Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Kebiasaan Stimming Sehat yang Bantu Kamu Lebih Tenang

4 min read
6 Kebiasaan Stimming Sehat yang Bantu Kamu Lebih Tenang
ilustrasi cemas menunggu notifikasi pesan (pexels.com/ https://kaboompics.com/)
  • Stimming adalah perilaku stimulasi diri berupa gerakan, suara, atau aktivitas berulang yang dapat membantu sebagian orang mengatur emosi, menyalurkan energi, dan merasa lebih nyaman.
  • Contoh stimming sehat meliputi menggoyangkan kaki, meremas benda bertekstur, memainkan benda kecil, mendengarkan suara menenangkan, serta melakukan gerakan repetitif.
  • Kebiasaan ini dapat digunakan bila terasa aman, nyaman, tidak menimbulkan sakit, tidak mengganggu aktivitas atau konsentrasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan diri sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah mengetukkan kaki ketika gugup, memainkan ujung rambut saat sedang berpikir, atau tanpa sadar menggoyangkan kaki ketika duduk? Gerakan-gerakan kecil seperti ini sebenarnya cukup umum dilakukan ketika seseorang sedang tegang, bersemangat, berkonsentrasi, atau membutuhkan cara untuk menyalurkan energi.

Dalam konteks neurodiversitas, perilaku seperti ini sering disebut stimming, singkatan dari self-stimulatory behavior. Stimming dapat berupa gerakan tubuh, suara, atau aktivitas berulang yang memberikan stimulasi sensorik. Bagi sebagian orang, aktivitas tersebut bisa membantu mengatur emosi atau membuat diri terasa lebih nyaman. Berikut beberapa contoh kebiasaan stimming sehat yang bisa membantu meredakan kecemasan. Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

  1. 1. Menggoyangkan kaki secara perlahan

    menggoyangkan kaki karena gelisah
    ilustrasi menggoyangkan kaki karena gelisah (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Ketika duduk dalam situasi yang membuat tegang, sebagian orang secara otomatis menggoyangkan kaki. Gerakan berulang ini dapat menjadi cara sederhana untuk menyalurkan energi fisik ketika tubuh sedang merasa gelisah.

    Jika kebiasaan ini terasa nyaman dan tidak mengganggu aktivitas, sebenarnya tidak selalu perlu dihentikan. Kamu juga bisa melakukannya dengan lebih sadar ketika sedang menunggu, bekerja, atau menghadapi situasi yang membuat gugup. Yang penting, gerakannya tetap nyaman dan tidak sampai menimbulkan rasa sakit.

  2. 2. Meremas benda yang terasa nyaman

    seorang wanita memeluk bantal
    ilustrasi seorang wanita memeluk bantal (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Bola kecil, kain bertekstur, atau benda yang dapat diremas bisa memberikan stimulasi melalui indra peraba. Aktivitas sederhana seperti meremas dan melepaskan benda secara berulang dapat menjadi pengalih perhatian ketika pikiran sedang dipenuhi rasa gelisah.

    Kamu bisa menyimpan benda kecil yang nyaman di meja kerja atau tas untuk digunakan ketika membutuhkannya. Tidak perlu memilih benda khusus yang mahal. Yang terpenting adalah teksturnya terasa menyenangkan dan penggunaannya tidak membuat tangan atau jari terasa sakit.

  3. 3. Memainkan benda kecil dengan tangan

    memainkan pulpen di tangan
    ilustrasi memainkan pulpen di tangan (pexels.com/Antoni Shkraba)

    Memutar pulpen termasuk bentuk stimulasi berulang yang bisa terasa menenangkan bagi sebagian orang. Gerakan kecil ini dapat memberikan sesuatu yang konkret untuk dilakukan ketika tubuh terasa gelisah.

    Namun, perhatikan apakah aktivitas tersebut benar-benar membantu atau justru menjadi distraksi. Jika memainkan benda membuatmu semakin sulit berkonsentrasi, mungkin jenis stimulasi yang digunakan kurang sesuai. Stimming yang sehat seharusnya membantu kamu merasa lebih nyaman, bukan menambah masalah baru.

  4. 4. Mendengarkan suara atau musik yang menenangkan

    seorang wanita sedang mendengarkan musik
    ilustrasi seorang wanita sedang mendengarkan musik (freepik.com/lookstudio)

    Stimming tidak selalu berbentuk gerakan tubuh. Mengulang suara tertentu, bersenandung, atau mendengarkan lagu yang sama beberapa kali juga bisa menjadi bentuk stimulasi yang menyenangkan bagi sebagian orang.

    Cobalah memilih suara yang membuatmu merasa nyaman, seperti musik instrumental, suara hujan, atau lagu favorit. Gunakan volume yang aman dan sesuaikan dengan situasi. Jika sedang membutuhkan konsentrasi, misalnya, suara yang terlalu kompleks justru mungkin membuat perhatian semakin terbagi.

  5. 5. Melakukan gerakan repetitif yang terasa nyaman

    memainkan jari tangan
    ilustrasi memainkan jari tangan (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Ada orang yang merasa lebih tenang dengan gerakan seperti menggoyangkan tubuh perlahan, berjalan mondar-mandir, meregangkan tangan, atau mengetukkan jari. Gerakan repetitif dapat memberikan pola yang familiar ketika tubuh sedang menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman.

    Tidak perlu memaksakan jenis gerakan tertentu hanya karena sedang populer sebagai teknik self-care. Perhatikan respons tubuh sendiri. Jika sebuah gerakan terasa nyaman, tidak menyebabkan cedera, dan tidak mengganggu aktivitas, kamu bisa menjadikannya salah satu cara untuk memberikan jeda ketika sedang gelisah.

  6. 6. Mengulang aktivitas sensorik yang menyenangkan

    seorang wanita melipat kertas
    ilustrasi seorang wanita melipat kertas (pexels.com/Ksenia Chernaya)

    Aktivitas seperti menggambar pola berulang, melipat kertas, merajut, mewarnai, atau memainkan tekstur tertentu dapat memberikan stimulasi yang konsisten. Bagi sebagian orang, melakukan sesuatu dengan pola berulang juga membantu perhatian terasa lebih terarah.

    Kegiatan seperti ini bisa menjadi pilihan ketika pikiran sedang terlalu ramai dan kamu membutuhkan aktivitas yang sederhana. Tidak perlu mengejar hasil yang sempurna. Fokuskan saja perhatian pada sensasi dan prosesnya, sehingga aktivitas tersebut bisa menjadi momen kecil untuk beristirahat dari berbagai pikiran yang sedang memenuhi kepala.

    Stimming pada dasarnya bukan sesuatu yang harus selalu disembunyikan atau dihentikan. Dalam situasi tertentu, gerakan kecil yang berulang bisa menjadi salah satu cara tubuh mencari rasa nyaman dan mengatur stimulasi. Yang terpenting adalah memilih bentuk yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan diri sendiri.

    Jadi, ketika tanpa sadar kamu menggoyangkan kaki saat gugup atau memainkan sesuatu dengan tangan ketika sedang berpikir, tidak perlu buru-buru menganggapnya sebagai kebiasaan buruk. Ini menjadi tanda bahwa tubuhmu sedang mencari caranya sendiri untuk merasa sedikit lebih tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More