Fenomena victim blaming atau menyalahkan korban masih menjadi masalah serius di berbagai ruang sosial. Alih-alih mendapatkan empati dan perlindungan, korban pelecehan justru sering dihadapkan pada situasi merugikan. Seperti memperoleh tudingan, penilaian, bahkan penghakiman.
Situasi ini tidak hanya menyakitkan, tetapi juga memperparah trauma yang mereka alami. Korban menjadi bagian dari penghakiman yang bersifat subjektif. Tentu saja terdapat fakta pahit victim blaming yang membungkam korban pelecehan. Berikut penjelasan lebih lanjut.
