Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Membangun Deep Reading Habit di Tengah Gempuran Video Pendek
ilustrasi perempuan membaca (pexels.com/George Milton)

Pernah merasa susah fokus baca buku, padahal dulu kamu bisa tenggelam berjam-jam? Sekarang baru dua halaman, tangan sudah refleks buka aplikasi lain. Otak seperti minta distraksi terus, seolah diam sebentar saja terasa aneh. Fenomena ini makin sering terjadi di tengah gempuran konten cepat yang serba instan.

Banyak orang mengira ini soal malas, padahal lebih ke attention span yang mulai terkikis. Pola konsumsi video pendek membuat otak terbiasa dengan stimulasi cepat dan instan. Akibatnya, aktivitas seperti membaca terasa berat dan mandek di tengah jalan. Yuk simak lima cara sederhana untuk melatih kembali fokus baca buku secara perlahan.

1. Mulai dari durasi pendek, bukan langsung lama

ilustrasi perempuan membaca (freepik.com/freepik)

Kalau kamu memaksakan baca satu jam penuh, kemungkinan besar kamu akan menyerah di tengah jalan. Otakmu belum siap untuk fokus sepanjang itu. Justru, tekanan seperti ini bikin membaca terasa seperti beban. Akhirnya kamu semakin menjauh dari buku.

Coba mulai dari 10–15 menit saja setiap hari. Gunakan timer supaya kamu punya batas yang jelas. Saat durasi selesai, berhenti tanpa rasa bersalah. Dari kebiasaan kecil ini, kamu sedang melatih ulang attention span secara perlahan.

2. Ciptakan ritual membaca yang konsisten

ilustrasi perempuan membaca (freepik.com/stockking)

Membaca akan terasa lebih mudah kalau jadi bagian dari rutinitas. Tanpa ritual, aktivitas ini sering kalah dengan distraksi lain. Kamu mungkin niat baca, tapi berakhir scroll tanpa sadar. Ini yang bikin kebiasaan membaca terasa stagnan.

Tentukan satu waktu khusus setiap hari, misalnya sebelum tidur. Gunakan tempat yang sama agar otak mengenali pola tersebut. Hindari membuka gadget sebelum mulai membaca. Dengan ritual sederhana, membaca jadi lebih terasa natural dan tidak dipaksakan.

3. Pilih bacaan yang benar-benar kamu nikmati

ilustrasi perempuan memilih buku (freepik.com/zinkevych)

Salah satu alasan kamu sulit fokus baca buku adalah karena tidak tertarik dengan isinya. Banyak orang memaksakan baca buku “berat” demi terlihat produktif. Padahal, ini justru bikin kamu cepat bosan dan kehilangan minat. Membaca jadi terasa seperti kewajiban, bukan kebutuhan.

Mulailah dari topik yang kamu suka, tanpa memikirkan gengsi. Bisa novel ringan, self improvement, atau bahkan komik. Yang penting, kamu menikmati prosesnya. Saat kamu tertarik, fokus akan datang dengan sendirinya tanpa harus dipaksa.

4. Latih membaca tanpa multitasking

ilustrasi perempuan membaca (freepik.com/freepik)

Seringkali kamu membaca sambil melakukan hal lain. Entah sambil cek notifikasi atau membuka media sosial. Tanpa sadar, ini membuat otak terbiasa membagi fokus. Akibatnya, membaca jadi tidak efektif dan cepat terasa melelahkan.

Coba latih diri untuk benar-benar hadir saat membaca. Letakkan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau. Beri jeda khusus untuk membaca tanpa gangguan. Dengan cara ini, kamu melatih membaca efektif dan meningkatkan kualitas fokusmu.

5. Terima kalau fokusmu belum sempurna

ilustrasi perempuan rileks (freepik.com/freepik)

Banyak orang menyerah karena merasa tidak bisa langsung fokus seperti dulu. Baru beberapa menit, pikiran sudah ke mana-mana. Lalu muncul rasa tertinggal dibanding orang lain yang terlihat konsisten membaca. Padahal proses ini memang butuh waktu.

Kamu tidak perlu sempurna untuk mulai membangun kebiasaan ini. Fokus yang buyar di tengah jalan itu wajar. Yang penting, kamu kembali lagi ke halaman yang sama. Dari proses ini, kemampuan melatih attention span akan tumbuh perlahan.

Membangun kembali kebiasaan membaca memang tidak instan di era serba cepat seperti sekarang. Ada distraksi di mana-mana yang bikin fokus mudah pecah. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa kembali menikmati membaca. Yuk mulai dari langkah kecil dan konsisten, karena fokus yang kuat selalu dibangun dari kebiasaan sederhana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team