Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Ide Lomba 17-an Murah Meriah untuk Memeriahkan HUT RI
ilustrasi anak-anak di sungai (pexels.com/Jeffry Surianto)
  • Artikel menawarkan lima variasi lomba 17-an murah untuk menyegarkan perayaan HUT RI tanpa membebani kas RT atau meminta warga patungan.
  • Ide lombanya meliputi membuat karikatur, sambung lagu, drama, tebak weton pahlawan nasional, serta kuis yang mengharuskan peserta memberi jawaban salah.
  • Setiap lomba dirancang melibatkan anak hingga dewasa, mengandalkan kreativitas dan barang sederhana, sambil menjaga humor tetap mendidik serta menghindari olok-olok, makian, dan konten porno.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ikut lomba 17-an memang seru. Baik lomba untuk anak maupun dewasa pasti diwarnai gelak tawa. Ada-ada saja kelakuan peserta yang bikin suasana pecah. Namun, jenis lomba yang relatif sama dari tahun ke tahun dapat terasa membosankan.

Ibaratnya, dari kamu masih kecil hingga sekarang sudah menjadi orangtua, perlombaannya cenderung itu-itu saja. Waktunya membuat variasi kegiatan guna memeriahkan perayaan HUT RI. Kalau lomba tahun ini ada perbedaan tentu warga lebih penasaran.

Peserta dan penonton dapat bertambah. Akan tetapi, jenis lombanya yang murah meriah saja. Hindari perlombaan berbiaya tinggi yang ujung-ujungnya membebani kas RT. Juga jangan sampai warga mesti patungan lagi. Tahun ini tambah perlombaannya dengan lima ide berikut.

1. Lomba bikin karikatur

ilustrasi menggambar karikatur (pexels.com/Murat Halıcı)

Lomba bikin karikatur dapat diikuti peserta usia berapa pun yang cukup bisa menggambar. Tema karikaturnya dapat tentang kemerdekaan RI atau biar lucu karikatur tetangga dan kebiasaan-kebiasaannya. Bila ingin tema terakhir, buat seru-seruan aja.

Sekaligus mengecek tingkat pengenalan sesama warga. Misal, si A menggambar B yang paling rajin belanja di tukang sayur keliling. C menggambar F yang pagi-pagi selalu berolahraga lari keiling kompleks dan seterusnya.

Tentu mungkin cuma 1 atau 2 peserta yang gambarnya bagus. Akan tetapi, kian tidak mirip karikatur yang dibuat justru kian lucu dan bikin suasana lomba tambah seru. Terpenting gambar sesuai fakta keseharian tetangga. Bukan karikatur sengaja dibuat untuk mengolok-olok.

2. Lomba sambung lagu

ilustrasi bernyanyi (pexels.com/Franco Monsalvo)

Terdapat dua model lomba sambung lagu yang bisa dipakai buat lomba. Pertama, peserta sebatas menyambung lirik dalam lagu yang sama. Ini membutuhkan pengetahuan akan lirik sebuah lagu secara utuh.

Model kedua ialah sambung lagu dengan lagu yang berbeda. Terpenting sesuai dengan kata terakhir yang dinyanyikan peserta sebelumnya. Contoh, peserta pertama menyanyikan lagu 'Matahariku' yang dipopulerkan oleh Agnez Mo.

Ia berhenti di kata 'matahariku'. Maka peserta selanjutnya mesti meneruskannya dengan lagu lain yang juga diawali dengan kata 'matahariku'. Dibandingkan dengan model pertama, ini lebih menantang. Hanya orang dengan wawasan super luas tentang berbagai lagu yang dapat memenangkannya.

3. Lomba drama

ilustrasi latihan drama (pexels.com/Sinan KRIYA)

Lomba drama termasuk seru dan hemat biaya karena properti yang digunakan bisa memakai barang-barang di rumah. Terpenting ialah penyusunan cerita dan pendalaman peran oleh tokoh. Dramanya dapat wajib seputar perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia atau bebas asal mengandung pesan moral.

Bila seputar HUT RI berarti sedikit banyak peserta wajib paham alur sejarah. Misalnya, drama tentang rapat penyusunan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kalau drama mau dibuat bebas, biar seru buka juga kesempatan peserta mementaskan drama komedi.

Agar sepanjang pementasan perut penonton seperti dikocok. Namun, larang dengan tegas lelucon yang tidak mendidik. Contohnya, bullying ke salah satu tokoh, memakai bahasa yang negatif seperti kata-kata makian, atau mengandung adegan porno.

4. Lomba tebak-tebakan weton pahlawan nasional

ilustrasi hukuman lomba (pexels.com/zir azman)

Tebak-tebakan asal daerah dan tanggal lahir pahlawan nasional sebenarnya juga sudah susah. Apalagi bila peserta tidak boleh membuka internet untuk mencari tahu. Pun nama pahlawan dicari yang belum terlalu terkenal dalam buku sejarah.

Akan tetapi, kalau kamu ingin perlombaan lebih beda, tebak-tebakan weton saja. Tentu mau gak mau peserta diperbolehkan mencarinya dengan internet. Sehingga tinggal soal kecepatan tiap peserta menemukan tanggal, bulan, serta tahun lahir pahlawan.

Kemudian lanjut mencari wetonnya. Saat ini sudah ada situs yang memungkinkan orang mencari tahu weton hingga jauh ke masa lampau. Lomba menebak weton juga cocok buat memperkenalkan budaya Jawa berikut prediksi karakter pemilik weton tersebut.

5. Lomba tidak cerdas dan cermat

ilustrasi perlombaan anak (pexels.com/Yaomil Akbar)

Di mana-mana lombanya cerdas cermat. Pengetahuan peserta lomba sangat diuji. Jawaban atas pertanyaan harus tepat dan cepat, sekaligus tetap cermat. Jangan sampai peserta buru-buru menjawab dan salah karena kurang mencermati pertanyaannya.

Nah, di lomba 17-an kali ini justru pemenang yang dicari ialah yang gak cerdas dan tidak cermat. Maksudnya, jawaban yang diberikan kudu salah. Seperti 20+30 bukan 50, melainkan 63. Atau, planet terdekat matahari bukan merkurius, tetapi Saturnus.

Jawaban yang dicari memang menyesatkan. Namun, lomba ini sebenarnya melatih konsentrasi peserta. Tambah gampang soalnya, peserta tambah refleks menjawab dengan jawaban yang benar. Padahal, instruksi dalam lomba ialah berikan jawaban yang keliru secepat mungkin.

Daftar perlombaan untuk menyemarakkan HUT RI perlu disegarkan kembali. Tambahkan lomba-lomba baru yang kreatif, tapi murah dan tetap seru. Jangan sampai lama-lama warga makin malas mengikuti beragam perlombaan karena sama dari tahun ke tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article