Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Mengejar Passion Gak Menjamin Sukses dalam Karier?

Mengapa Mengejar Passion Gak Menjamin Sukses dalam Karier?
ilustrasi fokus bekerja (freepik.com/zinkevych)
Intinya Sih
  • Mengejar passion saja tidak menjamin sukses karena karier juga dipengaruhi kebutuhan pasar, peluang kerja, serta nilai kontribusi yang bisa diberikan kepada orang lain.

  • Rasa suka terhadap pekerjaan sering tumbuh setelah seseorang menjadi ahli dan memahami dampak positif dari hasil kerjanya.

  • Tujuan hidup dan lingkungan yang mendukung terbukti memberi motivasi lebih kuat serta membantu membangun karier yang berkelanjutan dibanding hanya mengandalkan passion.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyak orang tumbuh dengan nasihat bahwa kamu harus menemukan passion lalu menjadikannya pekerjaan. Sekilas, saran ini memang terdengar masuk akal karena bekerja sesuai minat dianggap bisa membuat hidup lebih bahagia. Namun, kenyataannya gak semua orang yang mengikuti passion berhasil membangun karier yang sukses, lho.

Bahkan, ada banyak profesional sukses yang justru menemukan makna dan kepuasan setelah mereka menguasai pekerjaannya. Karena itu, penting untuk memahami bahwa passion hanyalah salah satu bagian dari perjalanan karier, bukan satu-satunya kunci keberhasilan.

1. Passion belum tentu sesuai dengan kebutuhan pasar

ilustrasi rekam medis, tes lab
ilustrasi rekam medis, tes lab (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Menyukai suatu bidang memang bisa membuatmu lebih bersemangat saat belajar dan bekerja. Namun, dunia kerja gak hanya ditentukan oleh minat pribadi. Kesuksesan karier juga dipengaruhi oleh kebutuhan pasar, peluang kerja, dan kemampuan yang benar-benar dibutuhkan oleh banyak orang.

Tom Rath menjelaskan bahwa passion sering kali dianggap sebagai kunci utama kesuksesan, padahal bukti yang ada menunjukkan hal yang berbeda. Ia menilai bahwa tujuan yang jelas dan keinginan untuk berkontribusi kepada orang lain memiliki hubungan yang lebih kuat dengan performa kerja dibanding sekadar mengejar apa yang disukai. Karena itu, fokus pada nilai yang bisa kamu berikan sering kali lebih bermanfaat daripada hanya mengejar minat pribadi.

2. Rasa suka sering muncul setelah kamu menjadi ahli

ilustrasi social media marketing
ilustrasi social media marketing (magnific.com/freepik)

Banyak orang mengira mereka harus menemukan pekerjaan yang dicintai sejak awal. Padahal dalam praktiknya, ketertarikan terhadap suatu bidang sering kali tumbuh seiring bertambahnya kemampuan dan pengalaman. Saat kamu mulai menguasai suatu keterampilan, rasa percaya diri biasanya meningkat dan pekerjaan pun terasa lebih menyenangkan.

Temuan yang dipublikasikan dalam Personality and Social Psychology Bulletin menunjukkan bahwa sebagian orang mengembangkan passion melalui proses belajar dan keterlibatan yang mendalam dalam suatu aktivitas, bukan karena langsung menemukannya sejak awal. Hal ini menjelaskan mengapa banyak profesional baru benar-benar menikmati pekerjaannya setelah mereka menjadi lebih kompeten dan memahami dampak dari pekerjaan tersebut. Dengan kata lain, passion sering kali merupakan hasil dari proses pengembangan diri, bukan titik awal yang harus ditemukan sebelum memulai karier.

3. Purpose memberikan motivasi yang lebih tahan lama

ilustrasi writer
ilustrasi writer (pexels.com/Vlada Karpovich)

Passion bisa membuat seseorang bersemangat pada awal perjalanan karier. Namun, ketika menghadapi tekanan, kegagalan, atau pekerjaan yang berulang, rasa suka saja sering kali gak cukup untuk membuat seseorang terus bertahan. Pada titik inilah tujuan yang lebih besar menjadi penting.

Tom Rath berpendapat bahwa orang yang memahami alasan mengapa mereka bekerja cenderung memiliki motivasi yang lebih kuat. Mereka gak hanya berfokus pada pencapaian pribadi, tapi juga melihat bagaimana pekerjaan mereka membantu orang lain. Ketika pekerjaan terasa bermakna, seseorang biasanya lebih mampu bertahan menghadapi tantangan dan perubahan yang terjadi dalam kariernya.

4. Kontribusi bisa menghasilkan manfaat yang lebih besar daripada sekadar mengejar minat

ilustrasi pekerja kantoran, fokus, serius
ilustrasi pekerja kantoran, fokus, serius (magnific.com/tirachardz)

Banyak orang menghubungkan kesuksesan dengan menemukan pekerjaan impian. Namun, sejumlah profesional sukses justru menemukan makna setelah mereka mampu memberikan kontribusi nyata melalui pekerjaannya. Kepuasan muncul karena mereka melihat hasil dari usaha yang dilakukan, bukan semata-mata karena pekerjaan tersebut sesuai dengan passion awal mereka.

Temuan dalam Journal of Research in Personality menunjukkan bahwa individu yang memiliki sense of purpose atau tujuan hidup yang kuat cenderung memiliki pendapatan dan kekayaan yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Hubungan ini menunjukkan bahwa orientasi pada tujuan dan makna hidup dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan karier maupun kondisi finansial seseorang. Selain itu, tujuan yang jelas juga dapat membantu seseorang mengambil keputusan karier yang lebih konsisten dan terarah.

5. Lingkungan yang tepat lebih berpengaruh daripada yang kamu kira

ilustrasi teamwork
ilustrasi teamwork (pexels.com/Antoni Shkraba)

Kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan dan motivasi pribadi, lho. Orang-orang yang berada di sekelilingmu juga dapat memengaruhi cara berpikir, kebiasaan, dan standar yang kamu tetapkan dalam hidup. Karena itu, memilih lingkungan yang mendukung perkembangan diri merupakan langkah yang gak kalah penting.

Tom Rath menekankan pentingnya membangun hubungan dengan orang-orang yang dapat menginspirasi dan membantu proses belajar. Berinteraksi dengan individu yang lebih berpengalaman memang terkadang terasa gak nyaman karena membuatmu menyadari banyak hal yang masih perlu dipelajari. Namun, justru situasi seperti itulah yang sering mendorong pertumbuhan dan membuka peluang baru dalam karier.

Mengejar passion bukanlah sesuatu yang salah, tapi mengandalkannya sebagai satu-satunya penentu kesuksesan juga kurang tepat. Karier yang berkembang biasanya dibangun melalui kombinasi antara keterampilan, tujuan yang jelas, kontribusi kepada orang lain, serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan. Dalam banyak kasus, passion justru muncul setelah seseorang menjadi kompeten dan menemukan makna dalam pekerjaannya.

Jadi, daripada hanya bertanya apa yang kamu sukai, cobalah juga memikirkan bagaimana kemampuanmu bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Dari sanalah kepuasan dan kesuksesan karier sering kali mulai terbentuk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More