Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Skin Barrier Jadi Kunci Perawatan Kulit Dermatitis Atopik

4 min read
Skin Barrier Jadi Kunci Perawatan Kulit Dermatitis Atopik
ilustrasi kulit iritasi (pexels.com/Jenna Hamra)
  • Pada dermatitis atopik, skin barrier yang terganggu meningkatkan kehilangan air, membuat kulit kering dan gatal, serta memicu siklus garukan yang dapat memperburuk permukaan kulit.
  • Pelembap perlu digunakan konsisten meski kulit membaik; humektan, emolien, oklusif, dan ceramide membantu mempertahankan kelembapan serta mendukung fungsi pelindung kulit.
  • Pelembap bukan pengganti penanganan medis; ruam meluas, cairan atau nanah, kerak kekuningan, nyeri, bengkak, demam, atau gatal berat memerlukan evaluasi tenaga medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kulit kering mungkin terlihat seperti masalah sederhana. Namun, bagi orang dengan dermatitis atopik atau peradangan kulit kronik (eksim), kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa skin barrier sedang membutuhkan perhatian lebih. Saat lapisan pelindung kulit terganggu, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan sekaligus rentan terhadap berbagai faktor dari lingkungan.

Karena itu, merawat kulit dermatitis atopik bukan hanya dilakukan saat gatal atau ruam muncul. Menjaga kelembapan kulit secara rutin pun menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mempertahankan fungsi skin barrier dan menjaga kondisi kulit tetap nyaman.

  1. 1. Peran penting skin barrier untuk keseimbangan kulit

    ilustrasi dermatitis atopik
    ilustrasi dermatitis atopik (dok. PT Galderma Indonesia)

    Firdha Wanda, Senior Brand Manager PT Galderma Indonesia, menyebut bahwa skin barrier memiliki peran penring dalam menjaga keseimbangan kulit. Skin barrier diibaratkan seperti sistem pertahanan pertama kulit yang membantu menjaga air tetap di dalam kulit dan menjadi penghalang bagi berbagai faktor eksternal. Ketika pertahanan ini melemah, kulit menjadi lebih mudah kering, sensitif, dan tidak nyaman.

    Pada kondisi dermatitis atopik, gangguan fungsi skin barrier dapat menyebabkan air lebih mudah menguap dari permukaan kulit. Kondisi ini dikenal sebagai peningkatan transepidermal water loss atau TEWL. Kulit yang semakin kering akan memicu rasa gatal dan jika terus menerus digaruk bisa semakin mengganggu permukaan.

    “Masalahnya bisa menjadi seperti lingkaran. Kulit kering memicu rasa gatal, digaruk, lalu permukaan kulit semakin terganggu. Karena itu, menjaga kelembapan kulit secara rutin menjadi penting untuk membantu memutus siklus tersebut,” kata Firdha.

  2. 2. Perawatan gak berhenti saat kulit terasa membaik

    ilustrasi menggunakan pelembap
    ilustrasi menggunakan pelembap (pexels.com/Ron Lach)

    Banyak orang yang cenderung berhenti melakukan perawatan seperti penggunaan mosturizer setelah kulitnya membaik dan dermatitis atopik gak tampak. Padahal, perawatan tetap penting dilakukan meski kulit tampak sehat. Tujuannya bukan hanya memberikan rasa nyaman, tetapi juga membantu mempertahankan kelembapan dan mendukung fungsi skin barrier.

    Firdha mengatakan, "Jangan menunggu kulit terasa sangat kering baru menggunakan moisturizer. Justru perawatan yang konsisten ketika kondisi kulit sedang baik merupakan bagian dari upaya menjaga agar kulit tetap terawat."

    Ia juga menambahkan, dalam memilih moisturizer untuk dermatitis autopik, kandungan yang mendukung kesehatan skin barrier perlu diperhitungkan. Salah satunya adalah ceramide, kelompok lipid yang secara alami terdapat pada lapisan terluar kulit dan berperan dalam membantu mempertahankan struktur pelindung kulit.

    Ceramide bukan obat untuk dermatitis atopik. Namun, sebagai bagian dari formula pelembap, ceramide dapat membantu mendukung fungsi skin barrier. Jadi, penting untuk memahami perannya secara tepat: moisturizer merupakan bagian dari perawatan kulit, sementara kondisi dermatitis atopik yang aktif tetap perlu ditangani sesuai kebutuhan medis,” jelasnya.

  3. 3. Cara kerja pelembap pada skin barrier

    ilustrasi pelembap
    ilustrasi pelembap (pexels.com/SHVETS production)

    Menurut Firdha, cara kerja pelembap pada dasarnya melalui beberapa mekanisme. Humektan membantu menarik dan mempertahankan air pada kulit, emolien membantu mengisi celah di antara sel kulit sehingga permukaan terasa lebih halus, sementara bahan oklusif membantu mengurangi penguapan air dari permukaan kulit. Oleh karena itu, konsumen perlu memahami kebutuhan kulitnya terlebih dahulu dan gak sekadar mengikuti tren kandungan.

    Selain itu, rutinitas penggunaan juga gak kalah penting. Untuk menjaga skin barrier dibutuhan perwatan yang baik sejak awal seperti, mengeringkan kulit dengan menepuk-nepuh halus menggunakan handuk setelah mandi. Kemudian, moisturizer diaplikasikan saat kulit masih sedikit lembap. Penggunaan dapat diulang ketika kulit kembali terasa kering.

    Untuk kulit yang sangat kering dan sensitif, konsumen juga perlu memerhatiakn formula produk yang digunakan. Pilihlah produk tanpa tambahan pewangi dan yang memang diformulasikan untuk kulit sensitif. Salah satu rekomendasinya adalah Cetaphil Pro AD Derma,  termasuk Skin Restoring Moisturizer yang mengandung ceramide dan Filaggrin Technology untuk membantu merawat kulit kering, sensitif, dan terasa gatal.

    “Rutinitas yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten sering kali lebih realistis daripada rutinitas yang panjang namun sulit dipertahankan. Kenali kebutuhan kulit, pilih produk yang nyaman, kemudian jadikan penggunaannya sebagai kebiasaan,” lanjut Firdha.

  4. 4. Ketika mouisturizer gak lagi cukup

    ilustrasi dermatitis atopik
    ilustrasi dermatitis atopik (dok. PT Galderma Indonesia)

    Meski moisturizer punya peran penting dalam membantu menjaga kelembapan dan skin barrier, penggunaannya gak lantas menggantikan konsultasi medis, terutama ketika gejala dermatitis atopik semakin berat. Jika kulit yang mengalami ruam yang meluas dengan cepat, mengeluarkan cairan atau nanah, muncul kerak kekuningan, terasa nyeri atau bengkak, disertai demam, atau mengalami gatal berat yang mengganggu tidur dan aktivitas, maka evaluasi lebih lanjut dari tenaga medis penting dilakukan.

    Firdha menjelaskan, "Penting untuk tahu batas antara perawatan harian dan kondisi yang membutuhkan bantuan dokter. Moisturizer dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan, tetapi ketika gejalanya berat atau terus berulang, jangan hanya mengandalkan pelembap."

    Pada akhirnya, perawatan dermatitis atopik perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat kulit mulai bermasalah. Menjaga kelembapan dan skin barrier dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk membantu kulit tetap nyaman dan terlindungi.

    “Merawat skin barrier bukan sesuatu yang bisa dilakukan dalam sehari, melainkan kebiasaan yang perlu dijaga secara konsisten agar fungsi perlindungan kulit tetap optimal,” pungkas Firdha.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More