Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Kamar Mandi Cepat Berbau meski Sering Dibersihkan

3 min read
5 Alasan Kamar Mandi Cepat Berbau meski Sering Dibersihkan
Ilustrasi membersihkan wastafel (pexels.com/https://kaboompics.com/)
  • Bau kamar mandi bisa muncul dari air tertahan di pembuangan serta residu sabun, rambut, minyak tubuh, dan kotoran yang membentuk biofilm di area tersembunyi.

  • Celah di sambungan keramik, bawah penutup saluran, karet penyambung, dan pangkal toilet dapat menyimpan percikan serta residu lembap meski permukaan terlihat bersih.

  • Keset atau kain yang lama lembap dan ventilasi kurang optimal membuat kelembapan terperangkap, sehingga permukaan sulit kering dan mikroorganisme lebih mudah berkembang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kamar mandi sudah rutin disikat, lantai dipel, bahkan pewangi juga rajin dipasang, tetapi baunya tetap muncul lagi. Kondisi ini bisa bikin heran karena sumber masalahnya sering bukan berada di permukaan yang terlihat.

Ada beberapa bagian kecil yang justru mudah terlewat saat membersihkan kamar mandi. Yuk, cek lima penyebab berikut supaya kamu gak cuma menghilangkan baunya, tetapi juga tahu dari mana sumbernya.

  1. 1. Air masih tertinggal di bawah saringan pembuangan

    Saluran pembuangan kamar mandi
    Ilustrasi saluran pembuangan kamar mandi (pixabay.com/Semevent)

    Bagian saluran pembuangan yang terlihat bersih belum tentu benar-benar bebas dari sisa kotoran. Air yang tertahan di area tertentu dapat bercampur dengan rambut, sabun, minyak tubuh, dan kotoran halus yang ikut terbawa saat mandi.

    Campuran tersebut bisa menjadi tempat terbentuknya lapisan licin atau biofilm. Saat lapisan ini menumpuk, aroma kurang sedap dapat muncul kembali meski permukaan lantai dan saringan rutin dibersihkan.

  2. 2. Lapisan sabun menempel di celah yang sulit terlihat

    Membersihkan dinding kamar mandi
    Ilustrasi membersihkan dinding kamar mandi (pexels.com/Liliana Drew)

    Sisa sabun ternyata gak selalu hilang hanya karena lantai sudah disiram air. Residu dapat menempel pada sambungan keramik, bagian bawah penutup saluran, atau celah sempit di sekitar area mandi.

    Ketika bercampur dengan mineral dari air dan kotoran tubuh, residu tersebut bisa membentuk lapisan yang sulit terlihat. Jadi, kalau kamar mandi cepat berbau setelah beberapa hari dibersihkan, coba periksa bagian-bagian kecil yang sering luput dari sikat.

  3. 3. Karet dan bagian bawah toilet menyimpan residu

    Membersihkan toilet
    Ilustrasi membersihkan toilet (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Membersihkan bagian dalam mangkuk toilet memang penting, tetapi area di luar mangkuk juga gak kalah perlu diperhatikan. Bagian bawah dudukan, karet penyambung, dan celah di sekitar pangkal toilet dapat menyimpan percikan air serta residu yang sulit terlihat.

    Dalam kondisi lembap, sisa tersebut bisa menghasilkan aroma yang kurang sedap. Bahkan, kamar mandi dapat tetap berbau meski mangkuk toilet terlihat bersih dan wangi.

  4. 4. Keset dan kain kamar mandi terlalu lama lembap

    Keset kamar mandi
    Ilustrasi keset kamar mandi (pexels.com/Sora Shimazaki)

    Keset sering dianggap sudah bersih karena dicuci secara rutin. Padahal, kain yang membutuhkan waktu lama untuk kering dapat mempertahankan kelembapan dan menjadi tempat menumpuknya mikroorganisme serta sisa kotoran.

    Masalahnya semakin terasa jika keset diletakkan di lantai yang juga masih basah. Coba perhatikan apakah bau justru muncul beberapa jam setelah mandi, karena bisa jadi sumbernya berasal dari kain yang lembap, bukan dari lantai.

  5. 5. Sirkulasi udara membuat kelembapan terperangkap

    Kamar mandi dengan jendela
    Ilustrasi kamar mandi dengan jendela (pexels.com/Curtis Adams)

    Kamar mandi yang sering dibersihkan tetap bisa berbau jika udara lembap terlalu lama terjebak di dalam ruangan. Uap dari air panas dan percikan air meningkatkan kelembapan, sementara ventilasi yang kurang optimal membuat proses pengeringannya lebih lambat.

    Kondisi tersebut membuat berbagai permukaan lebih lama basah dan memberi kesempatan bagi mikroorganisme untuk berkembang. Jadi, selain membersihkan kamar mandi, pastikan udara juga punya jalan untuk keluar agar ruangan lebih cepat kering.

    Kamar mandi yang cepat berbau gak selalu berarti kurang bersih. Kadang, sumbernya justru berasal dari celah kecil, material yang lembap, atau bagian tersembunyi yang jarang diperhatikan.

    Jadi, saat membersihkan kamar mandi berikutnya, jangan hanya mengejar permukaan yang terlihat. Sedikit lebih teliti pada bagian tersembunyi bisa membuat kamar mandi terasa lebih segar lebih lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More