Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Kamu Perlu Menghadiri Acara Ngunduh Mantu?

Apakah Kamu Perlu Menghadiri Acara Ngunduh Mantu?
ilustrasi pernikahan (pexels.com/Hendi ht23)
Intinya Sih
  • Ngunduh mantu adalah pesta lanjutan setelah resepsi di pihak pengantin perempuan, biasanya digelar di rumah mempelai pria sebagai bentuk penyambutan keluarga baru.
  • Kehadiran tamu tergantung undangan dan situasi; jika hanya diundang ke salah satu acara atau berhalangan hadir di resepsi pertama, bisa menggantinya dengan datang ke ngunduh mantu.
  • Bagi keluarga dekat, kehadiran di kedua acara sangat dianjurkan, namun jika lokasi jauh atau acaranya kecil, ketidakhadiran tetap dapat dimaklumi tanpa mengurangi rasa hormat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Acara pernikahan sering kali tidak sederhana apabila mengikuti tradisi. Rangkaian prosesnya bisa makan waktu berhari-hari. Termasuk di daerah Jawa Tengah khususnya, yang kerap mengadakan dua kali pesta pernikahan.

Pertama, ijab kabul dan resepsi di rumah pihak pengantin perempuan. Biasanya acara ini dibuat besar-besaran. Setelah pesta di pihak pengantin perempuan selesai dilanjutkan dengan pesta di rumah pihak pengantin pria.

Acara ini disebut ngunduh mantu atau boyongan. Pertanyaannya, apakah kamu perlu menghadiri acara ngunduh mantu atau cukup resepsi di pihak pengantin perempuan? Jangan sampai pengeluaran buat menyumbang menjadi membengkak. Dirimu perlu memutuskan berdasarkan situasinya. Seperti di bawah ini biar kamu gak bingung lagi.

1. Tergantung undangan yang diterima

pernikahan
ilustrasi pernikahan (pexels.com/Baarast Project)

Menjadi tamu undangan sebenarnya sangat mudah. Kamu hanya perlu menyesuaikan kedatangan dengan undangan yang diterima. Apabila dirimu diundang ke acara resepsi di pihak pengantin perempuan, itulah yang harus dihadiri.

Sebaliknya, kalau undangan untukmu masih buat acara ngunduh mantu, berarti kamu tidak perlu pergi ke resepsi pertama. Sekalipun dirimu juga tahu kapan dan di mana akad nikah serta resepsi di pihak perempuan. Bisa juga dalam undangan sudah tertera dua acara.

Acara ijab kabul dan resepsi di pihak pengantin perempuan pada tanggal tertentu. Kemudian di bawahnya terdapat jadwal ngunduh mantu lengkap dengan lokasinya. Bila seperti ini, artinya kamu dipersilakan menghadiri salah satunya saja atau kedua acara sekaligus kalau bisa.

2. Belum sempat menghadiri resepsi di pihak perempuan, datang ke ngunduh mantu

pernikahan
ilustrasi pernikahan (pexels.com/Qodak. stx)

Keputusan untukmu datang ke acara ngunduh mantu atau tidak juga bisa didasarkan pada kelonggaranmu. Misal, pada saat ijab kabul dan resepsi di pihak pengantin perempuan, dirimu benar-benar tidak dapat hadir. Untung masih ada acara ngunduh mantu di pihak mempelai pria.

Kamu bisa memanfaatkan momen tersebut untuk menunjukkan rasa ikut bahagia. Daripada dirimu sama sekali tidak muncul. Nanti ketidakhadiranmu terasa sebagai sikap gak hormat bahkan tak suka pada keluarga yang mengundang.

Bahkan bila jadwal yang tercantum di undangan hanya resepsi di pihak perempuan. Selagi kamu tahu waktu serta tempat ngunduh mantu, gak apa-apa datang saja. Apalagi baik pesta di pihak pengantin perempuan maupun pria masih satu kota. Sampaikan permohonan maafmu karena tidak datang ketika akad nikah dan resepsi di pihak pengantin perempuan.

3. Jika masih keluarga boleh datang ke resepsi pihak perempuan plus ngunduh mantu

pernikahan
ilustrasi pernikahan (pexels.com/Ruly Nurul Ihsan)

Dalam acara sesakral pernikahan, kehadiran keluarga memiliki arti yang sangat penting. Makin banyak keluarga yang bisa datang akan menambah kebahagiaan kedua mempelai. Rasanya mereka benar-benar memperoleh restu serta dukungan dari keluarga besar.

Sebaliknya, acara pernikahan yang cuma dihadiri sedikit keluarga padahal aslinya anggota keluarga banyak bakal terasa sangat menyedihkan. Pengantin yang hanya sedikit keluarganya yang bisa datang bahkan bisa merasa malu ke keluarga mertua. Oleh sebab itu, kamu sebagai bagian dari keluarga dapat hadir di kedua acara pernikahan.

Sebab untuk keluarga terkadang gak ada undangan khusus. Baik buat acara utama di pihak keluarga perempuan maupun ngunduh mantu. Namun, itu sama sekali tak berarti kedatanganmu tidak diharapkan. Malah keluarga pengantin berpikir dirimu pasti akan hadir sehingga gak usah diberi undangan tertulis seperti tamu biasa.

4. Tidak perlu jika terlalu jauh meski dapat undangan

pernikahan
ilustrasi pernikahan (pexels.com/afiful huda)

Masalah yang sering timbul ialah lokasi ngunduh mantu bisa jauh dari kotamu. Misal, sahabatmu seorang pria asli Sragen, Jawa Tengah. Kalian sama-sama bekerja di Jakarta. Istrinya juga asli orang Jakarta.

Otomatis lebih mudah untukmu hadir di akad nikah mereka di Jakarta daripada ngunduh mantu di Sragen. Terlebih acara di keluarga mempelai pria belum tentu di hari libur. Kalau seperti ini kamu gak perlu memaksakan diri.

Sekalipun dirimu mendapatkan undangan langsung dari sahahat buat acara ngunduh mantu, gak apa-apa kamu langsung mengatakan tidak bisa menghadirinya. Dirimu akan datang di resepsi keluarga perempuan. Sahabat pasti juga memakluminya.

5. Tergantung besar atau kecilnya acara

pernikahan
ilustrasi pernikahan (pexels.com/Yudha Allam)

Sering kali acara ngunduh mantu tak terlalu besar. Setidaknya dibandingkan dengan acara utama di pihak keluarga pengantin perempuan. Malah terkadang konsep acaranya hanya menyerupai pengajian dan syukuran kecil-kecilan.

Keluarga pengantin pria tak sampai menyewa gedung atau mendirikan tenda besar di halaman rumah. Acara semata-mata simbol balasan baik terhadap keluarga pengantin perempuan. Mempelai pria telah diterima dalam keluarga mertuanya.

Pengantin perempuan juga diterima sebagai bagian dari keluarga besar suaminya. Ini sebabnya gak semua acara ngunduh mantu didahului dengan bagi-bagi undangan khusus. Kadang rencana acara cuma disampaikan dalam obrolan. Makin sederhana acaranya, kamu makin boleh tak menghadiri. Apalagi jika dirimu bukan saudara dekat pengantin pria atau perempuan.

Untuk alasan kepraktisan dan menekan biaya, kini banyak acara pernikahan yang cukup satu kali. Gak ada acara ngunduh mantu. Namun, tidak menutup kemungkinan suatu saat teman, tetangga, atau saudaramu masih melangsungkan dua acara tersebut. Kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Related Articles

See More