5 Tips buat Kamu yang Tahun Ini Mau Stop Kasih Amplop Lebaran

Lebaran dan bagi-bagi uang sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat di tanah air. Bukan hanya pekerja yang memperoleh THR atau tunjangan hari raya dari kantor. Anak-anak pun mendapatkan salam tempel dari saudara yang jauh lebih tua serta tetangga.
Kamu selama ini termasuk yang rutin kasih amplop Lebaran untuk saudara-saudara sampai anak-anak tetangga. Namun, kebiasaan ini gak harus selamanya berjalan. Jangan merasa tersandera oleh tradisi tersebut.
Apalagi ketika kondisi keuanganmu kurang baik. Gak usah memaksakan tradisi kalau terlalu memberatkammu. Segera akhiri overthinking-mu soal itu. Bukan berarti kamu menjadi pelit, kok. Juga tidak selalu tunggu dirimu bokek baru berhenti bagi-bagi amplok Lebaran. Ikuti tipsnya supaya tak ada rasa malu.
1. Kabarkan sekarang biar orang yang biasa menerima gak berharap

Makin banyak momen Lebaran yang diwarnai dengan bagi-bagi salam tempel, makin orang yakin tahun ini pun sama. Kamu bakal kasih amplop Lebaran seperti biasanya. Bahkan, mereka berharap kali ini isi amplop mengikuti inflasi alias ada tambahan.
Meski sebenarnya kamu gak wajib memberitahukan bahwa Idulfitri nanti gak kasih amplop, lakukan saja. Daripada mereka telanjur terlalu berharap. Cara menyampaikannya tidak usah terlalu serius.
Bisa ketika kalian mengobrol santai saja. Kasih selintas info bahwa tahun ini kamu off dulu dari bagi-bagi uang saat Lebaran. Saking seringnya dirimu berbagi amplop, mungkin mereka tak langsung percaya. Kamu butuh mengulanginya lagi beberapa kali di kesempatan berbeda buat menunjukkan itu bukan candaan.
2. Alasan perlu diberitahukan ke orang-orang terdekat

Untuk orang-orang yang gak dekat denganmu seperti sepupu atau anak-anak, alasan tak perlu diberitahukan. Terlebih masalahnya buatmu terasa agak memalukan seperti bokek. Namun, pada orang-orang yang lebih dekat mending dijelaskan.
Misalnya, ke adik dan orangtua. Kalau mereka tidak diberi tahu pasti terus bertanya-tanya. Sementara dengan kasih penjelasan, dirimu juga akan lebih lega. Kamu gak merasa mendadak pelit ke keluarga sendiri.
Malah barangkali dirimu akan mendengar dukungan dari mereka. Setelah mereka tahu keadaan finansialmu, bukannya sebal malah membenarkan keputusanmu. Kamu menjadi mengerti bahwa sebenarnya mereka tidak apa-apa seandainya pun gak dapat THR darimu.
3. Amplop Lebaran dapat diganti pemberian lain

Berhenti bagi-bagi salam tempel tak selalu karena dirimu lagi ada banyak kebutuhan apalagi masalah finansial. Keuanganmu baik-baik saja bahkan gaji naik juga kamu boleh stop kasih amplop Lebaran. Misalnya, saat dirimu merasa kasih uang ke anak-anak ternyata kurang mendidik.
Keponakanmu cuma mau dekat denganmu bila kamu memberinya uang. Itu pun tergantung nominalnya. Uang yang sedikit malah membuatnya tak ragu menunjukkan raut tidak suka.
Uang bisa diganti dengan pemberian lain yang tidak membuatnya mata duitan. Seperti lazimnya anak-anak saja. Misalnya, bingkisan jajanan sehat. Atau, isinya peralatan sekolah seperti buku tulis dan pulpen agar lebih bermanfaat.
4. Jangan takut dengan omongan orang

Salah satu hal yang membuatmu cemas hendak stop bagi-bagi amplop Lebaran mungkin omongan orang. Takutnya dirimu menjadi bahan gunjingan. Apalagi kamu merantau dan dianggap sukses. Mereka berpikir dirimu bangkrut sampai tak bisa lagi kasih salam tempel.
Atau, kamu sudah berubah dari dermawan menjadi kikir. Seakan-akan lupa asalmu dan tetangga-tetanggamu. Apa pun perkataan mereka nanti tidak usah digubris. Tugasmu bukan menyenangkan semua orang.
Dirimu lebih wajib mengamankan kondisi keuangan pribadi sebelum membahagiakan orang lain. Kamu begitu royal pun tak menutup kemungkinan ada orang yang tetap menggunjingkanmu. Contoh, curiga dengan sumber kekayaanmu. Belajarlah untuk lebih cuek dan lakukan apa yang menurutmu tepat.
5. Tak usah menggelar open house

Apabila tahun-tahun lalu kamu sengaja bikin open house, tahun ini mungkin sebaiknya ditiadakan saja. Kalau dirimu kembali menggelarnya, begitu banyak orang bakal datang. Bukan semata-mata untuk bersilaturahmi, melainkan mengharapkan salam tempel.
Terlebih anak-anak tetangga yang dengan penuh semangat datang begitu salat Id selesai. Idulfitri nanti cobalah untuk tetap menutup pintu rumah dan pagarmu. Bukan kamu pura-pura pergi.
Dirimu bahkan mengikuti salat Id di masjid terdekat seperti biasa. Bedanya, kamu langsung bersalam-salaman dengan tetangga di situ. Termasuk meminta anak-anak bersalaman sekalian. Kalau ada tetangga yang keburu pulang, dirimu menyusul ke rumahnya.
Mereka menjadi tidak berbondong-bondong ke rumahmu. Bila ada orang bertanya alasanmu tak menggelar open house, jawab singkat saja. Kamu ingin gantian ke rumah para tetangga. Apalagi usiamu terbilang lebih muda. Anak-anak akan melewatkan begitu saja rumahmu yang masih terkunci.
Tanpa bagi-bagi amplop Lebaran, kamu tak perlu repot mencari uang pecahan. Jika keuanganmu sedang berat, kamu pun menjadi tidak makin terbebani. Juga menghindari sesuatu yang tidak wajib dianggap sebagai keharusan.


















