Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kebiasaan Buruk yang Menyebabkan Kamu Sulit Merasa Tenang

5 Kebiasaan Buruk yang Menyebabkan Kamu Sulit Merasa Tenang
Ilustrasi tanda kamu lebih overthinker daripada yang kamu sadari. (pexels.com/Thirdman)

Merasa sulit tenang sering kali dianggap sebagai akibat dari hidup yang terlalu sibuk atau masalah yang tak kunjung selesai. Padahal, ketidaktenangan batin tidak selalu datang dari hal besar. Ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari dan tanpa sadar terus mengganggu ketenangan pikiran.

Kebiasaan ini terasa wajar karena sudah menjadi rutinitas. Namun, jika dibiarkan, ia membuat pikiran terus gelisah, tubuh mudah tegang, dan emosi sulit stabil.

Berikut 5 kebiasaan buruk yang sering menjadi penyebab utama sulitnya merasa tenang.

1. Terus menerus memeriksa ponsel

Ilustrasi ciri kamu seorang pemikir yang berlebihan. (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
Ilustrasi ciri kamu seorang pemikir yang berlebihan. (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Kebiasaan mengecek ponsel secara berulang membuat otak tidak pernah benar-benar istirahat. Setiap notifikasi memicu respons cepat, membuat pikiran selalu siaga meski tidak ada urgensi nyata.

Dalam jangka panjang, kondisi ini menciptakan kegelisahan konstan. Pikiran terbiasa meloncat dari satu informasi ke informasi lain, sehingga sulit untuk berada dalam keadaan tenang dan fokus.

2. Menyimpan semua masalah sendiri

Seorang wanita sedang duduk di kursi.
Ilustrasi Luka Psikologis yang Paling Sering Muncul di Usia Dewasa. (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Banyak orang merasa harus kuat dan menyelesaikan semuanya sendiri. Akibatnya, emosi dipendam tanpa ruang untuk dikeluarkan secara sehat.

Memendam masalah membuat beban mental menumpuk. Pikiran menjadi penuh, dan rasa tenang semakin sulit dicapai karena ada tekanan emosional yang terus tertahan di dalam.

3. Terlalu keras mengatur diri sendiri

Wanita sedang kelelahan.
Ilustrasi Tips Mengelola Emosi saat Dunia Terasa Tidak Berpihak Padamu. (pexels.com/Khoa Võ)

Disiplin memang penting, tetapi ketika berubah menjadi tuntutan berlebihan, ia justru mengganggu ketenangan. Kamu terus merasa harus produktif, harus sempurna, dan tidak boleh salah.

Tekanan internal ini membuat pikiran sulit rileks. Bahkan saat beristirahat pun, ada rasa bersalah yang mengganggu, membuat ketenangan terasa seperti kemewahan.

4. Membandingkan diri dengan orang lain

Wanita sedang stres.
Ilustrasi Hal yang Diam-diam Merusak Jiwa tanpa Kamu Sadari. (pexels.com/Liza Summer)

Membandingkan hidup sendiri dengan pencapaian orang lain, terutama di media sosial, dapat memicu kegelisahan yang halus namun terus-menerus.

Kebiasaan ini membuat pikiran sulit puas. Selalu ada perasaan tertinggal atau kurang, yang perlahan mengikis rasa tenang dan penerimaan terhadap diri sendiri.

5. Mengabaikan kebutuhan tubuh

Wanita duduk di kursi.
Ilustrasi Cara Menghadapi Ketidakpastian Masa Depan di Tahun Baru. (pexels.com/Карина Каржавина)

Kurang tidur, melewatkan waktu makan, atau jarang bergerak sering dianggap sepele. Padahal, kondisi tubuh sangat memengaruhi keadaan mental.

Saat tubuh lelah, pikiran ikut tegang. Ketidaktenangan bukan hanya masalah mental, tetapi sinyal bahwa tubuh juga butuh perhatian dan perawatan.

Sulit tenang bukan berarti kamu lemah atau gagal mengendalikan diri. Sering kali, itu adalah tanda bahwa ada kebiasaan yang perlu disadari dan diperbaiki. Dengan mengurangi kebiasaan buruk secara perlahan dan memberi ruang untuk diri sendiri, ketenangan bukan lagi sesuatu yang sulit dijangkau, melainkan kondisi yang bisa dibangun dari keseharian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Ide Pondok Ramadan Bertema Eco-Friendly untuk Sekolah

26 Feb 2026, 16:39 WIBLife