Pernahkah kamu bingung harus merespons apa saat temanmu tiba-tiba curhat panjang soal hidupnya yang lagi berantakan? Di satu sisi, kamu ingin membantu biar dia cepat merasa lebih baik. Tapi di sisi lain, kata-kata yang keluar justru terdengar klise dan terasa jauh. Akhirnya, percakapan itu terasa tanggung dan gak benar-benar menyentuh.
Fenomena ini dikenal sebagai toxic positivity, yaitu dorongan untuk selalu terlihat positif di saat yang gak tepat. Banyak orang melakukannya karena bingung cara merespon teman curhat yang benar. Padahal, empati bukan soal memberi solusi cepat atau kata-kata manis. Berikut ini lima jebakan yang sering kita lakukan tanpa sadar.
