Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Alasan Mager di Rumah Bisa Jadi Self-Care Terbaik Menurut Psikolog
ilustrasi kamar tidur (pexels.com/pavel-danilyuk)
  • Psikolog menjelaskan bahwa memilih untuk mager di rumah bisa membantu tubuh dan pikiran kembali seimbang dengan mengurangi overstimulasi serta kelelahan akibat aktivitas sosial yang padat.
  • Waktu sendiri di rumah memberi kesempatan untuk refleksi diri, memahami kebutuhan pribadi, dan mengenali batas energi tanpa tekanan dari lingkungan luar.
  • Mager juga membuka ruang untuk melakukan hal-hal sederhana yang disukai serta menjalankan self-care, membantu sistem saraf ‘reset’ dan menjaga kesehatan mental secara alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah kesibukan dan tekanan sosial untuk selalu aktif, keinginan untuk “mager” di rumah sering dianggap sebagai kebiasaan yang kurang produktif. Padahal, dalam kondisi tertentu memilih untuk tetap di rumah justru bisa menjadi bentuk self-care yang paling dibutuhkan. Alih-alih merasa bersalah, penting untuk melihat “mager” dari sudut pandang yang lebih sehat.

Menurut para ahli, waktu yang dihabiskan di rumah dapat membantu tubuh dan pikiran untuk kembali seimbang. Ini bukan sekadar soal istirahat fisik, tapi juga tentang memberi ruang bagi mental untuk pulih. Berikut beberapa alasan kenapa “mager” di rumah bisa jadi keputusan terbaik untuk kamu.

1. Mengurangi overstimulasi dan kelelahan mental

ilustrasi perempuan berbaring (pexels.com/cottonbro)

Saat kamu memilih untuk tetap di rumah, tubuhmu terhindar dari berbagai rangsangan berlebihan yang sering muncul di luar. Mulai dari kebisingan, keramaian, hingga interaksi sosial yang padat, semuanya bisa membuat sistem saraf bekerja lebih keras. Dengan berada di rumah, kamu memberi ruang bagi tubuh untuk kembali ke kondisi yang lebih tenang.

Selain itu, kamu juga terbebas dari banyak keputusan kecil yang sering menguras energi. Hal sederhana seperti memilih pakaian atau menentukan tujuan bisa terasa melelahkan jika terjadi terus-menerus. Dengan lebih sedikit hal yang harus dipikirkan, pikiran jadi lebih ringan dan tidak cepat lelah.

“Tinggal di rumah berarti lebih sedikit tuntutan sosial dan rangsangan sensorik, serta mengurangi jumlah keputusan kecil yang harus kita buat setiap hari (seperti memilih pakaian atau rute perjalanan),” ujar Katie Carhart, PhD, psikolog klinis berlisensi, dikutip dari Real Simple.

2. Memberi ruang untuk mengenal diri sendiri

ilustrasi perempuan memijat kepala (pexels.com/mikaelblomkvist)

Waktu sendiri di rumah bisa jadi momen yang tepat untuk lebih terhubung dengan diri sendiri. Tanpa distraksi dari luar, kamu punya kesempatan untuk memahami perasaan, kebutuhan, dan batasan diri dengan lebih jelas. Ini penting agar kamu tidak terus memaksakan diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Lingkungan rumah yang nyaman juga membantu menciptakan rasa aman saat melakukan refleksi. Kamu bisa memikirkan ulang hal-hal yang terjadi, tanpa tekanan dari luar. Dari sini, kamu bisa lebih memahami apa yang membuatmu lelah dan apa yang sebenarnya kamu butuhkan.

“Banyak orang berpikir hanya introvert yang butuh waktu sendiri untuk mengisi ulang energi, padahal itu berlaku untuk kita semua. Butuh jauh lebih banyak energi untuk berada di luar, terutama saat berinteraksi dengan orang lain,” ujar Christine Gibson, MD, terapis trauma dan dokter keluarga, dikutip dari Real Simple.

3. Punya waktu untuk melakukan hal yang disukai

ilustrasi perempuan merawat tanaman (pexels.com/timamiroshnichenko)

Mager” di rumah memberi ruang untuk kembali melakukan hal-hal sederhana yang sering tertunda. Entah itu menonton film, membaca buku, memasak, atau sekadar beristirahat, semuanya bisa membantu mengembalikan energi. Aktivitas ini juga membuat kamu merasa lebih rileks tanpa tekanan.

Hal-hal kecil yang terlihat sepele justru punya dampak besar bagi kesehatan mental. Ketika kamu melakukan sesuatu yang disukai, tubuh akan merespons dengan lebih tenang. Ini bisa jadi cara efektif untuk meredakan stres setelah menjalani hari yang melelahkan.

“Tinggal di rumah seharusnya diisi dengan hal-hal yang kamu nikmati. Kadang orang merasa bersalah, padahal itu sering kali tanda dari apa yang dibutuhkan oleh sistem saraf kita,” ujar Christine Gibson.

4. Kesempatan maksimal untuk self-care

ilustrasi perempuan sedang memeriksa keadaan kulit (pexels.com/olly)

Berada di rumah memberi kamu waktu lebih untuk merawat diri tanpa terburu-buru. Kamu bisa melakukan hal-hal sederhana, seperti skincare, merapikan diri, atau menyiapkan makanan sehat. Aktivitas ini bukan hanya tentang penampilan, tapi juga bentuk perhatian pada diri sendiri.

“Rencanakan sesuatu yang kamu tahu akan kamu nikmati, mungkin sesuatu yang membuatmu merasa lebih produktif atau lebih rileks,” kata Dr. Thuy-vy Nguyen, asisten profesor psikologi di Durham University, dikutip dari Newyork Times.

Selain itu, self-care di rumah juga membantu memperkuat hubungan antara tubuh dan pikiran. Saat kamu merawat diri, kamu secara tidak langsung memberi sinyal bahwa dirimu layak diperhatikan. Hal ini bisa membantu meningkatkan rasa nyaman sekaligus menjaga kesehatan mental.

5. Membantu sistem saraf “reset” dan lebih seimbang

ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)

Menghabiskan waktu di rumah memberi kesempatan bagi tubuh untuk benar-benar beristirahat dari aktivitas yang padat. Setelah terus-menerus berinteraksi dan bergerak, sistem saraf membutuhkan jeda untuk kembali stabil. Di sinilah “mager” bisa berperan sebagai cara alami untuk memulihkan energi.

Selain itu, waktu tenang di rumah membantu kamu lebih peka terhadap kondisi diri sendiri. Kamu bisa lebih mudah menyadari kapan merasa lelah, cemas, atau butuh istirahat. Dengan begitu, kamu tidak terus memaksakan diri dan bisa menjaga keseimbangan dengan lebih baik.

“Sinyal utama dari tubuh bahwa kamu butuh istirahat dari dunia luar adalah rasa overstimulasi. Biasanya muncul sebagai pikiran yang berpacu, jantung berdebar, otot tegang, dan perut terasa mengencang,” ujar Christine Gibson.

Mager di rumah bukan selalu hal yang buruk, selama kamu melakukannya dengan sadar dan sesuai kebutuhan. Alih-alih merasa bersalah, coba dengarkan sinyal tubuhmu, karena istirahat yang cukup juga bagian dari menjaga diri tetap sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team