Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Trik Membuat Interior Tidak Terlihat Seperti Ruang Pajangan
ilustrasi ruang tamu japandi (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)
  • Sisakan ruang kosong dan ketidaksempurnaan kecil agar rumah tetap tertata, tetapi terasa natural, lega, dan benar-benar digunakan.
  • Tambahkan benda bernilai emosional seperti buku, foto, kerajinan perjalanan, atau karya seni, serta padukan beragam tekstur untuk membangun karakter dan kehangatan ruang.
  • Utamakan furnitur serta pencahayaan yang mendukung aktivitas sehari-hari, lalu biarkan dekorasi berkembang bertahap mengikuti kebutuhan, pengalaman, dan selera penghuni.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Interior yang terlalu rapi, seragam, dan minim personalitas terkadang justru membuat rumah terasa seperti ruang pajangan. Semua benda tampak sengaja diletakkan untuk difoto, tetapi kurang menghadirkan kesan hidup dan nyaman.

Padahal, interior yang menarik bukan hanya tentang estetika. Melainkan juga bagaimana ruang tersebut terasa digunakan dan mencerminkan penghuninya. Agar rumah tetap terlihat tertata tanpa kehilangan karakter, berikut lima trik yang bisa diterapkan.

1. Sisakan ruang untuk ketidaksempurnaanSisakan ruang untuk ketidaksempurnaan

ilustrasi ruangan cozy corner (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Jangan merasa semua sudut harus terisi atau terlihat sempurna. Sedikit ruang kosong justru membuat interior terasa lebih lega dan natural. Meja yang tidak selalu penuh dekorasi, rak dengan beberapa bagian kosong, atau sofa dengan selimut yang dibiarkan santai dapat menghadirkan kesan bahwa ruangan benar-benar digunakan.

Ketidaksempurnaan kecil juga membuat rumah terasa lebih manusiawi. Tidak perlu setiap benda memiliki posisi yang sangat presisi selama keseluruhan ruang tetap nyaman dan terorganisasi.

2. Gunakan benda yang memiliki cerita

ilustrasi ruang tamu putih (unsplash.com/Alex Tyson)

Interior akan terasa lebih personal ketika dekorasinya bukan sekadar benda cantik. Tambahkan objek yang memiliki nilai emosional. Seperti buku yang sering dibaca, kerajinan dari perjalanan, foto keluarga, karya seni favorit, atau benda pemberian orang terdekat.

Benda-benda tersebut mungkin tidak selalu memiliki tampilan yang seragam dengan konsep ruangan. Justru perbedaan itu yang membuat interior memiliki karakter. Rumah akhirnya terasa seperti tempat tinggal seseorang, bukan showroom yang mengikuti satu katalog.

3. Padukan tekstur, bukan hanya warna

ilustrasi ruang tamu monokrom (unsplash.com/Lotus Design N Print)

Ruangan yang terlalu mengandalkan satu jenis material dapat terlihat kaku dan artifisial. Cobalah memperkaya interior dengan kombinasi tekstur, seperti kayu, linen, keramik, kaca, batu alam, rotan, atau logam.

Perpaduan tekstur memberikan dimensi visual sekaligus membuat ruang terasa lebih hangat. Bahkan dalam interior minimalis, variasi tekstur dapat menjadi cara sederhana untuk menghindari kesan monoton tanpa harus menambahkan terlalu banyak dekorasi.

4. Prioritaskan kenyamanan daripada tampilan

ilustrasi ruangan scandinavia (unsplash.com/Lotus Design N Print)

Jangan memilih furnitur hanya karena terlihat menarik dalam foto. Pertimbangkan juga bagaimana benda tersebut digunakan sehari-hari. Sofa seharusnya nyaman untuk duduk, meja makan memiliki ukuran yang sesuai, dan pencahayaan tidak hanya dekoratif tetapi juga mendukung aktivitas.

Tambahkan elemen yang memang dibutuhkan penghuni, seperti lampu baca, keranjang penyimpanan, bantal tambahan, atau meja kecil di dekat sofa. Ketika fungsi menjadi bagian dari desain, ruangan secara alami akan terlihat lebih hidup.

5. Biarkan interior berkembang secara bertahap

ilustrasi ruang aesthetic (unsplash.com/spacejoy)

Tidak perlu menyelesaikan seluruh interior dalam satu waktu. Berikan kesempatan bagi ruangan untuk berkembang seiring perubahan kebutuhan, pengalaman, dan selera penghuni.

Dekorasi bisa ditambahkan secara perlahan ketika menemukan benda yang benar-benar disukai. Furnitur tertentu juga dapat diganti ketika sudah tidak sesuai kebutuhan. Proses bertahap ini membuat interior memiliki lapisan cerita dan tidak terasa seperti hasil dekorasi instan.

Interior yang nyaman bukanlah ruang yang selalu terlihat sempurna. Rumah yang memiliki karakter justru memperlihatkan sedikit jejak kehidupan penghuninya. Ada benda yang digunakan setiap hari, dekorasi yang memiliki cerita, tekstur yang beragam, hingga beberapa sudut yang tidak selalu tertata sempurna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article