Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Perilaku Berlalu Lintas di Singapura Ini Patut Dicontoh, Tertib!

7 Perilaku Berlalu Lintas di Singapura Ini Patut Dicontoh, Tertib!
foreignbrief.com
Share Article

Selama ini, Singapura memang terkenal dengan ketertiban warganya, termasuk dalam hal berlalu lintas di jalan raya. Yuk, kita intip perilaku berkendara di negeri Singa yang bisa kita jadikan teladan.

Coba deh mulai dulu dari diri sendiri untuk menerapkan kebiasaan baik ini kala di jalanan. Ini dia kebiasaan yang bisa mulai kamu contoh dan terapkan.

  1. 1. Pengendara kendaraan tidak melampaui batas zebra cross saat berhenti di lampu merah

    Foto hanya ilustrasi. (lta.gov.sg)
    Foto hanya ilustrasi. (lta.gov.sg)

    Para pengendara mobil dan sepeda motor di Singapura begitu menghargai pejalan kaki. Di lokasi zebra cross, mereka akan berhenti di belakang garis putih saat lampu pengatur lalu lintas berwarna merah.

  2. 2. Pesepeda motor gak akan jalan di trotoar atau jalur sepeda

    cyclinginsingapore.blogspot.com
    cyclinginsingapore.blogspot.com

    Gak akan ada satu pun pengendara sepeda motor di Singapura melewati kawasan pejalan kaki atau jalur sepeda walaupun dalam kondisi macet pada saat aktivitas pulang kerja atau jam-jam istirahat makan siang. Trotoar pun selalu bersih dari sepeda motor. Memang sih, rasanya kurang apple to apple sih mengingat jumlah sepeda motor di Singapura lebih sedikit dari di negeri kita, tapi gak ada salahnya kan untuk menerapkan perilaku demikian?

  3. 3. Seberapapun dekat jaraknya, pesepeda motor wajib mengenakan helm

    straitstimes.com
    straitstimes.com

    Entah jarak jauh atau dekat meski hanya beberapa meter perjalanan, pesepeda motor di negeri ini juga akan selalu pakai helm saat berkendara.

  4. 4. Ketemu lampu merah? Wajib berhenti tepat sesuai waktunya

    weareperspective.com
    weareperspective.com

    Saat berada di perempatan jalan dengan lampu kuning, mungkin banyak di antara kita yang justru mempercepat laju kendaraan supaya gak kena lampu merah. Di Singapura, pengendara kendaraan akan melambatkan kendaraannya saat lampu pengatur lalu lintas berwarna kuning dan benar-benar berhenti tepat saat lampu merah menyala. Apabila gagal berhenti, siap-siap untuk membayar denda. Ketika lampu hijau menyala, gak ada bunyi klakson guna memperingati kendaraan yang ada di depannya.

  5. 5. Gak berbelok atau memutar arah kendaraan seenaknya

    mxmindia.com
    mxmindia.com

    Saat berbelok atau berputar arah, pengemudi kendaraan di Singapura akan dengan sabar menunggu kendaraan lain dari arah yang berlawanan. Pengemudi di sana hanya akan berani memutar kendaraannya jika di jalur sebelahnya sudah benar-benar kosong.

  6. 6. Patuh dengan aturan kecepatan maksimal berkendara

    sg.finance.yahoo.com
    sg.finance.yahoo.com

    Di negeri ini, kamu akan jarang menemukan pengemudi ugal-ugalan yang melajukan kendaraannya dengan kecepatan sangat tinggi. Pengendara sangat mematuhi kecepatan berkendara yang dibatasi maksimal 80 km/jam di jalan tol dan 60 km/jam di jalan dalam kota. 

  7. 7. Pejalan kaki pun tertib dengan tidak menyeberang jalan sembarangan

    straitstimes.com
    straitstimes.com

    Di Singapura, sudah tersedia banyak zebra cross dan lampu merah khusus pejalan kaki, sehingga menyeberang jalan menjadi lebih mudah. Kalau kamu ke Singapura pun, kamu bakal jarang banget ketemu orang yang menyeberang jalan seenaknya. 

    Memang, bisa jadi warga Singapura sangat patuh berlalu lintas karena peraturan yang ketat dan ancaman denda dari pemerintah Singapura. Gak cuma itu, terdapat banyak kamera pengintai di jalanan sehingga kamu akan jarang menemukan patroli polisi.

    Meskipun begitu, gak ada salahnya kan kalau kita bisa meneladani kedisplinan mereka berlalu lintas? Toh pada akhirnya, kita juga yang akan mendapatkan manfaat dari tertib berlalu lintas, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More