Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sikat Gigi Harus Diganti Setiap 3 Bulan demi Kesehatan Mulut
Ilustrasi sikat gigi (Pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
  • Sikat gigi sebaiknya diganti setiap tiga bulan sekali karena bulu sikat yang aus bisa menurunkan efektivitas pembersihan dan meningkatkan risiko penumpukan bakteri.
  • Tanda sikat gigi harus diganti antara lain bulu mekar, berubah warna atau bau, serta setelah digunakan saat sakit seperti flu atau infeksi mulut.
  • Kebersihan sikat gigi penting dijaga dengan menyimpannya dalam posisi tegak dan membiarkannya kering alami agar tidak jadi sarang bakteri atau jamur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Masih pakai sikat gigi yang “kelihatannya masih bagus”? Hati-hati, karena sikat gigi yang terlihat normal belum tentu masih efektif dipakai. Banyak orang baru mengganti sikat gigi saat bulunya benar-benar rusak, patah, atau bahkan hilang entah ke mana. Padahal, ada beberapa tanda sederhana yang sering gak disadari kalau sikat gigi sebenarnya sudah harus diganti.

Bukan cuma soal kebersihan, sikat gigi yang terlalu lama dipakai juga bisa memengaruhi kesehatan mulut. Mulai dari penumpukan bakteri sampai kemampuan membersihkan gigi yang menurun. Nah, sebelum terlambat, coba cek apakah sikat gigimu punya tanda-tanda berikut ini.

1. Bulu sikat mulai mekar dan bengkok

Ilustrasi sikat gigi rusak (Pexels.com/Anna Shvets)

Ini jadi tanda paling umum, tapi masih sering diabaikan. Saat bulu sikat sudah melebar ke samping atau bentuknya gak lagi rapi, kemampuan membersihkan sela gigi juga ikut menurun. Selain itu, sikat yang terlalu mekar bisa terasa lebih kasar di gusi dan berisiko bikin iritasi ringan. Kalau bentuknya sudah berubah, jangan dipaksa dipakai terus hanya karena “masih bisa buat sikat gigi”.

2. Sikat gigi dipakai lebih dari 3 bulan

Ilustrasi sikat gigi yang sudah dipakai (Pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Banyak orang gak sadar kalau sikat gigi punya “masa pakai”. Idealnya, sikat gigi diganti setiap 3 bulan sekali, bahkan kalau kondisinya masih terlihat bagus. Semakin lama dipakai, bulu sikat akan kehilangan elastisitasnya sehingga gak maksimal mengangkat plak dan sisa makanan. Apalagi kalau kamu termasuk yang menyikat gigi cukup kuat, biasanya sikat akan lebih cepat aus.

3. Baru sembuh dari flu atau infeksi mulut

Ilustrasi sakit flu (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ini salah satu hal yang masih jarang diperhatikan. Setelah sakit, terutama flu, radang tenggorokan, sariawan parah, atau infeksi mulut, sebaiknya langsung ganti sikat gigi. Meski terlihat bersih, sikat gigi bisa menyimpan sisa bakteri atau virus dari masa sakit sebelumnya. Mengganti sikat gigi setelah sembuh jadi langkah sederhana untuk menjaga kebersihan mulut tetap optimal.

4. Sikat mulai berubah warna atau bau

Ilustrasi menyikat gigi (Pexels.com/Helena Lopes)

Sikat gigi yang lembap terus-menerus bisa jadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Biasanya ditandai dengan warna bulu yang mulai kusam, menguning, atau muncul bau yang gak biasa. Kondisi ini sering terjadi kalau sikat disimpan di kamar mandi yang lembap atau ditutup rapat saat masih basah. Supaya lebih higienis, simpan sikat gigi dalam posisi tegak dan biarkan mengering secara alami setelah dipakai.

5. Sikat gigi jatuh atau menyentuh area kotor

Ilustrasi membersihkan sikat gigi (Pexels.com/Helena Lopes)

Kedengarannya sepele, tapi sikat gigi yang jatuh ke lantai kamar mandi atau menyentuh area kotor sebaiknya langsung diganti, terutama kalau bulu sikat sudah terbuka dan sulit dibersihkan maksimal. Karena dipakai langsung ke area mulut, kebersihan sikat gigi sebenarnya gak boleh dianggap remeh. Daripada ambil risiko, mengganti sikat baru tentu jauh lebih aman.

Kadang, sikat gigi memang terlihat baik-baik saja dari luar. Tapi kalau sudah melewati masa pakai atau mengalami kondisi tertentu, efektivitas dan kebersihannya bisa menurun tanpa disadari. Jadi, jangan tunggu sampai benar-benar rusak untuk mengganti sikat gigi, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article