9 Tips Membeli Tanaman secara Online, Jangan Terkecoh Angka Penjualan

- Artikel menyoroti pentingnya kehati-hatian saat membeli tanaman secara online agar tidak tertipu foto, harga murah, atau deskripsi yang menyesatkan.
- Ditekankan perlunya memahami jenis bibit, kondisi akar, serta cara perawatan setelah tanaman tiba di rumah agar tetap hidup dan tumbuh baik.
- Pembeli disarankan memperhatikan kesesuaian iklim daerah, testimoni pembeli, durasi pengiriman, dan kualitas kemasan untuk menjaga kondisi tanaman tetap prima.
Tren menghijaukan tempat tinggal baik dengan menanam langsung di tanah atau pot baik bagi lingkungan. Kamu membantu menciptakan paru-paru di lingkungan sekitarmu. Bila tanaman ditanam langsung di tanah tentu bagus buat menahan longsor, mencegah banjir, dan menjaga kandungan air dalam tanah.
Kalaupun dirimu cuma bisa menanam di pot juga lebih baik daripada sama sekali tidak ada tanaman. Nantinya lingkungan rumah terlihat lebih asri. Tak terlalu panas pada siang hari. Udaranya lebih segar.
Pemandangannya pun bagus buat cuci mata. Akan tetapi, kamu perlu lebih berhati-hati jika hendak membeli bibit tanaman secara online. Jangan tergiur harga murah saja. Nanti dirimu malah kecewa. Perhatikan cara belanja bibit tanaman di marketplace berikut ini agar kamu gak cuma membuang uang.
1. Amati tanaman plastik atau hidup

Khususnya untukmu yang mencari tanaman bunga. Kalau dirimu cuma fokus ke foto-foto produk yang indah dan berwarna-warni bisa-bisa salah memesan bunga plastik. Padahal, kamu hendak menanamnya di taman. Perhatikan betul deskripsi produk, ada kata tanaman bunga plastik atau tanaman bunga hidup.
2. Pastikan gambar dengan jenis tanaman sesuai

Kamu juga sebaiknya tahu betul penampakan tanaman yang hendak dibeli dalam versi nyatanya. Bila dirimu belum pernah melihat tanaman tersebut, cari dulu foto-foto pembanding. Ini penting untuk memastikan sebuah toko online tidak asal memajang foto bunga lain yang gak sesuai dengan dagangannya cuma buat menarik konsumen.
3. Cari tahu bibit dari hasil cangkok, okulasi, sambung pucuk, stek, atau biji

Pengetahuan ini amat berharga sebab ada tanaman yang hasil terbaiknya diperoleh dari pencangkokan, okulasi, sambung pucuk, stek, atau biji. Setiap cara perkembangbiakan mempunyai keunggulan masing-masing. Seperti tanaman yang diperbanyak dari biji biasanya kuat di akar, tapi pertumbuhan lebih lambat. Untuk tanaman buah, cara memperbanyaknya amat memengaruhi kualitas panen.
4. Untuk pemula mending beli bibit yang sudah berakar

Bibit yang dijual dalam keadaan telah berakar umumnya berukuran kecil karena butuh waktu lama untuknya tumbuh dari biji. Bibit hasil stek juga perlu waktu sampai muncul akar gondrong. Bila ada tanaman berakar yang sudah besar pasti harganya cukup mahal.
Namun, tanaman yang telah mempunyai akar punya daya hidup yang lebih tinggi daripada bibit yang belum berakar. Apalagi di tangan orang yang belum ahli menumbuhkan akar. Lebih baik kamu membeli bibit tanaman kecil dengan banyak akar daripada bagian atas tampak cantik, tapi ternyata belum ada akarnya karena cuma dipotong dari tanaman induk.
5. Perhatikan cara merawatnya setibanya di rumah

Selanjutnya, jangan asal membeli tanpa kamu memperhatikan tips merawat tanaman sesampainya di rumah. Toko yang baik biasanya sudah melengkapi keterangan produknya dengan cara merawatnya. Dirimu tinggal mengikuti.
Bila ada hal-hal yang belum dipahami dengan baik, chat saja dulu. Jika salah penanganan, bibit sebagus apa pun dari toko online bakal mati di tanganmu. Kadang ada bibit tanaman yang perlu penanganan khusus. Seperti bibit diistirahatkan dulu sebelum ditanam, ditaruh di tempat teduh selama beberapa hari, dan jangan langsung dipupuk.
6. Juga kesesuaian jenis tanaman dengan suhu di daerahmu

Kamu mungkin tertarik buat menanam tanaman tertentu. Namun, apakah suhu udara di daerahmu mendukung? Beberapa tanaman hanya bisa tumbuh baik dengan syarat udara tertentu.
Seperti cocoknya di dataran tinggi yang dingin atau malah cenderung panas. Bahkan arah rumah juga dapat memengaruhi. Seperti rumahmu menghadap ke timur yang berarti tanaman akan terkena cahaya matahari secara langsung sampai siang. Tanaman tertentu barangkali akan mudah layu dan mati.
7. Angka penjualan bukan jaminan, lihat testimoni pembeli

Memang makin banyak produk yang terjual dapat menjadi indikator toko tersebut bisa dipercaya. Ia punya pelanggan yang melakukan pemesanan berulang atas produk yang sama. Arfinya, produknya juga unggul. Namun, dalam hal toko yang menjual tanaman hidup dapat kurang tepat.
Contoh, toko yang menjual potongan batang saja tentu bisa menjual lebih banyak daripada toko yang menjual tanaman yang sudah punya akar, batang, daun, bahkan bakal bunga dan buah. Proses menumbuhkannya lama sehingga stoknya terbatas. Testimoni pembeli lebih utama. Bibit yang diterima mereka memuaskan atau justru mengecewakan.
8. Mempertimbangkan lama waktu pengiriman

Ingat, kamu sedang hendak membeli tanaman hidup. Sebagus apa pun kualitas bibit, tantangan terbesarnya ialah lama perjalanan. Makin lama tanaman di jalan makin buruk kondisinya ketika sampai. Semua daun bisa kering dan rontok. Bahkan batang dan akar pun menjadi kurang sehat.
9. Sudah termasuk packing kardus atau belum

Jika kamu telah mantap dengan pilihan tanaman dan tokonya, jangan buru-buru memesannya. Lihat kembali detail pengemasannya. Bibit tanaman harus dikirim dengan kardus untuk meminimalkan risiko kerusakan.
Pastikan pembelian bibit tanaman otomatis termasuk kardus atau dirimu mesti menambahkannya sendiri. Jangan terpaku pada pengalaman belanjamu sebelumnya di toko berbeda. Lain toko bisa beda pengemasan.
Paling mudah untukmu memastikan kondisi tanaman sebelum membawanya pulang memang dengan membeli secara offline. Dirimu dapat melihat barangnya dulu dan berbicara langsung dengan penjualnya. Akan tetapi, membeli tanaman melalui marketplace juga bisa memuaskan dan praktis kalau kamu mempraktikkan tips-tips di atas.