Berpikir kritis sering terasa sulit saat masalah datang di waktu yang bersamaan. Pesan yang belum dibalas atasan, tagihan yang jatuh tempo, dan rencana yang tiba-tiba berubah bisa membuat kepala terasa penuh sejak pagi. Dalam kondisi seperti itu, respons pertama biasanya muncul dari emosi, bukan dari pertimbangan yang tenang.
Setiap orang pernah berada di titik ketika perasaan mengambil alih arah berpikir. Kamu mungkin langsung menyimpulkan hal buruk hanya karena satu kejadian yang belum tentu menggambarkan keseluruhan situasi. Yuk simak beberapa cara berpikir kritis yang bisa membantu kamu melihat masalah dengan lebih jernih dan realistis.
