkan banyak teori, pendekatan yang lebih ringan dan relevan, atau yang langsung praktik untuk dampak yang lebih terlihat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article