Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Tips Digital Decluttering untuk Mahasiswa Biar Isi Laptop Lebih Rapi
Ilustrasi mahasiswa mengoperasikan laptop (unsplash.com/@priscilladupreez)

Laptop merupakan salah satu barang yang identik dengan mahasiswa. Kehadirannya sudah melekat dengan kehidupan para mahasiswa karena hampir seluruh tugas perkuliahan dikerjakan menggunakan alat elektronik yang satu ini. Banyaknya tugas yang harus dikerjakan selama satu semester penuh dapat menyebabkan penumpukan file yang mungkin tidak kamu sadari.

Digital decluttering bisa menjadi salah satu cara untuk merapikan isi laptop yang sempat terabaikan selama sibuknya menjalani perkuliahan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan.

1. Hapus file yang tidak lagi digunakan

Ilustrasi mahasiswa mengoperasikan laptop (unsplash.com/@figueeroooa)

Selama menjalani perkuliahan selama satu semester penuh tentu ada banyak aktivitas yang sudah dilakukan menggunakan laptop. Mulai dari mengerjakan tugas kuliah, mengunduh dokumen dari dosen, mencari sumber referensi literatur dari internet, hingga digitalisasi dokumen. Terkadang dari banyaknya file ini, ada beberapa file yang sebenarnya tidak kamu perlukan lagi. Kamu bisa menghapus file-file tersebut untuk mengosongkan storage laptopmu. Hal ini juga membantu kinerja laptop bisa menjadi lebih cepat dan lancar.

Folder "Downloads'' dalam laptop biasanya menjadi salah satu folder yang paling berantakan karena isinya yang campur aduk. Kamu bisa mulai membersihkan isi laptopmu dari folder ini.

2. Temukan file duplikat yang tersimpan di laptop, kemudian hapus yang tidak digunakan

Ilustrasi mahasiswa mengoperasikan laptop (unsplash.com/@a_d_s_w)

Saat menghapus file yang tidak digunakan, kamu mungkin menemukan beberapa file yang sama. File tersebut bisa berupa draft tugas yang pernah kamu simpan menjadi beberapa file. Kamu bisa menghapus file tersebut dan menyisakan salinan terbaru.

Selain mengosongkan storage laptopmu, langkah ini juga mempersingkat waktu saat kamu mencari file tersebut. Kamu tidak perlu membuka file satu-persatu untuk menemukan yang paling baru.

3. Beri nama file dengan jelas

Ilustrasi mahasiswa mengoperasikan laptop (pexels.com/id-id/@armin-rimoldi)

Saat mengunduh file dari internet, terkadang nama file yang tersimpan dapat berupa kombinasi huruf dan angka yang random. Hal ini tentu menyulitkanmu untuk mengetahui apa isi dari file tersebut jika kamu tidak membukanya terlebih dahulu.

Pemberian nama file yang jelas, singkat dan sesuai isinya tentu akan sangat membantumu di kemudian hari. Saat memerlukan file tersebut, cukup dengan melihat nama filenya saja, kamu sudah tahu apa isi dari file yang kamu simpan.

4. Buat folder untuk menyimpan file yang saling berkaitan

Ilustrasii konjungsi Venus dan Jupiter (pexels.com/id-id/@eren-li)

Setelah menghapus file yang tidak diperlukan lagi, kamu tentu sudah melihat bahwa kumpulan file tadi memiliki keperluan yang berbeda-beda. Ada file yang berhubungan dengan mata kuliah tertentu, file organisasi kampus maupun sekadar file hiburan. Oleh karena itu kamu bisa membuat folder masing-masing untuk menyimpan kumpulan file ini.

Folder yang dibuat ada baiknya menggunakan nama yang jelas yang tujuannya untuk mempermudah kamu saat melakukan pencarian file di kemudian hari. Contohnya, kamu bisa membuat folder dengan nama "Semester 3" yang nantinya bisa kamu isi dengan sejumlah file yang kamu kerjakan selama menjalani semester tersebut.

Pembuatan folder di dalam folder ada baiknya tidak perlu terlalu dalam. Contohnya, setelah kamu membuat folder "Semester 3" tadi, kamu cukup membuat folder dengan masing-masing nama mata kuliah yang kamu ambil di semester 3.

Pengaturan file ini juga membantu kamu lebih cepat untuk menemukan file yang diinginkan. Tahap ini juga bisa kamu lakukan untuk menyiapkan folder untuk semester selanjutnya.

5. Pisahkan file ke dalam masing-masing dokumen sesuai keperluan

Ilustrasi mahasiswa mengoperasikan laptop (pexels.com/id-id/@mart-production)

Setelah menghapus dokumen yang tidak diperlukan dan membuat folder untuk masing-masing jenis file, kamu bisa melanjutkan ke tahap ini. File kemudian disimpan sesuai dengan foldernya masing-masing. Proses pemisahan file ini bertujuan untuk membuat isi laptopmu menjadi lebih terorganisir. Hal ini juga bisa mengurangi rasa lelahmu jika harus mencari file dengan cepat karena tampilan layar sudah rapi.

6. Kosongkan tempah sampah (recycle bin)

Ilustrasi mahasiswa mengoperasikan laptop (pexels.com/id-id/@rdne)

Setelah proses penyimpanan file dalam masing-masing folder dilakukan, isi laptopmu sudah jauh lebih rapi dari sebelumnya. Kamu dapat dengan mudah menemukan file yang kamu simpan karena sudah diberi nama yang jelas dan disimpan dalam dengan folder yang sesuai.

Tahap terakhir adalah mengosongkan Recycle Bin, folder penyimpanan sementara untuk kumpulan file yang sudah kamu hapus pada tahap sebelumnya. Setelah kamu menghapus di Recycle Bin, maka file-file tersebut akan terhapus secara permanen dari dalam laptopmu.

Kamu dapat meluangkan waktu 1-2 hari untuk melakukan digital decluttering ini. Selain membantu kinerja laptop agar tidak lambat, langkah-langkah ini juga membantu kamu lebih rileks saat membuka laptop. Selagi masih libur semester, buka laptopmu dan rapikan isinya, yuk!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article