Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kiat Rahasia agar Khusyuk dalam Salat, Kunci Pahala Berlimpah!

5 Kiat Rahasia agar Khusyuk dalam Salat, Kunci Pahala Berlimpah!
Ilustrasi salat (freepik.com/piksel mentah.com)

Khusyuk biasa diartikan oleh umat Islam sebagai gambaran pikiran dan hati yang benar-benar terfokus dan tertuju pada pengerjaan ibadah. Orang yang menjalankan ibadah dengan khusyuk dinilai bakal mendapat ketenangan hati dan ridha Allah SWT dalam ibadahnya.

Dalam ibadah wajib salat sendiri banyak yang mengaku tak bisa khusyuk dalam salatnya. Sehingga mereka mencari segala cara agar ibadah salatnya bernilai di mata Allah dengan menata hati untuk lebih khusyuk. Karena itu, lima kiat rahasia ini bisa jadi jawabanmu agar bisa lebih khusyuk dalam salat. Yuk, praktikkan!

1. Bayangkan itu menjadi salat terakhirmu

Ilustrasi seorang muslim melaksanakan salat (pexels.com/Michael Burrows)
Ilustrasi seorang muslim melaksanakan salat (pexels.com/Michael Burrows)

Seperti yang dijabarkan oleh Syaikh Prof. Dr. Sulaiman Ar-Ruhaily, salah satu faktor agar bisa khusyuk dalam salat adalah menanamkan kesadaran bahwa mungkin saja saat ini menjadi salat terakhir kita. Sebab, tak ada yang tahu kapan kematian akan menghampiri. Bisa jadi kita akan diwafatkan dalam keadaan salat.

Dengan pemikiran seperti itu, hati dan pikiran kita akan menyatu untuk tetap fokus hingga tiba pada gerakan terakhir salat. Jika dihadapkan dengan pemikiran akan kematian, mindset manusia cenderung lebih tersentak untuk keseriusan ibadah. Segala urusan duniawi pun secara tak sadar akan dikesampingkan oleh pikiran untuk lebih fokus beribadah.

2. Salat di awal waktu sebagai bentuk kerinduan

Ilustrasi salat (pexels.com/Alena Darmel)
Ilustrasi salat (pexels.com/Alena Darmel)

Begitu kita mendapat kenikmatan untuk berusaha ingat dan rindu melaksanakan salat, maka jalan menuju ibadah yang khusyuk akan mudah didapatkan. Perasaan tersebut mencerminkan kemuliaan hatimu sehingga kamu akan merasa rugi jika tak salat di awal waktu.

Akibatnya, tak ada lagi kebiasaan menunda salat. Sebab, kebiasaan menunda akan membuka peluang untuk munculnya berbagai macam gangguan yang berimbas pada kekhusyukan salat.

Pikiran pun akan lebih tenang saat salat di awal waktu karena memudahkan kita untuk lebih fokus. Tak ada beban pikiran yang menghantui dan kedamaian dalam salat dapat kita nikmati.

3. Tinggalkan urusan dunia ke belakang

Ilustrasi sholat (pexels.com/Thirdman)
Ilustrasi sholat (pexels.com/Thirdman)

Ustadz Adi Hidayat menuturkan bahwasanya kunci dari salat yang khusyuk adalah mengupayakan hati dan pikiran kita hanya untuk Allah. Kita diminta untuk meninggalkan segala urusan dunia dalam salat. Cukup hadapkan dan pasrahkan diri hanya kepada Allah yang Maha Agung (akbar).

Sebab itu, pada saat mengucapkan Allahu Akbar dalam salat, kita harus membuang segala urusan duniawi di pikiran kita. Jadi, bukan sekadar mengucap takbir, tapi juga meresapi makna bacaan tersebut sebagai ketetapan hati untuk berserah kepada Allah dalam salat kita.

4. Jaga perilaku di luar salat

Ilustrasi persiapkan kematian dengan ibadah (pexels.com/RDNE Stock project)
Ilustrasi persiapkan kematian dengan ibadah (pexels.com/RDNE Stock project)

Selama kita bermaksiat di luar jam salat, maka bisa dikatakan akan sulit mendapat kekhusyukan salat. Misalnya, seseorang yang habis gibah (bergosip) lalu kemudian ia menunaikan salat, maka akan sulit untuk khusyuk. Hal itu karena kita jauh dari Allah hingga kita bisa melakukan maksiat tanpa rasa rendah diri.

Karena itu, cobalah latih diri untuk menjaga perilaku kita dengan meluangkan sedikit waktu sebelum salat untuk berzikir (perbanyak istighfar). Setidaknya sisihkan waktu 10 menit sebelum adzan untuk duduk kemudian berzikir dan refleksi diri.

5. Melantunkan bacaan agar terhindar dari khanzab

ilustrasi berdo'a (pixabay.com/Rudy Arra)
ilustrasi berdo'a (pixabay.com/Rudy Arra)

Khanzab disebut sebagai wujud gangguan setan atau iblis yang kerap mengganggu pikiran manusia saat salat. Keberadaan setan ini bertengger tepat di telinga kiri. Biasanya hal ini ditandai dengan perasaan resah dan was-was yang membuat kita sulit untuk fokus (beribadah).

Ustadz Dr. Khalid Basalamah mengisahkan tentang Utsman bin Abi Madzun yang meminta saran Nabi Muhammad agar ia bisa salat dengan khusyuk. Nabi pun menjawab kepada Utsman untuk membaca ta’awudz dan meludah (meniup udara) ke kiri sebanyak tiga kali.

Pada dasarnya khusyuk dalam ibadah bisa dibentuk oleh jiwa dan pikiran yang bersih. Hal tersebut hanya bisa dibentuk oleh niat dalam dirimu. Jadi, yuk ditata lagi niatnya dalam beribadah. Semoga ridha Allah selalu menyertai setiap ibadah kita. Jangan lupa diamalkan ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilma Aini
EditorIlma Aini
Follow Us

Latest in Life

See More

7 Cara Bikin Audiobook Seasyik Podcast Favorit, Dengarkan Sekarang!

10 Mei 2026, 21:40 WIBLife