Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Perlu Kamu Ingat saat Merasa Tertinggal
Ilustrasi fokus pada langkah yang dilakukan (magnific.com/senivpetro)
  • Perasaan tertinggal sering dipicu perbandingan dengan pencapaian orang lain, padahal setiap orang memiliki timeline, kondisi, dan tujuan hidup yang berbeda.
  • Pencapaian orang lain di media sosial tidak selalu menampilkan perjuangannya; kemajuan kecil seperti mencoba lagi, menabung, atau mengatur emosi tetap patut diapresiasi.
  • Rencana hidup boleh disesuaikan saat keadaan berubah. Fokus pada langkah yang bisa dikendalikan, seperti belajar keterampilan, memperbarui CV, atau mengatur keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak kamu merasa hidup orang lain berjalan jauh lebih cepat daripada hidupmu sendiri? Teman-teman sebaya mulai mendapatkan pekerjaan impian, membangun hubungan yang serius, atau mencapai target yang selama ini kamu inginkan. Sementara itu, kamu masih berusaha mencari arah, memperbaiki keadaan, atau menyelesaikan satu per satu persoalan yang belum kunjung selesai. Melihat pencapaian mereka terkadang membuatmu bertanya-tanya, kapan giliranmu tiba?

Perasaan tertinggal bisa muncul tanpa disadari. Awalnya, kamu mungkin hanya melihat unggahan teman di media sosial atau mendengar cerita tentang keberhasilan seseorang. Namun, lama-kelamaan, kamu mulai membandingkan pencapaian mereka dengan kondisimu sendiri. Hal yang sebelumnya terasa cukup baik mendadak terlihat kurang berarti karena kamu merasa belum mencapai sesuatu yang sama.

Kalau sedang berada di fase ini, cobalah berhenti sejenak dan beri dirimu ruang untuk bernapas. Kamu gak harus menyelesaikan semua hal sekaligus atau mencapai target yang sama dengan orang lain. Ada beberapa hal penting yang perlu kamu ingat saat merasa tertinggal agar kamu bisa kembali melihat perjalanan hidupmu dengan lebih tenang.

1. Setiap orang punya timeline kehidupan masing-masing

Ilustrasi fokus pada langkah yang dilakukan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Salah satu hal yang perlu kamu pahami adalah setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Ada yang sudah menemukan pekerjaan yang cocok sejak lulus kuliah, sedangkan yang lain perlu mencoba beberapa bidang sebelum menemukan arah kariernya. Ada yang lebih dulu menikah, sementara yang lain masih menikmati masa sendiri atau fokus membangun kehidupan yang diinginkan. Semua proses tersebut memiliki waktunya masing-masing.

Sayangnya, lingkungan sosial terkadang membuat kita merasa ada standar usia tertentu untuk mencapai sesuatu. Misalnya, kamu merasa harus sudah mapan sebelum usia 25 tahun atau memiliki pencapaian besar sebelum memasuki usia 30 tahun. Ketika kenyataan gak sesuai dengan ekspektasi tersebut, kamu bisa menganggap dirimu gagal. Padahal, standar itu belum tentu sesuai dengan kondisi dan tujuan hidupmu.

Daripada terus memikirkan kapan kamu bisa menyamai pencapaian orang lain, cobalah fokus pada langkah yang bisa kamu lakukan sekarang. Kamu mungkin belum berada di tempat yang diinginkan, tetapi bukan berarti kamu gak sedang bergerak. Selama kamu terus belajar, mencoba, dan memperbaiki diri, perjalananmu tetap memiliki arti meskipun kecepatannya berbeda dari orang lain.

2. Kamu gak selalu melihat perjuangan di balik pencapaian orang lain

Ilustrasi beri apresiasi orang lain (freepik.com/freepik)

Saat melihat seseorang berhasil mencapai sesuatu, kamu biasanya hanya mengetahui bagian yang terlihat. Kamu melihat teman mendapatkan promosi jabatan, membeli rumah, atau menjalani hubungan yang tampak harmonis. Namun, kamu mungkin gak mengetahui berapa banyak penolakan yang pernah mereka alami, kesulitan yang harus dihadapi, atau pengorbanan yang dilakukan untuk sampai ke titik tersebut.

Media sosial juga bisa membuat perbandingan terasa semakin berat. Banyak orang membagikan momen bahagia, pencapaian, dan pengalaman menyenangkan, sedangkan masalah pribadi jarang ditampilkan secara terbuka. Akibatnya, kamu bisa merasa hidup orang lain selalu berjalan lancar sementara hidupmu dipenuhi persoalan. Padahal, apa yang terlihat di layar belum tentu menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang.

Karena itu, cobalah lebih bijak saat melihat pencapaian orang lain. Kamu boleh merasa kagum atau menjadikannya inspirasi, tetapi gak perlu menjadikan kehidupan mereka sebagai ukuran untuk menilai dirimu sendiri. Jika media sosial membuatmu terus merasa kurang, gak ada salahnya mengurangi waktu penggunaan atau berhenti mengikuti akun yang memicu kebiasaan membandingkan diri secara berlebihan.

3. Pencapaian kecil tetap layak kamu apresiasi

Ilustrasi mencatat hal-hal yang berhasil dilakukan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Ketika merasa tertinggal, kamu mungkin terlalu sibuk memikirkan hal-hal besar yang belum berhasil dicapai. Kamu ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, memiliki tabungan yang cukup, atau menyelesaikan target pribadi tertentu. Akibatnya, berbagai kemajuan kecil yang sudah kamu lakukan justru terabaikan. Kamu merasa belum berkembang karena hanya berfokus pada tujuan akhir.

Padahal, kemajuan gak selalu berbentuk pencapaian besar yang bisa dipamerkan. Berani melamar pekerjaan setelah berkali-kali ditolak, mulai menabung secara rutin, belajar mengatur emosi, atau berhasil menetapkan batasan dengan orang lain juga merupakan perkembangan yang berarti. Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi fondasi penting untuk kehidupanmu ke depan.

Cobalah membiasakan diri mencatat hal-hal yang berhasil kamu lakukan setiap hari atau setiap minggu. Gak perlu menunggu sampai mendapatkan pencapaian besar untuk merasa bangga terhadap diri sendiri. Dengan menghargai proses, kamu bisa melihat bahwa hidupmu tetap bergerak meskipun hasilnya belum sesuai harapan. Kamu juga akan lebih mudah menemukan motivasi untuk melanjutkan langkah berikutnya.

4. Kamu boleh mengubah rencana ketika keadaan berubah

Ilustrasi mengevaluasi tujuan (pexels.com/Vlada Karpovich)

Terkadang, perasaan tertinggal muncul karena kehidupan yang kamu jalani gak sesuai dengan rencana awal. Kamu mungkin pernah membayangkan akan bekerja di bidang tertentu, melanjutkan pendidikan, atau mencapai kestabilan finansial pada usia tertentu. Namun, keadaan membawa kamu ke arah yang berbeda. Situasi tersebut bisa membuatmu merasa kehilangan waktu dan harus memulai semuanya dari awal.

Padahal, rencana hidup gak harus selalu berjalan lurus. Ada kalanya kamu perlu menyesuaikan tujuan karena kondisi finansial, kebutuhan keluarga, kesempatan yang tersedia, atau perubahan minat. Mengubah arah juga bisa menjadi cara untuk menemukan pilihan yang lebih sesuai dengan dirimu saat ini. Kamu gak harus terus bertahan pada rencana lama hanya karena pernah menetapkannya dengan penuh keyakinan.

Jika merasa perlu memulai kembali, cobalah mengevaluasi tujuanmu secara realistis. Tentukan apa yang masih ingin kamu perjuangkan, apa yang perlu disesuaikan, dan langkah apa yang paling mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Kamu gak harus mengetahui seluruh jawaban sekarang. Terkadang, mengambil satu langkah kecil sudah cukup untuk membantumu menemukan arah baru.

5. Masa depanmu masih bisa berubah

Ilustrasi memperbarui portofolio (magnific.com/freepik)

Saat melihat orang lain mencapai sesuatu lebih dulu, kamu mungkin mulai meragukan kemungkinan untuk mendapatkan hal yang sama. Kamu merasa kesempatanmu sudah lewat atau menganggap dirimu terlalu lambat untuk mengejar ketertinggalan. Pikiran seperti ini bisa membuatmu kehilangan keberanian untuk mencoba, bahkan sebelum benar-benar memberikan kesempatan kepada diri sendiri.

Padahal, kondisi hidup saat ini gak menentukan seluruh masa depanmu. Kamu masih bisa mempelajari keterampilan baru, bertemu orang-orang yang membawa pengaruh positif, mencoba bidang pekerjaan berbeda, atau membangun kebiasaan yang lebih baik. Perubahan memang gak selalu terjadi dalam waktu singkat, tetapi langkah yang kamu ambil hari ini bisa membuka peluang yang sebelumnya gak terpikirkan.

Daripada terus mengkhawatirkan seberapa jauh kamu tertinggal, tanyakan kepada diri sendiri apa yang bisa dilakukan untuk membuat keadaan sedikit lebih baik. Kamu bisa memperbarui CV, mulai mengatur keuangan, mencari informasi tentang bidang yang diminati, atau meluangkan waktu untuk memulihkan energi. Fokus pada hal yang bisa kamu kendalikan akan membantumu bergerak tanpa harus terbebani oleh pencapaian orang lain.

Merasa tertinggal memang bisa membuatmu meragukan diri sendiri, apalagi ketika kamu melihat banyak orang berhasil mencapai hal yang masih kamu perjuangkan. Namun, kamu gak perlu menjadikan perjalanan mereka sebagai alasan untuk meremehkan prosesmu sendiri. Beri dirimu kesempatan untuk tumbuh, hargai kemajuan sekecil apa pun, dan tetap terbuka terhadap perubahan. Kamu mungkin belum berada di tempat yang diinginkan sekarang, tetapi masih ada banyak kesempatan untuk membangun kehidupan yang sesuai dengan tujuanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article