Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Tips Membuat Book Club Seru, Sudah Siap Ajak Teman Membaca?

8 Tips Membuat Book Club Seru, Sudah Siap Ajak Teman Membaca?
ilustrasi sekelompok orang membaca buku bersama (pexels.com/cottonbro studio)
  • Book club dapat dimulai dari kelompok kecil dengan konsep jelas namun fleksibel, beranggotakan orang yang memiliki minat membaca serupa dan siap berdiskusi rutin.
  • Agar konsisten, anggota perlu menyepakati jadwal membaca realistis, memilih buku bersama melalui usulan atau voting, serta menentukan format pertemuan online maupun offline.
  • Diskusi nyaman dibangun lewat aturan menghargai pendapat dan spoiler; kegiatan tambahan serta dokumentasi dapat menjaga antusiasme, mempererat anggota, dan mengenalkan komunitas kepada pembaca baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Punya hobi membaca memang menyenangkan, tetapi terkadang membaca sendirian bisa terasa monoton. Apalagi ketika selesai membaca buku yang menarik, rasanya ingin segera membicarakan karakter, alur cerita, atau pesan yang didapat bersama orang lain. Di sinilah book club bisa menjadi ruang yang menyenangkan untuk bertukar cerita sekaligus menjaga semangat membaca.

Membentuk book club sebenarnya tidak harus dimulai dengan anggota yang banyak atau pertemuan yang formal. Beberapa teman dengan ketertarikan membaca yang sama sudah cukup untuk memulainya. Supaya komunitas kecil ini bisa berjalan konsisten dan tidak cepat bubar, berikut beberapa tips yang bisa dicoba.

  1. 1. Tentukan konsep book club

    seorang wanita membaca buku
    ilustrasi seorang wanita membaca buku (unsplash.com/Pedro Vergara)

    Sebelum mengajak orang lain, tentukan terlebih dahulu seperti apa konsep book club yang ingin dibuat. Kamu bisa membuat komunitas dengan tema bebas atau lebih spesifik, misalnya khusus novel romance, buku self-improvement, atau karya penulis lokal.

    Konsep yang jelas akan membantu calon anggota mengetahui apakah komunitas tersebut sesuai dengan minat mereka. Namun, jangan membuat aturannya terlalu kaku karena tujuan utamanya tetap untuk menikmati kegiatan membaca dan berdiskusi bersama.

  2. 2. Ajak orang dengan minat yang sama

    member book club yang berkumpul bersama
    ilustrasi member book club yang berkumpul bersama (pexels.com/Yan Krukau)

    Book club tidak harus memiliki puluhan anggota agar terlihat menarik. Justru, kelompok kecil yang berisi orang-orang dengan minat membaca yang sama bisa membuat diskusi terasa lebih nyaman dan akrab.

    Kamu bisa mulai mengajak teman, rekan kerja, saudara, atau kenalan yang memang suka membaca. Kalau ingin memperluas anggota, manfaatkan media sosial untuk mengajak sesama pembaca bergabung. Yang terpenting, cari orang yang memang bersedia meluangkan waktu untuk membaca dan berdiskusi secara rutin.

  3. 3. Buat jadwal membaca yang realistis

    sekelompok orang membaca buku bersama
    ilustrasi sekelompok orang membaca buku bersama (pexels.com/Burst)

    Salah satu alasan book club berhenti berjalan adalah target membaca yang terlalu berat. Jangan langsung menetapkan satu buku tebal setiap minggu jika sebagian besar anggota memiliki kesibukan masing-masing.

    Cobalah menentukan satu buku setiap bulan atau menyesuaikannya dengan ketebalan buku yang dipilih. Jadwal yang realistis membuat anggota tidak merasa terbebani dan tetap bisa menikmati proses membaca. Konsistensi jauh lebih penting daripada seberapa banyak buku yang berhasil diselesaikan.

  4. 4. Pilih buku melalui kesepakatan bersama

    memilih buku bacaan
    ilustrasi memilih buku bacaan (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

    Jangan biarkan satu orang selalu menentukan buku yang harus dibaca. Berikan kesempatan kepada semua anggota untuk mengusulkan judul, kemudian lakukan voting jika ada beberapa pilihan.

    Cara ini membuat setiap anggota merasa ikut memiliki peran dalam book club. Kamu juga bisa membuat tema bacaan bulanan agar pilihan buku lebih terarah, tetapi tetap memberikan kebebasan kepada anggota untuk memberikan rekomendasi.

  5. 5. Tentukan format pertemuan

    member book club yang berkumpul bersama
    ilustrasi member book club yang berkumpul bersama (pexels.com/cottonbro studio)

    Book club bisa dilakukan secara offline maupun online, tergantung kondisi dan lokasi anggota. Pertemuan offline dapat dilakukan di kafe, perpustakaan, rumah salah satu anggota, atau tempat nyaman lainnya. Sementara itu, diskusi online bisa menggunakan video call atau grup chat.

    Tidak perlu membuat pertemuan terlalu formal. Sisihkan waktu untuk membicarakan kesan setelah membaca, karakter favorit, bagian yang tidak disukai, hingga pertanyaan yang muncul selama membaca. Suasana yang santai justru bisa membuat anggota lebih berani menyampaikan pendapat.

  6. 6. Buat aturan diskusi yang nyaman

    dua orang yang sedang melakukan diskusi
    ilustrasi dua orang yang sedang melakukan diskusi (pexels.com/cottonbro studio)

    Perbedaan pendapat hampir pasti muncul dalam sebuah book club, dan justru hal tersebut yang membuat diskusi menjadi menarik. Karena itu, sepakati aturan sederhana agar semua anggota bisa merasa nyaman ketika menyampaikan pandangan.

    Misalnya, tidak memotong pembicaraan, menghargai pendapat yang berbeda, dan memberi peringatan sebelum membahas spoiler. Hindari menjadikan diskusi sebagai ajang menentukan siapa yang pendapatnya paling benar. Setiap orang bisa memiliki interpretasi berbeda terhadap buku yang sama.

  7. 7. Tambahkan kegiatan yang lebih seru

    sekelompok wanita yang tertawa riang
    ilustrasi sekelompok wanita yang tertawa riang (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Book club tidak harus selalu berisi kegiatan membaca dan berdiskusi. Sesekali, kamu bisa mengadakan aktivitas tambahan seperti tukar buku, blind date with a book, membuat reading challenge, atau mengadakan sesi rekomendasi buku favorit.

    Kegiatan tambahan bisa membuat anggota tidak cepat bosan dan membantu membangun kedekatan antaranggota. Bahkan, book club juga bisa menjadi kesempatan untuk menemukan teman baru yang memiliki ketertarikan serupa. Dengan begitu, hobi membaca terasa lebih menyenangkan karena dilakukan bersama komunitas.

  8. 8. Dokumentasikan perjalanan book club

    book club yang sedang berkumpul bersama
    ilustrasi book club yang sedang berkumpul bersama (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Jangan lupa menyimpan dokumentasi sederhana dari setiap kegiatan. Kamu bisa membuat akun media sosial khusus untuk mengunggah foto pertemuan, daftar buku yang sudah dibaca, kutipan favorit, atau hasil diskusi.

    Dokumentasi ini bukan hanya berguna sebagai kenang-kenangan, tetapi juga bisa membantu memperkenalkan book club kepada calon anggota baru. Dari waktu ke waktu, kamu bahkan bisa melihat kembali berapa banyak buku yang sudah dibaca bersama.

    Membentuk book club tidak harus dimulai dengan konsep yang sempurna. Yang terpenting adalah menemukan orang-orang yang memiliki semangat membaca, membuat jadwal yang realistis, dan menciptakan ruang diskusi yang nyaman untuk semua anggota. Bahkan, book club kecil yang hanya berisi beberapa orang bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk bertukar rekomendasi dan perspektif.

    Book club bukan sekadar cara untuk menyelesaikan lebih banyak buku. Komunitas ini juga bisa membantu menjaga konsistensi membaca, memperluas wawasan, dan mempertemukan kita dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama. Jadi, kalau selama ini kamu sering ingin punya teman untuk membahas buku yang baru selesai dibaca, mungkin sekarang saatnya membuat book club sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More